Menu

Dark Mode
Polemik Studio Game RI Mau Hengkang Karena Pajak dan Responsnya Ilmuwan Top Amerika Tewas Ditembak, Dunia Sains Berduka Indosat Rilis HiFi Air, Internet Rumah yang Bisa Dibawa Mudik Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Ini Daerah Berpotensi Terdampak Hentikan Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK Eliminasi TBC 2030 : Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi

Headline

Dirjen PTKL Sosialisasi Inovasi IHN 2.0

badge-check


					Dirjen PTKL Sosialisasi Inovasi IHN 2.0 Perbesar

Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan, Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PTKL) bekerja sama dengan FAO Indonesia menggelar konsultasi publik terkait pengembangan metode Inventarisasi Hasil Hutan Nasional (IHN) 2.0 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), Erik Teguh Primiantoro, menyampaikan bahwa IHN 2.0 adalah inovasi yang dikembangkan untuk penyempurnaan kegiatan inventarisasi hutan yang dilaksanakan di seluruh Indonesia sejak tahun 1990 hingga 2024. Inovasi yang disebut dengan IHN 2.0 disusun untuk menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya hutan di masa mendatang.

“Hari ini, kita memasarkan atau mempromosikan inovasi baru dalam bidang kehutanan, yaitu IHN 2.0. Metode ini akan menjadi pilar penting dalam mendukung pemerintahan baru dan kabinet baru, serta menjadi bagian dari upaya mencapai Asta Cita untuk pemanfaatan sumber daya hutan yang berkelanjutan,” kata Erik.

Menurutnya, IHN 2.0 menuntut kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, pelaku usaha, serta masyarakat, termasuk generasi muda.

“IHN membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak karena pengelolaan sumber daya hutan tidak bisa hanya dilakukan dari satu pihak saja. Kita juga melibatkan mahasiswa untuk melakukan praktik magang dalam klaster-klaster IHN yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Erik juga menjelaskan pentingnya integrasi data IHN dengan inventarisasi gas rumah kaca di sektor kehutanan, termasuk pelaporan emisi untuk memperbaiki faktor emisi nasional.

“IHN 2.0 mendukung upaya kita membangun era digitalisasi melalui smart forest management system yang dapat terintegrasi dengan berbagai sistem yang sudah ada,” ucapnya.

Melalui lisensi yang sudah dikembangkan, KLHK berharap IHN 2.0 dapat di-upscale secara internasional, sehingga Indonesia dapat menjadi pionir dalam pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan dan terpadu.

“Diharapkan juga dengan lisensi yang sudah banyak kita lakukan dengan berbagai lisensi yang kita punya bisa di upscaling ke internasional,” pungkasnya. RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol Optimalkan Pendekatan Promotif dan Preventif

25 February 2026 - 12:52 WIB

IPSI Kota Tangsel dan BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU Perlindungan Atlet dan Pelatih

25 February 2026 - 12:43 WIB

Sapa Langsung Pedagang, BPJS Ketenagakerjaan Hadir di Pasar Mayestik Lewat “Yuk Kepasar se-Jakarta

22 February 2026 - 23:10 WIB

BPJS Ketenagakerjaan – DMI Jakarta Selatan Soft Launching Duta BPJS Ketenagakerjaan Berbasis Keummatan

15 February 2026 - 20:13 WIB

Kadispen Kodaeral IV Batam Hadiri Rakornispen TNI 2026 di Cilangkap

13 February 2026 - 17:29 WIB

Trending on Headline