Menu

Dark Mode
Dedie Rachim Tinjau Sekretariat DPRD Kota Bogor, Dorong Penataan Aset Lebih Optimal Pemerintah Terus Dorong Penurunan Angka Stunting di Daerah TP PKK Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Sinergi Penyebarluasan Informasi Program Pemerintah Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

Kabar Lifestyle

OpenAI siapkan platform rekrutmen tenaga kerja berbasis AI

badge-check


					Arsip foto - CEO OpenAI, Sam Altman (kiri) saat acara Conversation with Sam Altman yang diselenggarakan KORIKA dan GDP Venture di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat ). Foto: ANTARA/Farhan Arda Nugraha. Perbesar

Arsip foto - CEO OpenAI, Sam Altman (kiri) saat acara Conversation with Sam Altman yang diselenggarakan KORIKA dan GDP Venture di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat ). Foto: ANTARA/Farhan Arda Nugraha.

OpenAI akan merambah pasar platform rekrutmen tenaga kerja dengan mengumumkan OpenAI Jobs Platform, sebuah layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditargetkan diluncurkan pada pertengahan 2026.

Dilansir dari Tech Crunch pada Jumat, platform ini akan mempertemukan perusahaan dengan calon pekerja melalui sistem pencocokan yang ditenagai AI.

CEO OpenAI for Applications Fidji Simo menyebut layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan menemukan kandidat terbaik sesuai kebutuhan mereka. Menariknya, platform ini juga menyediakan jalur khusus bagi usaha kecil dan pemerintah daerah agar dapat mengakses talenta AI terbaik.

Langkah ini menandai ekspansi OpenAI ke pasar di luar produk konsumen utamanya, ChatGPT. Simo disebut akan mengawasi sejumlah aplikasi baru yang sedang dikembangkan, termasuk Jobs Platform, browser, hingga aplikasi media sosial.

Masuknya OpenAI ke dunia perekrutan tenaga kerja makin signifikan karena LinkedIn yang dimiliki Microsoft, investor terbesar OpenAI sekaligus salah satu mitra utamanya. LinkedIn belakangan sudah memperkuat platformnya dengan fitur-fitur AI untuk membantu pencocokan kandidat dan perusahaan.

Selain itu, OpenAI juga memperluas program OpenAI Academy dengan menghadirkan sertifikasi keterampilan AI atau yang rencananya diuji coba mulai akhir 2025. Program ini disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung inisiatif pemerintah Amerika Serikat untuk memperluas literasi AI.

OpenAI menargetkan dapat membantu sertifikasi 10 juta pekerja di Amerika Serikat pada 2030, dengan Walmart sebagai salah satu mitra utamanya. Meski banyak eksekutif teknologi khawatir AI akan menghilangkan jutaan pekerjaan konvensional, Simo menegaskan bahwa OpenAI berupaya menghadirkan solusi.

Ia mengakui bahwa disrupsi akibat AI tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, menurutnya, OpenAI dapat berperan dengan membantu masyarakat meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi tersebut sekaligus menjembatani mereka dengan perusahaan yang membutuhkan keterampilan berbasis AI.

Sumber: antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

21 September 2026 - 20:44 WIB

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle