Menu

Dark Mode
Postingan AI Slop di LinkedIn Kini Bisa Dilaporkan IPhone dan Mac Laris Manis, tetapi Terhambat Kelangkaan Cip Google Earth Disuntik Nano Banana, Bisa Apa Saja? Merawat Aksara Nusantara agar Tak Punah di Era Digital Pulau Kecil Ini Jadi Rebutan Negara Besar, Bisa Ubah Peta Geopolitik Situs Romawi Diklaim Berusia 2.000 Tahun, Ternyata Abal-abal

Kabar Lifestyle

Situs Romawi Diklaim Berusia 2.000 Tahun, Ternyata Abal-abal

badge-check


					Bangunan yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai salah 
satu amfiteater Romawi tertua di dunia ternyata hanyalah rekayasa 
modern. (Foto: Google Maps)
Perbesar

Bangunan yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai salah satu amfiteater Romawi tertua di dunia ternyata hanyalah rekayasa modern. (Foto: Google Maps)

Bangunan yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai salah satu amfiteater Romawi tertua di dunia ternyata hanyalah rekayasa modern. Arkeolog membuktikan ‘situs kuno abal-abal’ tersebut bukan peninggalan Kekaisaran Romawi.

Temuan itu berujung pada hukuman bagi pembuatnya. Pengadilan Italia menjatuhkan hukuman dua tahun empat bulan penjara kepada Franco Malosso von Rosenfranz (69) atas kasus penipuan, pembangunan ilegal, pemalsuan karya seni, dan pembuatan artefak tanpa izin. Ia juga didenda 3.000 Euro setelah bertahun-tahun menarik biaya 40 Euro dari wisatawan yang percaya bangunan itu merupakan situs Romawi kuno.

Selama bertahun-tahun, Malosso mengklaim bangunan yang dinamainya Berico Maritime Amphitheatre itu berasal dari tahun 393 M dan merupakan salah satu amfiteater tertua sekaligus terbesar di dunia.

Mengutip laporan EuroNews, Sabtu (1/8/2026) ia bahkan mengarang kisah bahwa Julius Caesar pernah singgah di sana sepulang dari Mesir bersama Cleopatra, serta mengaitkannya dengan tokoh fiksi Juliet Capulet. Klaim tersebut sempat membuat pemerintah setempat memasukkan lokasi itu ke panduan wisata yang didanai Uni Eropa.

Kecurigaan mulai muncul pada 2016 hingga polisi Italia melibatkan arkeolog untuk menyelidiki situs tersebut. Tim arkeolog menemukan berbagai material yang mustahil berasal dari era Romawi, seperti fiberglass, kolom dari papier-mâché, balok plester, dan patung yang dibuat pada awal 2000-an.

Penyelidikan juga memanfaatkan citra satelit yang menunjukkan Malosso lebih dulu membersihkan sebuah bukit sebelum membangun ‘reruntuhan kuno’ tersebut. Dengan kata lain, struktur itu tidak pernah ada pada citra lama sehingga klaim sebagai peninggalan Romawi langsung terpatahkan.

Selain analisis material, para ahli membandingkan klaim sejarah dengan fakta. Salah satunya, Julius Caesar hidup sekitar 400 tahun sebelum bangunan itu diklaim dibangun. Begitu pula kisah Juliet Capulet yang sebenarnya berlatar di Verona, bukan Vicenza.

Kasus ini menunjukkan bahwa arkeologi modern tidak hanya berfungsi menemukan situs bersejarah, tetapi juga menguji keaslian suatu temuan melalui analisis material, stratigrafi, bukti sejarah, hingga teknologi penginderaan jauh.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Postingan AI Slop di LinkedIn Kini Bisa Dilaporkan

1 August 2026 - 15:08 WIB

IPhone dan Mac Laris Manis, tetapi Terhambat Kelangkaan Cip

1 August 2026 - 15:05 WIB

Google Earth Disuntik Nano Banana, Bisa Apa Saja?

1 August 2026 - 15:02 WIB

Merawat Aksara Nusantara agar Tak Punah di Era Digital

1 August 2026 - 14:59 WIB

Pulau Kecil Ini Jadi Rebutan Negara Besar, Bisa Ubah Peta Geopolitik

1 August 2026 - 14:56 WIB

Trending on Kabar Lifestyle