Menu ✖

Dark Mode
Mentan Amran Sebut Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah Mentan Amran Puji Produktivitas Kedelai UGM Sosialisasi SPAB, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah Pemkot Bogor Cari Solusi Tambahan PAD, Gapensi Siap Kolaborasi Dedie Rachim Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat Pemkot Bogor Targetkan Penurunan Kabel Udara Sepanjang 20 Kilometer

Headline

Mentan Amran Sebut Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah

badge-check


					Mentan Amran Sebut Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah Perbesar

 

Jogjakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan beras nasional dalam kondisi amat aman meski tantangan musim kemarau dan kekeringan masih membayangi puluhan ribu hektar lahan pertanian di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini menyentuh angka 4,5 juta ton. Capaian ini tercatat sebagai rekor cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia untuk periode bulan Oktober.

“Sekarang nih stok kita ada di gudang 4,5 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah di bulan Oktober. Itu 4,5 juta ton, tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri,” ujarnya, saat mengunjungi Laboratorium Lapangan Pusat Inovasi dan Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Berbah, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis 15 Oktober 2026.

Namun, Amran tak memungkiri, berdasarkan laporan terbaru Kementan, dampak kemarau telah menyebabkan sekitar 30 ribu hektar lahan sawah mengalami kekeringan. Kendati demikian, ia optimistis target swasembada pangan berkelanjutan nasional tidak akan terganggu.

“Ini laporan terakhir itu 30 ribuan (hektar lahan kering). Tapi itu insyaallah swasembada berkelanjutan aman karena stok kita banyak,” tegas Amran.

Untuk menekan dampak kekeringan agar tidak meluas, Kementan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi terukur di lapangan. Di antaranya lewat optimalisasi pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, hingga penyaluran benih varietas unggul yang tahan terhadap cuaca kering.

Selain itu, peningkatan produktivitas lahan terus digenjot melalui penerapan metode pertanian modern, salah satunya metode AAS.

“Jadi, insyaallah dengan kekeringan ini, kita sudah melakukan pompanisasi, perbaikan irigasi, ada optimalisasi lahan, kemudian benih tahan kering, kemudian produktivitas kita tingkatkan dengan metode AAS, itu bisa naik dua kali lipat. Nah, langkah-langkah ini untuk memitigasi risiko kekeringan,” pungkas Amran. k-olff

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mentan Amran Puji Produktivitas Kedelai UGM

15 October 2026 - 22:19 WIB

Pemkot Bogor Cari Solusi Tambahan PAD, Gapensi Siap Kolaborasi

15 October 2026 - 13:46 WIB

Terpangkas Sampai 74 Persen, DPRD DIY Desak Pusat Normalisasi Anggaran Transfer

14 October 2026 - 17:25 WIB

Satu Kelurahan di Sleman Terima 100 Juta

14 October 2026 - 17:19 WIB

Pakar Kehutanan UGM Bongkar Penyebab Karhutla RI Sulit Padam

14 October 2026 - 16:44 WIB

Trending on Headline