Menu

Dark Mode
Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Ratusan Ummat Islam Ikuti Maulid Nabi di Mesjid Agung Ekspansi Solar Panel di China Picu Penurunan Keanekaragaman Burung Inggris Serahkan Cetak Biru Rudal Penghancur Canggih ke Ukraina Duet Maut El Nino dan Emisi Manusia: Lautan Dunia Membara

Kabar Lifestyle

Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

badge-check


					Fenomena aphelion Bumi terjadi setiap Juli bersamaan dengan cuaca dingin 
di Indonesia yang disebabkan oleh musim kemarau. (Foto: 
iStockphoto/Robin_Hoood)
Perbesar

Fenomena aphelion Bumi terjadi setiap Juli bersamaan dengan cuaca dingin di Indonesia yang disebabkan oleh musim kemarau. (Foto: iStockphoto/Robin_Hoood)

Fenomena Bumi berada pada titik terjauh dengan Matahari atau aphelion merupakan fenomena tahunan. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan cuaca dingin yang terjadi di sejumlah wilayah.

Faktanya, cuaca dingin yang terjadi bukan diakibatkan oleh aphelion, tetapi kondisi musim.

Fenomena aphelion tahun ini terjadi pada 6 Juli. Istilah aphelion berasal dari bahasa Yunani kuno, “apo” yang berarti jauh dan “helios” yang berarti Matahari.

Bumi mengorbit Matahari dalam lintasan elips, sehingga terdapat satu titik terdekat dengan Matahari (perihelion) dan satu titik terjauh dari Matahari (aphelion).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aphelion adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.

Sementara itu, kondisi cuaca dingin yang terjadi di wilayah Indonesia pada periode bulan Juli tidak terkait dengan fenomena aphelion.

Saat aphelion, posisi Matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari Bumi, tetapi kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan Bumi.

BMKG menyebut fenomena suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, yakni sekitar Juli hingga September.

Saat periode tersebut wilayah Pulau Jawa hingga NTT berada pada musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia.

Pada Juli, wilayah Australia disebut berada dalam periode musim dingin. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsun Dingin Australia.

Monsun Dingin Australia ini melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut yang juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa terasa juga lebih dingin.

Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari. Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.

Kemudian, langit yang cenderung bersih awannya akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar sehingga membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.

BMKG mengatakan fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun. Fenomena ini bahkan dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya berpotensi terjadi embun es atau embun upas.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspansi Solar Panel di China Picu Penurunan Keanekaragaman Burung

25 August 2026 - 21:07 WIB

Inggris Serahkan Cetak Biru Rudal Penghancur Canggih ke Ukraina

25 August 2026 - 19:54 WIB

Duet Maut El Nino dan Emisi Manusia: Lautan Dunia Membara

25 August 2026 - 19:51 WIB

Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?

23 August 2026 - 23:54 WIB

AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?

23 August 2026 - 23:51 WIB

Trending on Kabar Lifestyle