Menu ✖

Dark Mode
Tekan Angka Stunting, Anggota Komisi IV DPRRI dan Wakil Wali Kota Bogor Bagikan Ikan Beku Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan

Headline

Lewat Kampung Angker, Mesin Motor Mendadak Mati

badge-check


					Lewat Kampung Angker, Mesin Motor Mendadak Mati Perbesar

Sebuah kawasan penuh batu putih di Malaysia memiliki kisah-kisah mistis yang sulit dinalar oleh akal. Kawasan yang disebut dengan Kampung Batu Puteh itu terletak di Batu Pahat, Johor.

Sebelumnya kampung itu bernama Kampung Haji Senawi. Konon, kampung tersebut dibuka pertama kali oleh Haji Senawi, seorang pendatang dari Indonesia pada tahun 1876.

Warga yang melintas di sekitar kawasan ini sering melihat batu putih berukuran besar. Nama desa tersebut kemudian diubah menjadi Kampung Batu Puteh.

Baru-baru ini, seorang warga Malaysia, bernama Hazli, bercerita tentang keangkeran Kampung Batu Puteh.

Kampung Batu Puteh ini terletak di ujung jalan perkebunan kelapa sawit di Parit Sulong, dekat dengan tangki air.

Ada papan besar di sana dengan tulisan Warisan Sejarah Batu Puteh. Di dekatnya terlihat tumpukan batu putih berukuran besar dan kecil.

Saat ini, Kampung Batu Puteh sudah tidak ada penghuninya karena telah berubah jadi hutan dan semak belukar.

Menurut Hazli, dahulu banyak cerita aneh tentang daerah penuh dengan batu putih ini. Di masa lalu, sepeda motor akan mati setiap melintas kawasan itu.

” Mesin motor tiba-tiba mati. Kita terpaksa mendorongnya. Namun setelah melewati area batu itu, mesin bisa menyala lagi,” kata Hazli.

Ada juga cerita penduduk yang melihat pusaran angin puting beliung besar keluar dari arah Kampung Batu Puteh sebelum lenyap begitu saja.

Pernah juga ada seorang penduduk yang mau pergi ke kebun pagi-pagi merasa heran melihat kawasan itu penuh dengan orang.

Karena penasaran, dia masuk area Kampung Batu Puteh dan terkejut karena ada banyak rumah seperti sebuah perkampungan.

” Ada banyak penduduk, tapi dia tidak kenal mereka semua. Merasa takut, dia mencoba keluar dari perkampungan itu, tapi seperti berputar-putar saja,” kata Hazli.

Ketika orang itu berhasil keluar, hari ternyata sudah mulai gelap. Lebih aneh lagi, saat dia menoleh ke belakang, perkampungan itu hilang. Hanya tinggal hutan dan semak belukar yang gelap.

Hazli mengatakan, menurut kata orang-orang tua dulu, kawasan Batu Puteh ada ‘penjaganya’. Konon ada perkampungan makhluk halus di kawasan tersebut.

Karena menganggap Kampung Batu Puteh adalah kawasan yang angker, banyak orang melakukan khurafat di sana.

” Dulu kawasan ini jadi tempat melakukan khurafat. Banyak yang datang untuk melakukan ritual. Mulai dari mendapatkan nomor buntut, minta harga, ingin cantik dan banyak lagi,” kata Hazli.

Tapi sekarang kegiatan seperti sudah tidak ada lagi. Penduduk di sekitar sudah menjaga kawasan itu dengan baik.

Mereka membersihkan kawasan itu dan melarang orang luar datang untuk melakukan ritual di situ.

Namun, Hazli menyarankan untuk tidak mencoba mengambil batu putih yang banyak bertebaran di daerah tersebut.

Sebab pernah terjadi, ada orang yang mengambil batu putih berukuran kecil di sana. Keesokan harinya, pria itu datang untuk mengembalikan batu itu.

” Katanya dia tidak tahan dengan gangguan makhluk halus yang diterimanya ketika membawa pulang batu itu,” kata Hazli.

Kata orang itu, ada sosok yang mendatanginya dan memintanya untuk mengembalikan batu putih itu ke tempat asalnya.

Disebutkan saat awal penemuannya dulu, batu-batu di kawasan itu tidak sebanyak sekarang. Orang dulu-dulu mengatakan batu putih ini beranak pinak.

Percaya atau tidak, semua berpulang pada iman kita. Yang pasti, jangan sampai kita kehilangan akidah akibat terlalu percaya dengan hal-hal yang tidak masuk akal.

Sumber: mStar

Foto: MStar/BHplus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

Trending on Headline