Menu ✖

Dark Mode
Tekan Angka Stunting, Anggota Komisi IV DPRRI dan Wakil Wali Kota Bogor Bagikan Ikan Beku Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan

Kabar Bogor

Tekan Angka Stunting, Anggota Komisi IV DPRRI dan Wakil Wali Kota Bogor Bagikan Ikan Beku

badge-check


					Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin bagikan ikan ke warga. (foto: kominfo) Perbesar

Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin bagikan ikan ke warga. (foto: kominfo)

Kota Bogor-Program Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan terus dijalankan pemerintah untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, tetap mendapat asupan protein yang cukup. Sabtu (3/10/2026) pagi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak masyarakat rutin mengonsumsi ikan demi mendukung kesehatan dan kecerdasan.

Program Gemarikan menyasar warga Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat. Program ini dibawa langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, yang didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Warga Balumbangjaya yang mendapat bantuan berupa ikan beku tersebut merupakan ibu-ibu yang memiliki balita dan sedang hamil. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk membantu menekan angka stunting di Kota Bogor.

“Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Banyak ibu-ibunya yang kekurangan gizi, padahal sedang mengandung atau menyusui. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Endang dalam sambutannya.

Senada, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencatat angka stunting di Kota Bogor masih cukup tinggi.

Karena itu, program Gemarikan menjadi salah satu upaya tambahan pemerintah dalam menangani persoalan stunting.

“Program ini cukup strategis, cukup penting. Karena apa, pada 2045 di usia Indonesia yang ke-100 tahun, anak-anak kita yang nantinya akan jadi Generasi Emas,” jelas Jenal Mutaqin.

Ia menambahkan, anak-anak yang nantinya mengisi Generasi Emas adalah anak-anak yang cerdas, sehat, kuat, dan tentunya memiliki adab yang baik.

Untuk itu, Gemarikan dan berbagai program gizi pemerintah lainnya menjadi langkah persiapan menuju ke sana.

“Program ini program dari negara untuk memberikan gizi kepada anak-anak kita. Dengan harapan mereka bisa mengisi Generasi Emas di 2045 nanti,” harap Jenal Mutaqin. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor

3 October 2026 - 15:43 WIB

China dan Amerika Ternyata Sama Saja, Peneliti Ungkap Fakta Mengerikan

2 October 2026 - 18:09 WIB

Milad ke-81 Gerakan Pemuda Islam, Dedie Rachim: Terus Berikan Kontribusi bagi Bangsa dan Negara

2 October 2026 - 15:38 WIB

Jalan Merdeka Ditata, Pemkot Bogor Tertibkan PKL dan Angkot

1 October 2026 - 15:47 WIB

Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

30 September 2026 - 12:37 WIB

Trending on Kabar Bogor