Horee Tol Bogor Inner Ring Road Dilanjut

Setelah sempat tertunda beberapa waktu lalu, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali membahas rencana lanjutan pembangunan jalan Tol Bogor Inner Ring Road (BIRR). Hal tersebut terungkap usah digelar rapat pembahasan tol BIRR yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kamis (8/10/2020).

Menurut Dedie, ke depan Kota Bogor akan membangun beberapa akses jalan baru, salahsatunya tol BIRR. “Pembangunan BIRR memang menjadi salah satu yang masuk ke dalam rencana tata ruang dan masterplan secara keseluruhan. Ini harus bisa diprioritaskan, mana yang paling mungkin kita bangun dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kemudian proses pengadaan tanahnya juga tidak terlalu rumit. Kebetulan, untuk BIRR ini ada lima pengembang dan satu yayasan yang tanahnya terdampak,” kata  Dedie.

Untuk kelima pengembang dan 1 yayasan yang tanahnya terkena rencana proyek BIRR, lanjut Dedie, Pemkot membuat satu skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pengembang dan yayasan  tersebut.


Baca juga: Diduga Karena Ini, Legislator Senayan Meninggal Dunia


“Paling tidak kalau lima pengembang dan satu yayasan ini bisa mengkontribusikan lahannya kepada pemerintah, maka tugas pemerintah untuk pengadaan lahan hanya paling sekitar 10 persenan. Kelima pengembang tersebut yakni PT. GNA, Royal Tajur, Rancamaya, dan sebagian yang sudah selesai di Bogor Nirwana Residence (BNR). Nanti akan di panlok, lalu diukur oleh BPN, baru kita ketahui mana yang harus kita bebaskan atau kontribusi dari pengembang,” jelasnya.

Hal senada dituturkan Kepala Bappeda Kota Bogor, Hanafi. Menurutnya, sejak 2012 lalu, memang sudah pernah ada perjanjian yang disepakati dengan beberapa pengembang. Namun karena satu dan lain hal, prosesnya tertunda.

“Pekerjaan ini perlu kolaborasi antara pemerintah dan pengembang. Hari ini baru pertemuan pertama untuk menyamakan persepsi dulu, berkomitmen, siapa berbuat apa. Baik pemerintah maupun pihak pengembang,” katanya.

Menanggapi rencana Pemkot Bogor yang akan melanjutkan proyek BIRR, Hendra warga Pamoyanan Bogor Selatan, mengaku senang dan sangat mendukung rencana tersebut.

“Rencana BIRR akan mencairkan kepadatan arus lalulintas di tengah kota. Selain itu akan berdampak pada perekonomian warga. Tanah warga yang tadinya tidak ada akses jalan dan harganya murah, ke depan bisa mahal harganya setelah BIRR beroperasi,” katanya.

penulis pratama

editor aldhoherman

print

You may also like...

Leave a Reply