Menu ✖

Dark Mode
K-24 Siap Gelar Fun Run Ramah Keluarga di GIK UGM Horor Antrean iPhone 18 Pro, Warga Tunggu Semalaman Hingga Rusuh Rahasia Besar OpenAI Bocor Gara-Gara Karyawan Resign ke Apple Netflix Mau PHK 1.000 Karyawan, Ternyata Ini Penyebabnya Ditangkap, Mata-Mata Pencipta ChatGPT Mau Kabur ke Arab Saudi China Siap Mengubah Dunia-Tendang Amerika, Begini Taktik Xi Jinping

Kabar Lifestyle

Situs Romawi Diklaim Berusia 2.000 Tahun, Ternyata Abal-abal

badge-check


					Bangunan yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai salah 
satu amfiteater Romawi tertua di dunia ternyata hanyalah rekayasa 
modern. (Foto: Google Maps)
Perbesar

Bangunan yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai salah satu amfiteater Romawi tertua di dunia ternyata hanyalah rekayasa modern. (Foto: Google Maps)

Bangunan yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai salah satu amfiteater Romawi tertua di dunia ternyata hanyalah rekayasa modern. Arkeolog membuktikan ‘situs kuno abal-abal’ tersebut bukan peninggalan Kekaisaran Romawi.

Temuan itu berujung pada hukuman bagi pembuatnya. Pengadilan Italia menjatuhkan hukuman dua tahun empat bulan penjara kepada Franco Malosso von Rosenfranz (69) atas kasus penipuan, pembangunan ilegal, pemalsuan karya seni, dan pembuatan artefak tanpa izin. Ia juga didenda 3.000 Euro setelah bertahun-tahun menarik biaya 40 Euro dari wisatawan yang percaya bangunan itu merupakan situs Romawi kuno.

Selama bertahun-tahun, Malosso mengklaim bangunan yang dinamainya Berico Maritime Amphitheatre itu berasal dari tahun 393 M dan merupakan salah satu amfiteater tertua sekaligus terbesar di dunia.

Mengutip laporan EuroNews, Sabtu (1/8/2026) ia bahkan mengarang kisah bahwa Julius Caesar pernah singgah di sana sepulang dari Mesir bersama Cleopatra, serta mengaitkannya dengan tokoh fiksi Juliet Capulet. Klaim tersebut sempat membuat pemerintah setempat memasukkan lokasi itu ke panduan wisata yang didanai Uni Eropa.

Kecurigaan mulai muncul pada 2016 hingga polisi Italia melibatkan arkeolog untuk menyelidiki situs tersebut. Tim arkeolog menemukan berbagai material yang mustahil berasal dari era Romawi, seperti fiberglass, kolom dari papier-mâché, balok plester, dan patung yang dibuat pada awal 2000-an.

Penyelidikan juga memanfaatkan citra satelit yang menunjukkan Malosso lebih dulu membersihkan sebuah bukit sebelum membangun ‘reruntuhan kuno’ tersebut. Dengan kata lain, struktur itu tidak pernah ada pada citra lama sehingga klaim sebagai peninggalan Romawi langsung terpatahkan.

Selain analisis material, para ahli membandingkan klaim sejarah dengan fakta. Salah satunya, Julius Caesar hidup sekitar 400 tahun sebelum bangunan itu diklaim dibangun. Begitu pula kisah Juliet Capulet yang sebenarnya berlatar di Verona, bukan Vicenza.

Kasus ini menunjukkan bahwa arkeologi modern tidak hanya berfungsi menemukan situs bersejarah, tetapi juga menguji keaslian suatu temuan melalui analisis material, stratigrafi, bukti sejarah, hingga teknologi penginderaan jauh.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Horor Antrean iPhone 18 Pro, Warga Tunggu Semalaman Hingga Rusuh

16 October 2026 - 19:13 WIB

Rahasia Besar OpenAI Bocor Gara-Gara Karyawan Resign ke Apple

16 October 2026 - 19:09 WIB

Netflix Mau PHK 1.000 Karyawan, Ternyata Ini Penyebabnya

16 October 2026 - 19:05 WIB

Ditangkap, Mata-Mata Pencipta ChatGPT Mau Kabur ke Arab Saudi

16 October 2026 - 19:03 WIB

China Siap Mengubah Dunia-Tendang Amerika, Begini Taktik Xi Jinping

16 October 2026 - 18:58 WIB

Trending on Kabar Lifestyle