Menu

Dark Mode
Maling Kabur Pakai Taksi Robot Waymo, Sudah 6 Bulan Belum Tertangkap Ketika Sang Bapak AI Malah Cerita Seram Sambil Kasih Peringatan Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini Komdigi Tegaskan Aturan Pembatasan Akses Medsos Anak Bukan Larangan Pria Jarang Bergerak Rentan Alami Gangguan Saluran Kemih Optimalkan Aliran Air 24 Jam, Tirta Pakuan Lakukan Komisioning

Kabar Lifestyle

Misi Artemis II Resmi Meluncur, Manusia Kembali Menuju Bulan

badge-check


					NASA meluncurkan misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun. Empat astronaut akan mengorbit Bulan untuk uji sistem navigasi dan kehidupan. (Foto: REUTERS/Joe Skipper) Perbesar

NASA meluncurkan misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun. Empat astronaut akan mengorbit Bulan untuk uji sistem navigasi dan kehidupan. (Foto: REUTERS/Joe Skipper)

NASA resmi meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Peluncuran ini menandai momen bersejarah sebagai misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir.

Roket lunar baru NASA, Space Launch System (SLS) lepas landas pada Rabu (1/4) pukul 18.35 waktu setempat atau pada Kamis (2/4) pukul 5.35 WIB.

Melansir Space, misi ini membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika Serikat (AS), serta Jeremy Hansen dari Kanada. Menggunakan wahana antariksa Orion, mereka dijadwalkan untuk mengorbit Bulan tanpa mendarat, guna menguji sistem navigasi dan pendukung kehidupan di ruang angkasa dalam.

Kehadiran Koch dan Glover dalam misi ini juga mencatatkan sejarah baru sebagai perempuan dan orang kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan menuju satelit alami Bumi tersebut.

Selama perjalanan, para astronot akan melakukan serangkaian uji coba komunikasi laser berkecepatan tinggi dan manuver kedekatan orbital yang akan menjadi standar baru dalam eksplorasi ruang angkasa modern.

Artemis II merupakan misi berawak pertama dalam Program Artemis. Misi ini sekaligus menandai penerbangan perdana roket lunar baru NASA, Space Launch System (SLS).

Mereka akan menjalani misi sepuluh hari mengorbit Bulan tanpa mendarat, mirip dengan misi Apollo 8 pada 1968.

Misi ini bertujuan menguji sistem pendukung kehidupan (life support system) pada wahana antariksa Orion untuk memastikan astronaut sebelum pendaratan di permukaan Bulan pada misi Artemis III.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Maling Kabur Pakai Taksi Robot Waymo, Sudah 6 Bulan Belum Tertangkap

12 June 2026 - 19:48 WIB

Ketika Sang Bapak AI Malah Cerita Seram Sambil Kasih Peringatan

12 June 2026 - 19:35 WIB

Komdigi Tegaskan Aturan Pembatasan Akses Medsos Anak Bukan Larangan

12 June 2026 - 19:25 WIB

Pria Jarang Bergerak Rentan Alami Gangguan Saluran Kemih

12 June 2026 - 19:22 WIB

REKA Bogor Gelar Rekaloka 2026, Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Naik Kelas

11 June 2026 - 08:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle