Menu

Dark Mode
Drama Kolosal ‘Pajajaran Gugat’ Tutup Rangkaian Hari Tatar Sunda Dinosaurus Terbesar Asia Tenggara Ditemukan di Thailand 7,3 Juta Pengguna Android Tertipu Aplikasi Mata-mata Palsu Pramugari Digigit Penumpang Saat Penerbangan, Pesawat Mendarat Darurat Arti Kode ‘3 Kata’ dari Pramugari Saat Penumpang Turun Pesawat Serangan Hiu Sepanjang 4 Meter Tewaskan Turis yang sedang Berenang

Kabar Bogor

Drama Kolosal ‘Pajajaran Gugat’ Tutup Rangkaian Hari Tatar Sunda

badge-check


					Sekdakot Bogor Denny Mulyadi. (foto: ist) Perbesar

Sekdakot Bogor Denny Mulyadi. (foto: ist)

Kota Bogor-Rangkaian Hari Tatar Sunda ditutup dengan drama kolosal kesundaan bertajuk Pajajaran Gugat yang dilangsungkan di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).

Dari Kota Bogor, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, didampingi beberapa camat, lurah, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Selama lebih dari empat jam, teatrikal kesundaan yang disutradarai Sudjiwo Tejo tersebut disambut antusias para tamu undangan.

Pertunjukan itu mengangkat kisah “hirup kumbuh” masa Pajajaran dengan balutan seni teatrikal, musik, dan budaya Sunda yang kuat.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa melalui drama kolosal tersebut tersirat pesan penting bagi masyarakat Sunda masa kini.

Tentang bagaimana menyambut hadirnya “Pajajaran Anyar” dengan cara pandang, semangat, dan peradaban baru yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya serta harmoni dengan alam.

“Menggambarkan hubungan harmonis antara jagat besar dan jagat alit, kesatuan manusia dengan alam semesta. Dalam pandangan Sunda, manusia tidak diajarkan untuk hidup berlebihan maupun eksploitatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menambahkan, keberpihakan pada nilai kesundaan bukan hanya soal pagelaran kesenian. Menurutnya, pagelaran merupakan simbol, namun yang paling utama adalah menghadirkan kembali seluruh energi masa lalu untuk masa depan.

Dari sisi pemerintahan, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa setiap kebijakan tidak lepas dari sejarah masa lampau, sehingga dapat dijadikan pelajaran untuk kemajuan di masa depan.

“Sunda bukan watak etnis atau geografis. Sunda merupakan watak ideologis, filosofis, historis, dan sosiologis,” pungkasnya. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengerjaan Trase Baru Batutulis Segera Dimulai, Malam Ini Alat Berat Masuk

15 May 2026 - 21:32 WIB

Pendaftaran Mukota VIII Kadin Kota Bogor Segera Dibuka

14 May 2026 - 17:19 WIB

Dedie Rachim Ajak Warga Isi Libur Panjang dengan Wisata Edukasi

14 May 2026 - 11:13 WIB

Urus KTP Makin Mudah, Sempur Gelar Program LSM

12 May 2026 - 21:48 WIB

Lepas Warga Wisata Religi, Jenal Mutaqin Minta Jaga Keselamatan dan Doakan Kebaikan untuk Kota Bogor

10 May 2026 - 10:14 WIB

Trending on Kabar Bogor