Menu

Dark Mode
Ekspansi Solar Panel di China Picu Penurunan Keanekaragaman Burung Inggris Serahkan Cetak Biru Rudal Penghancur Canggih ke Ukraina Duet Maut El Nino dan Emisi Manusia: Lautan Dunia Membara Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air

Kabar Bogor

Drama Kolosal ‘Pajajaran Gugat’ Tutup Rangkaian Hari Tatar Sunda

badge-check


					Sekdakot Bogor Denny Mulyadi. (foto: ist) Perbesar

Sekdakot Bogor Denny Mulyadi. (foto: ist)

Kota Bogor-Rangkaian Hari Tatar Sunda ditutup dengan drama kolosal kesundaan bertajuk Pajajaran Gugat yang dilangsungkan di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).

Dari Kota Bogor, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, didampingi beberapa camat, lurah, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Selama lebih dari empat jam, teatrikal kesundaan yang disutradarai Sudjiwo Tejo tersebut disambut antusias para tamu undangan.

Pertunjukan itu mengangkat kisah “hirup kumbuh” masa Pajajaran dengan balutan seni teatrikal, musik, dan budaya Sunda yang kuat.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa melalui drama kolosal tersebut tersirat pesan penting bagi masyarakat Sunda masa kini.

Tentang bagaimana menyambut hadirnya “Pajajaran Anyar” dengan cara pandang, semangat, dan peradaban baru yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya serta harmoni dengan alam.

“Menggambarkan hubungan harmonis antara jagat besar dan jagat alit, kesatuan manusia dengan alam semesta. Dalam pandangan Sunda, manusia tidak diajarkan untuk hidup berlebihan maupun eksploitatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menambahkan, keberpihakan pada nilai kesundaan bukan hanya soal pagelaran kesenian. Menurutnya, pagelaran merupakan simbol, namun yang paling utama adalah menghadirkan kembali seluruh energi masa lalu untuk masa depan.

Dari sisi pemerintahan, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa setiap kebijakan tidak lepas dari sejarah masa lampau, sehingga dapat dijadikan pelajaran untuk kemajuan di masa depan.

“Sunda bukan watak etnis atau geografis. Sunda merupakan watak ideologis, filosofis, historis, dan sosiologis,” pungkasnya. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kopi Jadi Bagian Identitas Kota, Bogor Perkuat Cita Rasa Gastronomi

21 August 2026 - 10:14 WIB

Stasiun Bogor Direvitalisasi, KRL Bogor–Lido Cigombong Segera Diaktivasi

20 August 2026 - 10:18 WIB

Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik

9 August 2026 - 22:54 WIB

Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan

9 August 2026 - 19:27 WIB

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Trending on Kabar Bogor