Menu

Dark Mode
BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan Sudah Ada Pura 80 Pro, Apa Alasan Huawei Bawa Mate 80 Pro ke RI?

Headline

Dirjen PTKL Sosialisasi Inovasi IHN 2.0

badge-check


					Dirjen PTKL Sosialisasi Inovasi IHN 2.0 Perbesar

Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan, Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PTKL) bekerja sama dengan FAO Indonesia menggelar konsultasi publik terkait pengembangan metode Inventarisasi Hasil Hutan Nasional (IHN) 2.0 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), Erik Teguh Primiantoro, menyampaikan bahwa IHN 2.0 adalah inovasi yang dikembangkan untuk penyempurnaan kegiatan inventarisasi hutan yang dilaksanakan di seluruh Indonesia sejak tahun 1990 hingga 2024. Inovasi yang disebut dengan IHN 2.0 disusun untuk menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya hutan di masa mendatang.

“Hari ini, kita memasarkan atau mempromosikan inovasi baru dalam bidang kehutanan, yaitu IHN 2.0. Metode ini akan menjadi pilar penting dalam mendukung pemerintahan baru dan kabinet baru, serta menjadi bagian dari upaya mencapai Asta Cita untuk pemanfaatan sumber daya hutan yang berkelanjutan,” kata Erik.

Menurutnya, IHN 2.0 menuntut kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, pelaku usaha, serta masyarakat, termasuk generasi muda.

“IHN membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak karena pengelolaan sumber daya hutan tidak bisa hanya dilakukan dari satu pihak saja. Kita juga melibatkan mahasiswa untuk melakukan praktik magang dalam klaster-klaster IHN yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Erik juga menjelaskan pentingnya integrasi data IHN dengan inventarisasi gas rumah kaca di sektor kehutanan, termasuk pelaporan emisi untuk memperbaiki faktor emisi nasional.

“IHN 2.0 mendukung upaya kita membangun era digitalisasi melalui smart forest management system yang dapat terintegrasi dengan berbagai sistem yang sudah ada,” ucapnya.

Melalui lisensi yang sudah dikembangkan, KLHK berharap IHN 2.0 dapat di-upscale secara internasional, sehingga Indonesia dapat menjadi pionir dalam pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan dan terpadu.

“Diharapkan juga dengan lisensi yang sudah banyak kita lakukan dengan berbagai lisensi yang kita punya bisa di upscaling ke internasional,” pungkasnya. RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Buka Rekrutmen Karyawan, BPJS Ketenagakerjaan Siap Perkuat Layanan dan Perluas Cakupan Kepesertaan

11 April 2026 - 19:22 WIB

Griya Pekerja Batam Curhat ke Direksi BPJS Ketenagakerjaan 

8 April 2026 - 14:34 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

4 April 2026 - 07:09 WIB

Vonis Bebas Amsal Sitepu, Cerminkan Rasa Keadilan

2 April 2026 - 22:13 WIB

Bupati Rudy Susmanto Dites Urine, ASN Pemkab Bogor Tunggu Giliran

2 April 2026 - 20:29 WIB

Trending on Headline