Menu

Dark Mode
Inggris Serahkan Cetak Biru Rudal Penghancur Canggih ke Ukraina Duet Maut El Nino dan Emisi Manusia: Lautan Dunia Membara Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt

Kabar Lifestyle

Begini Cara Kerja Fitur Pendeteksi Risiko Diabetes di Huawei Watch Fit 5 Pro

badge-check


					Huawei Watch Fit 5 Pro. (Foto: Dok. Huawei) Perbesar

Huawei Watch Fit 5 Pro. (Foto: Dok. Huawei)

Kehadiran lini jam tangan pintar terbaru dari Huawei, yakni Huawei Watch Fit 5 Series, membawa angin segar bagi teknologi kesehatan wearable. Salah satu variannya, yakni Huawei Watch Fit 5 Pro, membawa sebuah terobosan baru berupa Fitur deteksi risiko diabetes.
Fitur yang diberi nama Diabetes Risk Study ini diklaim sebagai yang pertama hadir di industri jam tangan pintar. Lantas, bagaimana cara sebuah jam tangan mengukur risiko penyakit gula tersebut tanpa harus mengambil sampel darah melalui jarum suntik?

Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan dan cara kerja teknologi pemantau risiko diabetes pada Huawei Watch Fit 5 Pro:

1. Memanfaatkan Teknologi PPG
– Huawei memanfaatkan sensor optik yang berbasis teknologi photoplethysmography (PPG).
– Teknologi ini bekerja untuk memantau perubahan aliran darah pada pembuluh mikro yang berada di pergelangan tangan pengguna.

2. Pemantauan Denyut Nadi Berkelanjutan
– Perangkat akan mengumpulkan data melalui pemantauan denyut nadi.
– Proses pengumpulan data ini tidak dilakukan sesaat, melainkan secara berkelanjutan selama rentang waktu 3 hingga 14 hari.
– Pemantauan tersebut dilakukan secara terus-menerus, baik pada siang maupun malam hari.

3. Penggabungan dengan Profil Fisik
– Sistem kemudian akan memadukan data hasil pemantauan denyut nadi tersebut dengan profil pengguna.
– Adapun data profil fisik yang dilibatkan meliputi usia, jenis kelamin, tinggi, dan berat badan pengguna.

4. Analisis Algoritma dan Kategori Hasil
– Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan sebuah algoritma khusus.
– Algoritma ini bertugas memberikan gambaran risiko diabetes secara komprehensif.
– Sistem pada akhirnya akan menyajikan hasil evaluasi yang dikategorikan menjadi tiga tingkatan risiko, yaitu rendah, sedang, atau tinggi.

Untuk menjamin akurasi dan validitas dari sistem peringatan dini ini, Huawei menyatakan bahwa pengembangan Fitur tersebut dilakukan bersama sejumlah institusi dan rumah sakit di Tiongkok serta Dubai. Fitur ini dirancang sebagai bagian dari sistem pemantauan Ultra Health untuk mendukung deteksi dini bagi kesehatan pengguna.

Konsumen di Indonesia yang tertarik untuk mencoba teknologi kesehatan preventif ini bisa mendapatkan Huawei Watch Fit 5 Pro yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 3.699.000 selama masa penjualan pada 21 Mei hingga 20 Juni 2026.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Inggris Serahkan Cetak Biru Rudal Penghancur Canggih ke Ukraina

25 August 2026 - 19:54 WIB

Duet Maut El Nino dan Emisi Manusia: Lautan Dunia Membara

25 August 2026 - 19:51 WIB

Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?

23 August 2026 - 23:54 WIB

AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?

23 August 2026 - 23:51 WIB

China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air

23 August 2026 - 23:43 WIB

Trending on Kabar Lifestyle