Menu

Dark Mode
572 Atlet Kota Bogor Siap Raih 100 Emas Porprov Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas Tirta Pakuan Fokus Ajak Warga dan Sektor Usaha Gunakan Air PDAM Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Pembina, Pramuka Kota Bogor Gelar Karang Pamitran

Kabar Lifestyle

PPATK Sebut Transaksi Judol Anjlok 57% Jadi Rp 155 Triliun

badge-check


					PPATK Sebut Transaksi Judol Anjlok 57% Jadi Rp 155 Triliun. (Foto: Panji Saputro/detikinet) Perbesar

PPATK Sebut Transaksi Judol Anjlok 57% Jadi Rp 155 Triliun. (Foto: Panji Saputro/detikinet)

Indonesia semakin serius menangani judi online (judol). Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, mengungkapkan transaksi terkait judol menurun sangat signifikan.
“Jika 12 bulan sepanjang tahun 2024, transaksi judi online itu sudah sampai mencapai Rp 359 triliun. Per hari ini, di tahun 2025, kita berhasil menekan sampai Rp 155 triliun,” ungkap Ivan di kantor PPATK, Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Artinya sampai kuartal ketiga di tahun 2025 atau saat ini, telah terjadi penurunan transaksi sampai 57% atau Rp 204 triliun. Ivan mengatakan penurunan juga terjadi pada deposit terkait judol.

Dirinya menjelaskan, pada tahun lalu, deposit masyarakat yang bermain judol mencapai Rp 51 triliun sepanjang tahun 2024. Sementara pada 2025 per hari ini, setoran modal untuk berjudi hanya mencapai 24,9 triliun, turun lebih dari 45%.

“Ini tentunya berkat kolaborasi kita semua, khususnya Komdigi ini membuktikan bahwa telah terjadi penurunan akses masyarakat sampai 70% terhadap situs-situs judi online. Pemblokiran situs dan segala macam itu sudah dilakukan, termasuk juga terkait dengan pemblokiran rekening-rekening khusus dengan judi online,” ujar Ivan.

Ivan menyampaikan data lain, yang mana 80% pemain judol di Indonesia ternyata berpenghasilan Rp 5 juta atau kurang. Lalu ia meneruskan, hingga saat ini dibandingkan tahun 2024, jumlah pemain dengan kategori penghasilan rendah sudah berkurang 67,92%.

“Artinya pemain-pemain dengan jumlah penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan itu berkurang sebanyak 67,92%. Secara keseluruhan jumlah pemain judi online per hari ini hingga Q3 kemarin, sudah berkurang 68,32% dibandingkan dengan tahun 2024,” jelas Ivan.

Kendati begitu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengakui bahwa angka Rp 155 triliun yang disampaikan Ivan masih cukup besar. Menurutnya, hal itu menandakan masyarakat Indonesia masih menjadi korban dari judol.

“Jadi meskipun tadi ada penurunan yang signifikan, hari ini kami dengan PPATK kembali menegaskan komitmen untuk kolaborasi. Dan kita akan tambahkan langkah-langkah kolaboratif ke depan,” kata Meutya.

Meutya menambahkan, untuk saat ini timnya sudah berusaha melakukan yang terbaik dalam memberantas judol. Dirinya menyebutkan selain melakukan take down situs-situs ataupun akses, Komdigi juga melaporkan rekening-rekening dan langsung selalu ditangani dengan cepat oleh PPATK.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Pelihara Puluhan Ribu Ular Mematikan, Gadis Ini Dapat Rp 2,5 Miliar

21 April 2026 - 11:17 WIB

Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

19 April 2026 - 13:41 WIB

Total Football VNG Rilis Jelang Piala Dunia 2026, Gandeng Rizky Ridho

19 April 2026 - 13:38 WIB

Trending on Kabar Lifestyle