Menu

Dark Mode
Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Masyarakat Bersuara: Udah 18K!

Kabar Lifestyle

Bos Microsoft Terseret dalam Drama Elon Musk vs OpenAI

badge-check


					Bos Microsoft Terseret dalam Drama Elon Musk vs OpenAI (Foto: REUTERS/Brian Snyder) Perbesar

Bos Microsoft Terseret dalam Drama Elon Musk vs OpenAI (Foto: REUTERS/Brian Snyder)

Persidangan terkait gugatan yang dilayangkan Elon Musk kepada OpenAI masih berlanjut. Kali ini giliran CEO Microsoft Satya Nadella yang bersaksi di pengadilan.
Nadella mengakhiri kesaksiannya setelah diinterogasi selama beberapa jam. Ia menjawab pertanyaan tentang hubungan awal Microsoft dengan OpenAI hingga perannya ketika Sam Altman dipecat dari jabatannya sebagai CEO OpenAI.

Microsoft merupakan salah satu pendukung terbesar OpenAI sejak tahun 2019, jauh sebelum popularitasnya meroket sejak peluncuran ChatGPT. Hingga saat ini Microsoft telah berinvestasi lebih dari USD 13 miliar di OpenAI.

Nadella mengaku sangat bangga bahwa Microsoft mengambil risiko untuk berinvestasi di OpenAI ketika tidak ada orang lain yang mau mendukung laboratorium AI yang saat itu masih sangat baru.

Musk menggugat OpenAI, Altman, dan presidennya Greg Brockman dengan tuduhan mereka telah mengingkari janji untuk melindungi struktur perusahaan nirlaba. Microsoft disebut dalam gugatan tersebut karena Musk menuduh raksasa software itu membantu dan mendukung OpenAI melakukan pelanggarannya.

Musk, yang bersaksi pekan lalu, mengatakan investasi USD 10 miliar yang dikucurkan Microsoft untuk OpenAI pada tahun 2023 merupakan titik balik yang membuatnya percaya bahwa OpenAI melanggar misinya sebagai perusahaan nirlaba.

Menurut Nadella, investasi Microsoft di OpenAI bukanlah donasi, dan ada unsur komersial yang jelas dalam kemitraan kedua perusahaan.

Ia menambahkan Microsoft memberikan diskon besar kepada OpenAI untuk menggunakan sumber daya komputasinya, dan Microsoft percaya akan mendapatkan keuntungan dari hal tersebut.

Nadella juga ditanya soal reaksinya terhadap pemecatan Altman dari jabatannya sebagai CEO OpenAI pada November 2023 setelah dewan direksi memutuskan ia tidak konsisten dalam komunikasinya. Altman kemudian kembali menjabat setelah negosiasi yang intens selama beberapa hari.

Nadella mengaku cukup terkejut dengan keputusan dewan direksi, dan prioritasnya adalah bagaimana mencari cara untuk tetap melayani konsumen Microsoft. Setelah Altman dipecat, Nadella mengaku berusaha untuk mencari tahu informasi lebih lanjut, dan menduga ada kecemburuan dan komunikasi buruk di baliknya.

“Setiap kali saya bertanya secara spesifik mengapa Sam dipecat, (dewan direksi) tidak pernah memberikan saya jawaban yang spesifik,” kata Nadella, seperti dikutip dari Financial Times, Selasa (12/5/2026).

“Menurut saya, ini sangat amatir,” imbuhnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

5 June 2026 - 14:10 WIB

Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya

5 June 2026 - 14:06 WIB

SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak

5 June 2026 - 14:02 WIB

Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android

5 June 2026 - 13:58 WIB

Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya

5 June 2026 - 13:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle