Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar PDAM

Lewati IPA, Air Tirta Pakuan Aman Digunakan Masyarakat

badge-check


					Lewati IPA, Air Tirta Pakuan Aman Digunakan Masyarakat Perbesar

Air minum yang dikelola oleh Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tidak sembarangan didistribusikan ke pelanggannya di Kota Bogor. BUMD milik Pemkot Bogor ini terlebih dahulu melakukan tahapan uji klinis di Instalasi Pen­golahan Air (IPA) sebelum mendistribusikan air ke pelanggan.

Demikian dikatakan  Dirtek Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf. Menurutnyan IPA ini digunakan untuk menyaring air lebih bersih supaya bisa dikonsumsi seluruh pelanggannya.IPA terdiri dari berbagai unit, intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.

Flokulasi, sambungnya, merupakan salah satu cara pengolahan limbah cair untuk menghilangkan partikel-partikel yang terdapat di dalamnya. Sedangkan koagulasi diartikan sebagai proses kimia fisik dari pen­campuran bahan koagulan ke dalam aliran limbah dan selanjutnya diaduk cepat da­lam bentuk larutan tercampur.

”Keunggulannya adalah untuk pengolahan permukaan air yang keruh,” kata Dirtek.

Ardani menambahkan, unit ter­sebut terbagi atas IPA Dekeng 1.000 l/det Zona 4 dan IPA Katulampa 300 l/det Zona 7. ”Termasuk IPA Cipaku 300 l/det pada Zona 3, IPA Rancamaya 35 l/det Zona 1, dan IPA Palasari 50 l/det Zona 5,” jelas dia.

Ardani menuturkan, IPA tersebut merupakan bangunan untuk mengolah permukaan air keruh agar jernih dan kemudian disalurkan (dialirkan, red) masuk melalui intake untuk ditampung terlebih dahulu sebelum diolah.

”Untuk unit koagulasi yaitu proses pertama air baku, pemberian kimia Poly Alumunium Chloride atau PAC yang dicampurkan ke air baku,” ujarnya.

Selanjutnya, masuk ke unit flokuasi, air baku akan mem­bentuk gumpalan yang mulai terpisah antara lumpur dengan air. Kemudian pada unit sen­dimental, gumpalan lumpur sudah benar-benar terpisah dengan air, dan air naik ke permukaan.

”Untuk filterasi, air yang sudah bersih disaring kem­bali menggunakan pasir ku­arsa, sehingga bisa mengha­silkan air yang maksimal,” tandasnya.

”Sedangkan pada tahap akhir yaitu proses desinfeksi yakni pembunuhan kuman dan bakteri, juga adanya proses sempling laboraturium,” tutup dia.

penulis pratama/rls

editor Aldho Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tirta Pakuan Gencar Layanan Lumpur Tinja Terjadwal

26 October 2026 - 11:39 WIB

Tirta Pakuan Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

10 October 2026 - 11:54 WIB

Jaga Air Tetap Jernih dan Berkualitas, Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa

17 September 2026 - 10:30 WIB

TPAS Terbakar, Tirta Pakuan Salurkan Air Bersih dan Logistik ke Galuga

13 September 2026 - 10:43 WIB

Peduli Kesehatan Warga, Tirta Pakuan Gelar Pengobatan Gratis

5 August 2026 - 11:37 WIB

Trending on Kabar PDAM