Menu ✖

Dark Mode
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja 14 Kemantren, Petugas Kebersihan, Sanggar Luar Daerah Meriahkan WJNC 2026 Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

Headline

Rayap Menyerang, Kota Bogor Rugi 22,7 M Pertahun

badge-check


					Rayap Menyerang, Kota Bogor Rugi 22,7 M Pertahun Perbesar

image

Kota Bogor menderita kerugian hingga Rp 22,7 miliar per tahun karena serangan rayap. Sebagai wilayah dengan suhu hangat dan kelembaban yang tinggi sepanjang tahun, Kota Bogor menjadi surga bagi rayap.

Hal ini disampaikan Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Profesor Dodi Nandika dalam praorasi Guru Besar di Kampus IPB Baranangsiang, Senin (14/9/2015). Bahkan, sebuah sekolah dasar di Bondongan Kota Bogor pernah ambruk karena diserang rayap beberapa tahun lalu.

Bukti lainnya, kata Dodi, ambruknya pohon di Kebun Raya Bogor awal tahun 2015 lalu juga menunjukkan tidak ada tempat aman di Kota Bogor dari serangan rayap. “Secara klimatologis Bogor ini sesuai untuk rayap. Tanah di Bogor juga kaya organik sehingga rayap suka. Kami pernah dapat laporan serangan rayap di Yasmin dan beberapa perumahan lain di Kota Bogor,” ujarnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Jakarta, terutama Jakarta Selatan. Menurut Dodi, banyaknya kayu yang ditebang secara ilegal membuat rayap semakin merajalela. Salah satunya, dulu masyarakat menggunakan jenis kayu jati atau semacamnya yang kuat terhadap rayap. Namun, seiring dengan semakin menipisnya jenis kayu tertentu, kayu untuk kebutuhan rumah lebih banyak dipasok oleh kayu kualitas jelek.

“Kebanyakan kayu yang dipakai untuk rumah adalah kayu yang pendek umurnya sehingga tidak tahan terhadap serangan rayap,” ujar Dodi. Secara global, laporan serangan rayap terjadi di 45 kota se Indonesia. Dari sejumlah laporan itu terdeteksi bahwa ada 300 spesies rayap yang hidup di Indonesia. Jumlah ini sama dengan 13 persen dari spesies rayap di dunia. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

8 October 2026 - 12:09 WIB

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen

7 October 2026 - 20:43 WIB

Trending on Kabar Bogor