Menu

Dark Mode
Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia Sah! Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Menkomdigi Ungkap Bank-Dompet Digital untuk Transaksi Judol Rusia Ubah Malam Jadi Terang dengan Cermin Raksasa Antariksa

Kabar Lifestyle

Pencipta ChatGPT Jadi Startup Paling Berharga, Salip SpaceX

badge-check


					OpenAi Foto: Businesstoday Perbesar

OpenAi Foto: Businesstoday

OpenAI, perusahaan induk ChatGPT, baru saja menjadi startup paling bernilai sedunia dengan valuasi USD 500 miliar. Perusahaan besutan Sam Altman ini mengalahkan raksasa lain seperti SpaceX dan ByteDance, perusahaan pemilik TikTok.

Menurut laporan Bloomberg, OpenAI telah mengizinkan penjualan saham sekunder yang memungkinkan karyawan dan mantan karyawannya menjual saham mereka. OpenAI mengizinkan penjualan saham senilai USD 10,3 miliar, namun akhirnya mereka menjual USD 6,6 miliar.

Saham itu dibeli oleh beberapa investor termasuk Softbank, MGX dari Abu Dhabi, perusahaan investasi Thrive Capital, perusahaan manajemen investasi global T. Rowe Price, dan Dragoneer Investment Group.

Penjualan saham ini mendongkrak valuasi OpenAI dari USD 300 miliar menjadi USD 500 miliar, mengalahkan perusahaan lainnya seperti SpaceX dengan valuasi USD 400 miliar dan ByteDance dengan valuasi USD 220 miliar.

Penjualan saham ini bukan putaran pendanaan konvensional, karena uangnya mengalir ke individu pemegang saham, bukan ke kas OpenAI. Meski begitu, penjualan ini merupakan alat retensi ampuh bagi OpenAI untuk menghadapi persaingan dari kompetitor di bidang AI seperti Meta.

Pendanaan terbaru OpenAI diumumkan pada Agustus 2025, ketika mereka memperoleh suntikan dana sebesar USD 40 miliar dengan valuasi USD 300 miliar, seperti dikutip dari TechCrunch, Jumat (3/10/2025).

Softbank, Thrive, T. Rowe Price, dan Dragoneer termasuk dalam investor dalam putaran pendanaan tersebut, bersama perusahaan private equity seperti Blackstone dan TPG, serta pemodal ventura raksasa seperti Sequoia Capital dan Andreessen Horowitz.

OpenAI sendiri sedang membutuhkan dana ratusan miliar dolar untuk mewujudkan proyek AI ambisius. Mereka berkomitmen untuk menghabiskan USD 300 miliar di Oracle Cloud Services selama lima tahun ke depan.

Pada paruh pertama tahun 2025, OpenAI dilaporkan meraup pendapatan sebesar USD 4,3 miliar dengan pengeluaran sebesar USD 2,5 miliar. OpenAI juga terus mengembangkan dan merilis produk baru, seperti AI video generator Sora 2 dan feed media sosialnya yang baru diluncurkan pekan ini.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru

15 July 2026 - 10:31 WIB

Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia

15 July 2026 - 10:23 WIB

Sah! Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

15 July 2026 - 10:19 WIB

Menkomdigi Ungkap Bank-Dompet Digital untuk Transaksi Judol

15 July 2026 - 10:13 WIB

Rusia Ubah Malam Jadi Terang dengan Cermin Raksasa Antariksa

15 July 2026 - 10:10 WIB

Trending on Kabar Lifestyle