H+1 PPKM Darurat, Bima Ingatkan Warga Soal Prokes dan Sanksi

Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bogor, mobilitas warga terlihat berkurang. Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda yang melakukan patroli sempat menemukan restoran yang masih melayani makan di tempat, Sabtu (3/7/2021).

“Masih ada di titik-titik keramaian, seperti rumah makan yang belum menerapkan PPKM Darurat, yaitu larangan untuk ‘dine in’. Tidak saja kita peringatkan, langsung ada tindakan. Dan kita akan lakukan ini setiap hari, siang dan malam untuk pastikan semuanya taat. Untuk warga saya himbau untuk menerapkan prokes, pakai masker. Jumlah kematian makin tinggi. Bagi yang melanggar kami akan kenakan sanksi,” kata  Bima.

Bima juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor untuk melakukan koordinasi dengan produsen oksigen agar dipercepat proses distribusinya.


Baca juga: Kota Bogor Darurat Covid-19, Jam Malam dan Prokes Diperketat


“Oksigen mulai krisis. Tadi saya pantau di salah satu tempat isi ulang oksigen. Stoknya hampir habis, sementara permintaan sangat tinggi. Saya minta Disperindag langsung koordinasi minta dipastikan tambahan stok suplay dari pabrik-pabrik oksigen di sekitar Bogor untuk Kota Bogor. Jadi perindag harus gerak cepat,” ujar Bima.

Sementara itu Kapolresta Bogor Kota Susatyo yang ikut dalam patroli langsung menindak pengelola rumah makan di Jalan Suryakencana.  Satpol PP pun langsung menyita bangku dan memberikan denda.

“Sudah menjadi ketentuan dari Satgas Covid-19, yaitu apabila ada pelanggaran terhadap ketentuan PPKM Darurat, maka kami akan melakukan penindakan seperti sanksi, ataupun masih bandel maka kami akan melakukan penerapan pidana bagi para pelanggar. Sekali lagi kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ke mana-mana kalau tidak emergency,” ujar Susatyo.

Pelanggaran juga terjadi di Jalan Juanda, Jalan Merdeka dan Jalan Pandu Raya. Sejumlah tempat makan masih melayani makan di tempat (dine in), padahal dalam aturan PPKM Darurat hanya melayani delivery (pesan antar).

Dalam kesempatan tersebut Kapolresta juga berjanji akan menindak tegas apotik/toko obat yang menjual obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tingginya permintaan obat di tengah pandemi, membuat masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan obat-obatan jenis tertentu. Jika ada pun, harganya bisa naik berkali lipat. Kami akan menindak tegas toko obat, apotik atau perorangan yang menaikan harga obat di atas HET ataupun menimbunnya, termasuk soal oksigen,” kata Kapolresta.

Sampai saat ini, lanjut Kapolresta, belum ada laporan yang menjual di atas HET. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika ada oknum-oknum yang menjual obat atau oksigen dengan harga tidak wajar.

Penulis Pratama

Editor Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *