Lagi, Kontraktor Jalan di Bogor Mangkir

kontraktor-jalanUntuk kedua kalinya, 5 kontraktor perbaikan jalan di Kota Bogor tak memenuhi panggilan Komisi C DPRD Kota Bogor, Senin (27/11/2017). Mangkirnya ke 5 kontraktor tersebut jelas membuat Komisi C makin kecewa dan mempertanyakan pertanggungjawaban para kontraktor tersebut.
Menurut  perwakilan Dinas PUPR, ke 5 perusahaan kontraktor pelaksana pembangunan beton di kawasan Empang-Pancasan -Pasir Kuda dan perbatasan kota tersebut tidak hadir lantaran sakit.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Wawan Gunawan mengatakan, semua hasil pekerjaan betonisasi yang mengalami kerusakan dan retak retak, akan segera diperbaiki kontraktor pelaksana. Selain itu, terkait hasil pekerjaan proyek rigid (pengecoran) yang sudah diserahkan kepada Dinas PUPR karena sudah selesai 100 persen, seperti di Empang sampai Pancasan, akan segera diperbaiki, karena masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan.
“Semua jalan beton yang rusak dan retak retak akan segera diperbaiki oleh pihak kontraktor pelaksana. Jadi tidak hanya jalan beton yang di Empang saja, tetapi titik jalan beton lainnya juga akan diperbaiki. Itu semua sudah menjadi tanggung jawab pihak kontraktor sepenuhnya, karena ada masa pemeliharaan selama enam bulan,” tandasnya.
Wawan menambahkan, Dinas PUPR dan konsultan pengawas akan mengecek semua jalan-jalan beton yang rusak dan retak retak. “Yang pasti hasil pekerjaan betonisasi sesuai spesifikasi, kerusakan beton terjadi karena masalah teknis. Mereka hari ini tak hadir karena sakit,” kata Wawan
“Tidak ada satupun pihak kontraktor pelaksana dan konsultan yang hadir.  Alasan mereka tidak hadir karena sakit, berdasarkan keterangan yang disampaikan Kabid PUPR Wawan Gunawa.
Menanggapi ketidakhadiran kontraktor dalam undangan kedua ini, membuat pembahasan substansi pekerjaan proyek jalan beton di Kota Bogor tidak bisa dibahas. Menurut ketua Komisi C Laniasari, pihaknya akan kembali mengagendakan pertemuan rapat bersama dengan mitra kerja Komisi C. 
“Dinas PUPR mengakui sejumlah proyek pembangunan beton banyak yang mengalami kerusakan atau amburadul, bahkan bukan hanya di Jalan Empang, tetapi titik wilayah lainnya juga mengalami rusak rusak. PUPR berjanji akan segera memperbaiki semua jalan beton yang rusak dan retak. Dengan adanya perbaikan jalan beton di Empang, itu membuktikan bahwa hasil pekerjaan protek betonisasi itu memang amburadul,” tegas Lania.
reporterpratama
print

You may also like...