Menu

Dark Mode
Wabah Purba Habisi Pemburu-Pengumpul Siberia 5.500 Tahun Lalu AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online Peringkat Kecepatan Internet Indonesia di Dunia Terbaru Anjlok Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan Sepekan IPO, Harga Saham SpaceX Kini Terus Merosot Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Gemilang di Popwilda 2026

Kabar Lifestyle

Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan

badge-check


					Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan. Planet Mars. (Foto: ESA/HUBBLE/NASA)
Perbesar

Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan. Planet Mars. (Foto: ESA/HUBBLE/NASA)

Membelah bongkahan meteorit dari Mars yang jatuh ke Bumi mengungkap harta karun tak terduga. Tersembunyi dalam pecahan batu tersebut, ilmuwan menemukan beberapa butir garnet, mineral yang belum pernah ditemukan dalam sampel batuan Mars sebelumnya.

Temuan sekecil debu ini memunculkan pertanyaan besar. Di Bumi, garnet umumnya terbentuk di bawah kondisi yang melibatkan panas ekstrem, tekanan tinggi, atau alterasi kimia. Namun, serangkaian kondisi untuk pembentukan garnet belum pernah teridentifikasi di Mars.

Karenanya, meteorit yang kini tersimpan dalam koleksi Royal Ontario Museum ini menyimpan misteri. Apakah garnet di dalamnya benar-benar terbentuk di Mars? Jika iya, proses apa yang menghasilkannya dan kapan? Jika tidak terbentuk di sana, dari mana mineral ini berasal dan bagaimana bisa sampai ke Mars?

“Batuan mengandung garnet ini dapat memberi petunjuk bagaimana Mars berevolusi sepanjang sejarahnya. Temuan ini juga menawarkan wawasan baru terkait lingkungan purba yang mungkin telah membentuk garnet beserta mineral terkait lain,” sebut Tanya Kizovski, ahli geologi planet Brock University yang dikutip detikINET.

Wujud Garnet yang Berbeda
Garnet dikenal berona merah darah pekat. Namun garnet versi Mars ini tak seperti itu. Seperti banyak mineral lain, wujud garnet tak selalu sama. Salah satu varian garnet kaya besi yang dikenal sebagai andradit sering warnanya kuning kehijauan. Warna ini sangat mirip dengan mineral lain yang kerap ditemukan dalam meteorit, sehingga tak terlalu mencolok.

Peneliti hampir saja melewatkan penemuan berharga mereka. “Awalnya, kami mengiranya mineral bernama piroksen (pyroxene) yang memang sangat umum ditemukan, tetapi kemudian kami memutuskan untuk menelitinya lebih lanjut,” sebut Tanya.

Analisis lanjutan tersebut mengonfirmasi mineral itu adalah andradit. Hanya beberapa butir kecil ditemukan dalam sebuah pecahan batuan mungil berukuran sekitar 0,8 x 0,5 milimeter.

Meteorit bernama NWA 8171 ini sebenarnya lama disorot. Ia terdiri dari breksi basaltik, batuan yang terbentuk ketika magma mendingin dan mengeras di sekitar gumpalan mineral-mineral lain.

NWA 8171 menyimpan banyak petunjuk geologi Mars, mulai aliran magma purba hingga informasi yang mungkin tersembunyi di dalam butiran-butiran mineral tersebut. Inilah yang membuat penemuan garnet di NWA 8171 sangat menarik karena mineral ini “pendongeng” luar biasa.

Garnet mampu mengawetkan catatan proses-proses geologis masa lalu, merekam potret unik kondisi suhu dan tekanan saat ia terbentuk. Mineral ini juga dapat digunakan untuk menentukan kerangka waktu dari kondisi tersebut dan sering kali mengandung jejak mineral lain yang dapat mengungkap susunan kimiawi dari lingkungan pembentukannya.

Saat ini, peneliti belum mengetahui seperti apa rupa lingkungan pembentukan tersebut. “Garnet adalah contoh klasik mineral yang sering ditemukan pada batuan metamorf di Bumi. Proses metamorfisme mengubah batuan beku atau sedimen jadi bentuk baru melalui paparan panas ekstrem, tekanan tinggi, atau cairan suhu tinggi,” jelas Kizovski.

“Di Mars, panas dan tekanan yang dibutuhkan untuk menghasilkan garnet melalui proses metamorfisme bisa saja berasal dari benturan meteorit yang menabrak permukaan planet, magma yang naik ke kerak Mars, atau perpaduan keduanya,” imbuhnya. Peneliti juga belum mengesampingkan kemungkinan garnet tersebut tak terbentuk di Mars.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wabah Purba Habisi Pemburu-Pengumpul Siberia 5.500 Tahun Lalu

20 June 2026 - 13:16 WIB

AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online

20 June 2026 - 13:13 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia di Dunia Terbaru Anjlok

20 June 2026 - 13:10 WIB

Sepekan IPO, Harga Saham SpaceX Kini Terus Merosot

20 June 2026 - 13:04 WIB

Apa Penyebab Tubuh Pegal Saat di Ruangan Ber-AC? Ini Kata Dokter

18 June 2026 - 12:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle