Jakarta Selatan – Dalam upaya memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta meningkatkan pemahaman manfaat program bagi seluruh segmen pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kebayoran Baru melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait Manfaat Layanan Tambahan (MLT), Program Sertakan, dan kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU) bagi dokter tidak tetap serta peserta magang di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Senin, (11/5/2026).
Kegiatan ini berlangsung secara konstruktif bersama jajaran Human Capital (HC) RSPP, diantaranya Hariri selaku Kepala Bidang HC, didampingi tim HC lainnya, Yeyet dan Warsono. Pertemuan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan RSPP dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial yang lebih inklusif bagi tenaga kerja non permanen di lingkungan rumah sakit.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru memaparkan manfaat MLT (Manfaat Layanan Tambahan) sebagai salah satu fasilitas bagi peserta aktif berupa akses pembiayaan perumahan, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pinjaman renovasi perumahan, hingga bantuan uang muka perumahan bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Selain itu, disampaikan pula mengenai Program Sertakan, sebuah gerakan kepedulian sosial yang mengajak badan usaha maupun peserta untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan di lingkungan sekitar. Program ini diharapkan dapat membangun budaya gotong royong dan kepedulian terhadap pekerja informal maupun kelompok rentan lainnya.
Fokus utama dalam sosialisasi ini juga mencakup optimalisasi kepesertaan segmen BPU bagi dokter tidak tetap dan peserta magang, sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko kerja. Dokter tidak tetap maupun peserta magang dinilai memiliki aktivitas kerja dengan risiko tertentu sehingga penting untuk mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kebayoran Baru, Rafik Ahmad, menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan harus mampu menjangkau seluruh pekerja, termasuk tenaga profesional non tetap dan peserta magang.
“Dokter tidak tetap maupun peserta magang memiliki kontribusi penting dalam ekosistem pelayanan kesehatan dan aktivitas operasional rumah sakit. Karena itu, penting bagi kita untuk memastikan mereka juga memiliki perlindungan atas risiko kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Melalui sosialisasi ini, kami berharap semakin banyak pekerja non permanen yang terlindungi dan memahami manfaat program secara menyeluruh,” ujar Rafik Ahmad.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan dan komitmen pihak RSPP dalam membangun diskusi produktif mengenai penguatan perlindungan tenaga kerja. “Kolaborasi yang baik bersama tim HC RSPP menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan kerja yang semakin aman dan terlindungi, tidak hanya bagi pegawai tetap tetapi juga bagi dokter tidak tetap dan peserta magang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang HC RSPP, Hariri, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut dan menilai program BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat penting bagi seluruh unsur tenaga kerja di lingkungan rumah sakit. Pihaknya menyambut positif sosialisasi yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru.
Menurutnya, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi dokter tidak tetap maupun peserta magang merupakan bagian penting dalam menciptakan rasa aman dalam bekerja. “Kami berharap sinergi ini dapat terus berjalan sehingga seluruh tenaga kerja di RSPP memperoleh perlindungan yang optimal, “pungkasnya. M Syahrul













