Menu ✖

Dark Mode
Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang Belum Capai Puncak, El Nino Sudah Picu Rekor Suhu di Pasifik Pakar Ungkap Penyebab Fenomena Retakan Tanah di Kalimantan Apple Gandeng Saingan Samsung Garap Sumber Duit Baru Robot Menyerah, Tak Sanggup Gantikan Manusia Kerja di Gedung Ecommerce

Kabar Lifestyle

Duet Maut El Nino dan Emisi Manusia: Lautan Dunia Membara

badge-check


					Ilustrasi lautan (Foto: Getty Images/iStockphoto/AndrisBarbans) Perbesar

Ilustrasi lautan (Foto: Getty Images/iStockphoto/AndrisBarbans)

Data terbaru menunjukkan bahwa lautan di dunia saat ini lebih panas dari yang pernah tercatat sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi seiring dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan fenomena cuaca El Nino yang meluas.

Suhu permukaan rata-rata laut di planet ini di luar wilayah kutub mencapai 21,1 derajat Celcius pada Sabtu, menurut layanan perubahan iklim Eropa, Copernicus. Angka tersebut sedikit melampaui 21,09 derajat yang tercatat pada tiga hari berbeda di Maret 2024 dan berada jauh di atas rata-rata untuk periode tahun ini.

Lautan yang lebih hangat dapat memberikan dampak luas, termasuk memicu cuaca ekstrem, meningkatkan permukaan laut, dan merusak kehidupan laut. “Rekor ini adalah sinyal jelas lainnya dari lautan yang berada di bawah tekanan yang semakin besar,” kata Dr Samantha Burgess, wakil direktur Copernicus.

“El Nino menambah suhu panas ke dalam sistem, tetapi hal itu terjadi dipadukan dengan pemanasan global yang didorong oleh ulah manusia selama beberapa dekade,” tambahnya, dikutip dari detikINET.

Rata-rata suhu laut dunia cenderung mencapai puncaknya tiap tahun pada Maret atau April, bertepatan dengan akhir musim panas di belahan Bumi selatan dan bukan pada bulan Agustus.

Hal yang sangat mengkhawatirkan ilmuwan adalah lautan sudah begitu panas, padahal El Nino masih jauh dari perkiraan puncaknya. El Nino membawa perairan sangat hangat ke permukaan Samudra Pasifik tropis bagian timur dan tengah. Perairan lebih hangat di wilayah seluas itu berarti suhu rata-rata global biasanya juga melonjak.

El Nino diperkirakan akan terus menguat hingga Natal dan berada di jalur untuk menjadi yang terkuat dalam beberapa abad terakhir. Kondisi ini dapat menyebabkan suhu laut naik lebih tinggi lagi.

Para ilmuwan mengatakan suhu panas yang begitu luas di seluruh planet ini adalah tanda jelas dari meningkatnya efek perubahan iklim akibat ulah manusia terhadap lautan di dunia.

Lautan lebih hangat turut memicu cuaca lebih ekstrem. Kondisi ini dapat menyuplai badai dengan kelembapan dan energi ekstra, serta dapat mengintensifkan gelombang panas daratan di beberapa wilayah pesisir dengan cara mengurangi efek pendinginan dari angin laut.

Air lebih hangat juga akan memuai dan memakan lebih banyak ruang yang menaikkan permukaan laut dan membawa risiko banjir pesisir yang lebih besar. Sementara suhu panas laut yang intens dapat menghancurkan habitat laut, seperti terumbu karang.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar

13 October 2026 - 12:39 WIB

Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang

13 October 2026 - 12:36 WIB

Belum Capai Puncak, El Nino Sudah Picu Rekor Suhu di Pasifik

13 October 2026 - 12:31 WIB

Pakar Ungkap Penyebab Fenomena Retakan Tanah di Kalimantan

13 October 2026 - 12:28 WIB

Apple Gandeng Saingan Samsung Garap Sumber Duit Baru

13 October 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle