Menu

Dark Mode
Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Masyarakat Bersuara: Udah 18K!

Kabar Bogor

Drama Kolosal ‘Pajajaran Gugat’ Tutup Rangkaian Hari Tatar Sunda

badge-check


					Sekdakot Bogor Denny Mulyadi. (foto: ist) Perbesar

Sekdakot Bogor Denny Mulyadi. (foto: ist)

Kota Bogor-Rangkaian Hari Tatar Sunda ditutup dengan drama kolosal kesundaan bertajuk Pajajaran Gugat yang dilangsungkan di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).

Dari Kota Bogor, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, didampingi beberapa camat, lurah, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Selama lebih dari empat jam, teatrikal kesundaan yang disutradarai Sudjiwo Tejo tersebut disambut antusias para tamu undangan.

Pertunjukan itu mengangkat kisah “hirup kumbuh” masa Pajajaran dengan balutan seni teatrikal, musik, dan budaya Sunda yang kuat.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa melalui drama kolosal tersebut tersirat pesan penting bagi masyarakat Sunda masa kini.

Tentang bagaimana menyambut hadirnya “Pajajaran Anyar” dengan cara pandang, semangat, dan peradaban baru yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya serta harmoni dengan alam.

“Menggambarkan hubungan harmonis antara jagat besar dan jagat alit, kesatuan manusia dengan alam semesta. Dalam pandangan Sunda, manusia tidak diajarkan untuk hidup berlebihan maupun eksploitatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menambahkan, keberpihakan pada nilai kesundaan bukan hanya soal pagelaran kesenian. Menurutnya, pagelaran merupakan simbol, namun yang paling utama adalah menghadirkan kembali seluruh energi masa lalu untuk masa depan.

Dari sisi pemerintahan, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa setiap kebijakan tidak lepas dari sejarah masa lampau, sehingga dapat dijadikan pelajaran untuk kemajuan di masa depan.

“Sunda bukan watak etnis atau geografis. Sunda merupakan watak ideologis, filosofis, historis, dan sosiologis,” pungkasnya. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HJB 544, Dedie-Jenal Beri Penghargaan kepada Masyarakat

3 June 2026 - 23:19 WIB

Hari Jadi Bogor, Ruang Riung Reang Karinding #2 Hidupkan Tradisi Sunda di Alam Terbuka 

31 May 2026 - 18:50 WIB

Wakil Wali Kota Bogor Main Api

30 May 2026 - 20:06 WIB

Cetak Pemimpin Hebat, Pramuka Kota Bogor Gelar Dianpinsat

30 May 2026 - 19:00 WIB

Dua Dekade TDA, Fashion and Culinary Fair Digelar

30 May 2026 - 18:38 WIB

Trending on Kabar Bogor