Menu ✖

Dark Mode
Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana LPS Beberkan Tantangan Baru Stabilitas Sistem Keuangan di Era M-Banking Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027 Modal Bot dan AI, Pria Ini Raup Ratusan Miliar dari Spotify Lalu Dipenjara AI Anthropic Bikin Geger, Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Polisi

Kabar Bogor

Drama Kolosal ‘Pajajaran Gugat’ Tutup Rangkaian Hari Tatar Sunda

badge-check


					Sekdakot Bogor Denny Mulyadi. (foto: ist) Perbesar

Sekdakot Bogor Denny Mulyadi. (foto: ist)

Kota Bogor-Rangkaian Hari Tatar Sunda ditutup dengan drama kolosal kesundaan bertajuk Pajajaran Gugat yang dilangsungkan di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).

Dari Kota Bogor, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, didampingi beberapa camat, lurah, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Selama lebih dari empat jam, teatrikal kesundaan yang disutradarai Sudjiwo Tejo tersebut disambut antusias para tamu undangan.

Pertunjukan itu mengangkat kisah “hirup kumbuh” masa Pajajaran dengan balutan seni teatrikal, musik, dan budaya Sunda yang kuat.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa melalui drama kolosal tersebut tersirat pesan penting bagi masyarakat Sunda masa kini.

Tentang bagaimana menyambut hadirnya “Pajajaran Anyar” dengan cara pandang, semangat, dan peradaban baru yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya serta harmoni dengan alam.

“Menggambarkan hubungan harmonis antara jagat besar dan jagat alit, kesatuan manusia dengan alam semesta. Dalam pandangan Sunda, manusia tidak diajarkan untuk hidup berlebihan maupun eksploitatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menambahkan, keberpihakan pada nilai kesundaan bukan hanya soal pagelaran kesenian. Menurutnya, pagelaran merupakan simbol, namun yang paling utama adalah menghadirkan kembali seluruh energi masa lalu untuk masa depan.

Dari sisi pemerintahan, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa setiap kebijakan tidak lepas dari sejarah masa lampau, sehingga dapat dijadikan pelajaran untuk kemajuan di masa depan.

“Sunda bukan watak etnis atau geografis. Sunda merupakan watak ideologis, filosofis, historis, dan sosiologis,” pungkasnya. kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana

10 October 2026 - 18:50 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat

8 October 2026 - 20:42 WIB

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Trending on Kabar Bogor