Kutang? Ini Sejarah dan Pencetusnya

Sudah rahasia umum, BH alias Bra alias kutang merupakan penutup aurat khusus untuk kaum perempuan. Dan tidak asing terdengar kata itu.

Memang sedikit vulgar membicarakan penutup aurat perempuan yang satu ini.

Namun, masih sedikit yang mengetahui sejarah dari benda yang dinilai kaum pria sangat menggairahkan bila melihat pasangannya mengenakan benda penutup aurat itu.

Dilansir Tribun Jakarta, rupanya, BH sebenarnya singkatan dari Bahasa Belanda yaitu Buste Houder (BH). Saat diserap Bahasa Indonesia, yang tersisa hanya singkatannya saja.

Nama lain dari BH yang populer diucapkan di Indonesia adalah Kutang. Ini juga menarik. Karena penggunaan nama kutang ternyata ada sejarahnya.
Mengutip Wikipedia, asal usul kata kutang berasal saat masa Deandles menerapkan kerja paksa di Pulau Jawa.

Kala itu di hari pertama pengerjaan proyek pembuatan jalan pos Anyer-Panarukan, banyak budak pribumi baik laki-laki maupun perempuan yang bekerja hanya mengenakan kain semacam cawat.

Sedangkan bagian atas tubuh, mulai dari pusar hingga ke leher nyaris telanjang. Mandor yang bertugas di tempat saat itu adalah orang berkebangsaan Prancis, Don Lopez Comte de Paris.

Dia merasa risih melihat keadaan ini. Ahirnya, ia memotong-motong suatu kain putih dan memberikannya kepada salah satu budak perempuan.

Sambil memberikan kain tersebut pada si budak, dia mengatakan, ”Tutup bagian berharga itu”.

Don Lopez berbicara dalam bahasa Prancis ketika mengatakan hal itu. Dalam bahasa Prancis, berharga adalah coutant.

Budak perempuan itu tidak mengerti mengapa ia diberi kain putih, karena perempuan bertelanjang dada adalah hal yang biasa pada masa itu.

Don Lopez yang merasa jengkel, lalu menunjuk-nunjuk payudara budak tersebut sambil terus-menerus mengatakan Coutant! Coutant!.

Budak-budak pribumi yang melihat keadaan tersebut ahirnya mengerti bahwa kain putih itu dimaksudkan untuk menutup payudara wanita.

Akhirnya, dalam pemahaman mereka, kain putih yang dipakai untuk menutup payudara itu namanya adalah coutant. Yang kemudian melebur dalam ejaan Indonesia menjadi kutang.

Sekarang ini kata Bra sudah mulai menggeser kata Beha dan Kutang. Bra juga ternyata berasal dari Bahasa Prancis, brassiere.

Sumber tribunjakarta

Editor: Adi Kurniawan

print

You may also like...

Leave a Reply