Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Lifestyle

OpenAI siapkan platform rekrutmen tenaga kerja berbasis AI

badge-check


					Arsip foto - CEO OpenAI, Sam Altman (kiri) saat acara Conversation with Sam Altman yang diselenggarakan KORIKA dan GDP Venture di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat ). Foto: ANTARA/Farhan Arda Nugraha. Perbesar

Arsip foto - CEO OpenAI, Sam Altman (kiri) saat acara Conversation with Sam Altman yang diselenggarakan KORIKA dan GDP Venture di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat ). Foto: ANTARA/Farhan Arda Nugraha.

OpenAI akan merambah pasar platform rekrutmen tenaga kerja dengan mengumumkan OpenAI Jobs Platform, sebuah layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditargetkan diluncurkan pada pertengahan 2026.

Dilansir dari Tech Crunch pada Jumat, platform ini akan mempertemukan perusahaan dengan calon pekerja melalui sistem pencocokan yang ditenagai AI.

CEO OpenAI for Applications Fidji Simo menyebut layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan menemukan kandidat terbaik sesuai kebutuhan mereka. Menariknya, platform ini juga menyediakan jalur khusus bagi usaha kecil dan pemerintah daerah agar dapat mengakses talenta AI terbaik.

Langkah ini menandai ekspansi OpenAI ke pasar di luar produk konsumen utamanya, ChatGPT. Simo disebut akan mengawasi sejumlah aplikasi baru yang sedang dikembangkan, termasuk Jobs Platform, browser, hingga aplikasi media sosial.

Masuknya OpenAI ke dunia perekrutan tenaga kerja makin signifikan karena LinkedIn yang dimiliki Microsoft, investor terbesar OpenAI sekaligus salah satu mitra utamanya. LinkedIn belakangan sudah memperkuat platformnya dengan fitur-fitur AI untuk membantu pencocokan kandidat dan perusahaan.

Selain itu, OpenAI juga memperluas program OpenAI Academy dengan menghadirkan sertifikasi keterampilan AI atau yang rencananya diuji coba mulai akhir 2025. Program ini disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung inisiatif pemerintah Amerika Serikat untuk memperluas literasi AI.

OpenAI menargetkan dapat membantu sertifikasi 10 juta pekerja di Amerika Serikat pada 2030, dengan Walmart sebagai salah satu mitra utamanya. Meski banyak eksekutif teknologi khawatir AI akan menghilangkan jutaan pekerjaan konvensional, Simo menegaskan bahwa OpenAI berupaya menghadirkan solusi.

Ia mengakui bahwa disrupsi akibat AI tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, menurutnya, OpenAI dapat berperan dengan membantu masyarakat meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi tersebut sekaligus menjembatani mereka dengan perusahaan yang membutuhkan keterampilan berbasis AI.

Sumber: antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

7 August 2026 - 15:13 WIB

Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir

7 August 2026 - 15:08 WIB

Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI

7 August 2026 - 15:00 WIB

Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya

7 August 2026 - 14:57 WIB

Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta

7 August 2026 - 14:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle