Larangan SOTR Disambut Baik

Menanggapi larangan bagi para pelajar untuk melakukan saur on the road (SOTR) pada bulan Ramadhan 1436 H, Kepala SMA Negeri 6 Kota Bogor Drs. Maman Suherman, MPd menyambut baik. Bahkan pihaknya sudah mensosialisasikan larangan ini kepada seluruh siswa-siswi SMA Negeri 6 dan menyampaikannya kepada para orang tua dan wali pada rapat kenaikan kelas. Hal tersebut dikatakan Maman yang ditemui usai mendampingi Walikota dan Muspida menemui anak didiknya, Rabu (17/6)

“Larangan ini merupakan wujud kasih sayang dari Walikota beserta Muspida dan jajaran birokrasi yang dibuktikan dengan mendatangi langsung ke SMA Negeri 6 untuk memberikan amanat kepada anak-anak,” kata Maman.

Maman justru tidak ingin prestasi-prestasi yang sudah diraih dan dibangun oleh siswa-siswi SMA Negeri 6, baik prestasi akademik maupun non akademik, tercoreng hanya karena perbuatan segelintir anak yang melakukan vandalisme dan kenakalan lainnya pada saat berlangsungnya SOTR.
Mengenai sanksi yang diberikan kepada siswa yang tidak mematuhi aturan, Maman menjelaskan bahwa di SMA Negeri 6 diberlakukan sistem poin. Artinya, apabila ada siswa yang kedapatan melakukan konvoi atau membawa senjata tajam, sanksinya akan diberikan langsung pihak sekolah. (Tria/Gus)

print

You may also like...