Rayap Menyerang, Kota Bogor Rugi 22,7 M Pertahun

image

Kota Bogor menderita kerugian hingga Rp 22,7 miliar per tahun karena serangan rayap. Sebagai wilayah dengan suhu hangat dan kelembaban yang tinggi sepanjang tahun, Kota Bogor menjadi surga bagi rayap.

Hal ini disampaikan Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Profesor Dodi Nandika dalam praorasi Guru Besar di Kampus IPB Baranangsiang, Senin (14/9/2015). Bahkan, sebuah sekolah dasar di Bondongan Kota Bogor pernah ambruk karena diserang rayap beberapa tahun lalu.

Bukti lainnya, kata Dodi, ambruknya pohon di Kebun Raya Bogor awal tahun 2015 lalu juga menunjukkan tidak ada tempat aman di Kota Bogor dari serangan rayap. “Secara klimatologis Bogor ini sesuai untuk rayap. Tanah di Bogor juga kaya organik sehingga rayap suka. Kami pernah dapat laporan serangan rayap di Yasmin dan beberapa perumahan lain di Kota Bogor,” ujarnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Jakarta, terutama Jakarta Selatan. Menurut Dodi, banyaknya kayu yang ditebang secara ilegal membuat rayap semakin merajalela. Salah satunya, dulu masyarakat menggunakan jenis kayu jati atau semacamnya yang kuat terhadap rayap. Namun, seiring dengan semakin menipisnya jenis kayu tertentu, kayu untuk kebutuhan rumah lebih banyak dipasok oleh kayu kualitas jelek.

“Kebanyakan kayu yang dipakai untuk rumah adalah kayu yang pendek umurnya sehingga tidak tahan terhadap serangan rayap,” ujar Dodi. Secara global, laporan serangan rayap terjadi di 45 kota se Indonesia. Dari sejumlah laporan itu terdeteksi bahwa ada 300 spesies rayap yang hidup di Indonesia. Jumlah ini sama dengan 13 persen dari spesies rayap di dunia. (Deni)

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *