Sleman– Kebakaran hebat menghanguskan supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga Trans Home yang berlokasi di Jalan Jogja – Solo Km 11, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Kamis (1/10/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi di jalur utama interkoneksi Jogja – Solo tersebut sempat memicu kemacetan panjang, hingga akhirnya etugas kepolisian terpaksa menutup total arus lalu lintas dari arah timur (Klaten/Solo) menuju barat (Yogyakarta) hingga sekitar pukul 15.10 WIB.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Wiji (38), kepulan asap tebal pertama kali terlihat membumbung tinggi sekitar pukul 13.10 WIB dari arah bagian belakang bangunan.
“Saat kejadian saya melihatnya (asap) sudah mengepul sekitar jam 13.10 WIB. Terus habis itu kita menghubungi (petugas), tetapi lama banget, termasuk dari rekan-rekan damkar. Kita tidak bisa bergerak apa-apa,” ujar Wiji.
Wiji mengungkapkan, kobaran api dengan cepat merembet ke seluruh area bangunan akibat terpaan angin kencang. Terlebuh banyaknya material mudah terbakar di bagian belakang gudang diduga membuat api cepat membesar.
“Awalnya dari sisi belakang selatan, yang ada tumpukan plastik-plastik. Terus karena kena angin, dari belakang itu langsung muter ke depan dan merembet. Semua barang di dalam tidak ada yang terselamatkan, tidak ada kesempatan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, di tengah situasi panik, warga sekitar bersama karyawan sempat bergotong-royong menyelamatkan sejumlah kendaraan yang terparkir di halaman depan Trans Home.
“Kita menyelamatkan motor dan mobil. Kita dorong semua, ada sekitar 7 sampai 8 motor di sini yang sudah diamankan,” ungkapnya.
Terkait keberadaan korban di dalam bangunan saat api membesar, Wiji menyebut sempat beredar informasi adanya dua orang yang terjebak di lantai atas.
“Untuk semua karyawan (sudah keluar), tapi ada informasi katanya ada dua orang masih di atas. Perempuan satu, laki-laki satu, tapi kita juga tidak tahu pasti,” tandas Wiji.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan kepolisian saat ini masih mengumpulkan informasi dari petugas di lapangan. Prioritas utama adalah memastikan proses pemadaman dan pengamanan lokasi berjalan lancar.
“Saat ini petugas masih fokus pada penanganan di lokasi. Untuk penyebab kebakaran, jumlah kerugian maupun informasi lainnya masih menunggu hasil pendataan dari tim yang bertugas,” ujar Argo.
Terkait korban lanjur Argo, ditemukan 2 korban meninggal dunia di lantai 1 dan 2.
“Kami masih mengidentifikasi korban,” katanya.
Hingga berita ini dinaikkan, armada Pemadam Kebakaran Sleman dibantu unit damkar dari wilayah sekitar masih berupaya melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian, sementara kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut. K-olif














