Kota Bogor-Dalam roda pemerintahan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya pelestarian sejarah, seni, dan budaya sebagai bagian dari menjaga identitas serta warisan budaya Kota Bogor.
Berbagai terobosan dilakukan, mulai dari peluncuran karya budaya, revitalisasi situs bersejarah, hingga menghadirkan ruang edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan Hymne “Jayalah Bogor” sebagai karya yang merepresentasikan semangat, kebanggaan, dan kecintaan terhadap Kota Bogor.
Selain itu, Pemkot Bogor juga melakukan renovasi terhadap cungkup Prasasti Batutulis setelah puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga salah satu peninggalan sejarah penting yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Bogor.
Pemkot Bogor juga mulai mengaktivasi Museum Pajajaran sebagai pusat edukasi sejarah, seni, dan budaya. Museum tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kekayaan budaya Kota Bogor.
Tidak hanya itu, Pemkot Bogor menghadirkan tradisi Helaran Pajajaran yang digelar setiap peringatan Hari Jadi Bogor (HJB). Kegiatan tersebut menjadi media edukasi sejarah melalui kirab budaya dan pagelaran seni yang melibatkan masyarakat serta para pelaku seni dan budaya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bogor berkomitmen menjaga warisan sejarah dan budaya sekaligus menjadikannya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas Kota Bogor.
Pelestarian sejarah, seni, dan budaya diharapkan tidak hanya menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga mampu menjadi ruang kreativitas dan edukasi yang terus berkembang bagi generasi saat ini dan mendatang. kmf















