Menu

Dark Mode
Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini Halusinasi AI Nyaris Picu Perang AS-China

Kabar Lifestyle

Misi Artemis II Resmi Meluncur, Manusia Kembali Menuju Bulan

badge-check


					NASA meluncurkan misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun. Empat astronaut akan mengorbit Bulan untuk uji sistem navigasi dan kehidupan. (Foto: REUTERS/Joe Skipper) Perbesar

NASA meluncurkan misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun. Empat astronaut akan mengorbit Bulan untuk uji sistem navigasi dan kehidupan. (Foto: REUTERS/Joe Skipper)

NASA resmi meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Peluncuran ini menandai momen bersejarah sebagai misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir.

Roket lunar baru NASA, Space Launch System (SLS) lepas landas pada Rabu (1/4) pukul 18.35 waktu setempat atau pada Kamis (2/4) pukul 5.35 WIB.

Melansir Space, misi ini membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika Serikat (AS), serta Jeremy Hansen dari Kanada. Menggunakan wahana antariksa Orion, mereka dijadwalkan untuk mengorbit Bulan tanpa mendarat, guna menguji sistem navigasi dan pendukung kehidupan di ruang angkasa dalam.

Kehadiran Koch dan Glover dalam misi ini juga mencatatkan sejarah baru sebagai perempuan dan orang kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan menuju satelit alami Bumi tersebut.

Selama perjalanan, para astronot akan melakukan serangkaian uji coba komunikasi laser berkecepatan tinggi dan manuver kedekatan orbital yang akan menjadi standar baru dalam eksplorasi ruang angkasa modern.

Artemis II merupakan misi berawak pertama dalam Program Artemis. Misi ini sekaligus menandai penerbangan perdana roket lunar baru NASA, Space Launch System (SLS).

Mereka akan menjalani misi sepuluh hari mengorbit Bulan tanpa mendarat, mirip dengan misi Apollo 8 pada 1968.

Misi ini bertujuan menguji sistem pendukung kehidupan (life support system) pada wahana antariksa Orion untuk memastikan astronaut sebelum pendaratan di permukaan Bulan pada misi Artemis III.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan

19 September 2026 - 19:57 WIB

Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG

19 September 2026 - 19:54 WIB

Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?

19 September 2026 - 19:49 WIB

Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan

19 September 2026 - 19:45 WIB

Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

19 September 2026 - 19:41 WIB

Trending on Kabar Lifestyle