Menu ✖

Dark Mode
Evaluasi HUT Ke-270 Kota Jogja, DPRD DIY Minta Anggaran 2027 Harus Berpihak Rakyat Sosiolog UGM: Jangan Musuhi Rakyat dan Mahasiswa Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia

Kabar Bogor

Pemkot Bogor Bantah Terima Uang dari MSJ

badge-check


					Pemkot Bogor Bantah Terima Uang dari MSJ Perbesar

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak menerima kompensasi dari PT. MSJ (Marga Sarana Jabar) berupa uang terkait dampak pohon-pohon karena adanya pembangunan jalan Tol BORR (Bogor Outer Ring Road) seksi IIB di ruas Kedung Badak – Simpang Yasmin, namun PT. MSJ mengganti pohon dari jumlah 423 pohon yang terdampak diganti dengan 1.100 pohon.

“Dari seluruh pohon yang terdampak pembangunan jalan Tol BORR seksi IIB ada yang di bowling (penanaman pohon kembali) dan ditebang, berdasarkan laporan ada 391 pohon yang di bowling dan 32 pohon yang ditebang, jadi kami tidak menerima uang tetapi pohon diganti pohon, ada 1.100 pohon yang sudah diserahkan ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim),” kata Bima saat konferensi pers di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Rabu (31/05/2017).

Dari jumlah 1.100 pohon, 100 pohon merupakan pohon buah yang akan ditempatkan di titik-titik tertentu di Kota Bogor. Namun atas kejadian ini, kedepan Pemkot Bogor harus memiliki desain wilayah mana saja yang cocok untuk ditanami pohon buah-buahan, Pohon Trembesi agar lebih detail bekerja sama dengan berbagai akademisi seperti dari IPB, termasuk memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur mengenai pohon.

“Kami akan bahas menjadi perda inisiatif, mudah-mudahan awal tahun 2018 sudah bisa dibahas dengan DPRD karena saat ini kami fokus Perda mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” ujar Bima.

Ditempat yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT. MSJ Hendro Atmojo menyebut, proyek Tol BORR ini merupakan proyek nasional untuk memperlancar lalu lintas dan diharapkan pembangunan Tol BORR ini dapat rampung secepatnya dengan mempercepat pembangunan selama 100 hari dari rencana awal bulan April 2018 menjadi bulan Februari 2018 selesai.

“Saat ini progress pembangunan Tol BORR seksi IIB sudah mencapai 21,3 persen dan kami akan percepat 100 hari, karena setelah ini Insya Allah di bulan April 2018 kami akan menyambung pembangunan Tol dari Simpang Yasmin hingga Atang Senjaya dan dari Atang Sanjaya sampai ke Salabenda,” sebutnya.

Ia menyebut, saat ini Tol BORR seksi IIA dilintasi setiap harinya sebanyak 46 ribu kendaraan dan diharapkan setelah Tol BORR seksi IIB rampung jumlahnya kendaraan yang akan dilintasi bertambah 10 persen atau menjadi 51 ribu kendaraan.

“Kami melihat traffic di jalan Sholeh Iskandar mencapai 20 ribu kendaraan perharinya, jadi mudah-mudahan 5 ribu kendaaraan bisa pindah keatas (Tol Borr, red) sehingga dapat mengurangi kemacetan disitu,” jelas Hendro.

Hadir pula dalam konferensi pers tersebut, perwakilan dari pelaksana pembangunan Tol Borr seksi IIB PT. Wijaya Karya (Wika), Kepala Disperumkim Kota Bogor Boris Derarusman, Kabid Pertamanan Disperumkim Kota Bogor Yadi Cahyadi.

sumberkotabogor.go.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat

8 October 2026 - 20:42 WIB

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen

7 October 2026 - 20:43 WIB

Trending on Kabar Bogor