Menu

Dark Mode
Arkeolog Gali Kuburan 700 Tahun Milik Ratu Abad Pertengahan, Temukan Kejutan Meteorit di Gurun Sahara Ternyata Dunia yang Hilang Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android

Headline

Dirjen PTKL Sosialisasi Inovasi IHN 2.0

badge-check


					Dirjen PTKL Sosialisasi Inovasi IHN 2.0 Perbesar

Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan, Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PTKL) bekerja sama dengan FAO Indonesia menggelar konsultasi publik terkait pengembangan metode Inventarisasi Hasil Hutan Nasional (IHN) 2.0 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), Erik Teguh Primiantoro, menyampaikan bahwa IHN 2.0 adalah inovasi yang dikembangkan untuk penyempurnaan kegiatan inventarisasi hutan yang dilaksanakan di seluruh Indonesia sejak tahun 1990 hingga 2024. Inovasi yang disebut dengan IHN 2.0 disusun untuk menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya hutan di masa mendatang.

“Hari ini, kita memasarkan atau mempromosikan inovasi baru dalam bidang kehutanan, yaitu IHN 2.0. Metode ini akan menjadi pilar penting dalam mendukung pemerintahan baru dan kabinet baru, serta menjadi bagian dari upaya mencapai Asta Cita untuk pemanfaatan sumber daya hutan yang berkelanjutan,” kata Erik.

Menurutnya, IHN 2.0 menuntut kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, pelaku usaha, serta masyarakat, termasuk generasi muda.

“IHN membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak karena pengelolaan sumber daya hutan tidak bisa hanya dilakukan dari satu pihak saja. Kita juga melibatkan mahasiswa untuk melakukan praktik magang dalam klaster-klaster IHN yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Erik juga menjelaskan pentingnya integrasi data IHN dengan inventarisasi gas rumah kaca di sektor kehutanan, termasuk pelaporan emisi untuk memperbaiki faktor emisi nasional.

“IHN 2.0 mendukung upaya kita membangun era digitalisasi melalui smart forest management system yang dapat terintegrasi dengan berbagai sistem yang sudah ada,” ucapnya.

Melalui lisensi yang sudah dikembangkan, KLHK berharap IHN 2.0 dapat di-upscale secara internasional, sehingga Indonesia dapat menjadi pionir dalam pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan dan terpadu.

“Diharapkan juga dengan lisensi yang sudah banyak kita lakukan dengan berbagai lisensi yang kita punya bisa di upscaling ke internasional,” pungkasnya. RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Tersangka Buang Tubuh Wanita dari atas Tol Kayumanis, Karena Sakit Hati

25 May 2026 - 18:50 WIB

Libatkan 200 Kader Dasawisma Pulo Gebang, PBPJS Ketenagakerjaan Perluas Edukasi Perlindungan Pekerja hingga Tingkat RT

22 May 2026 - 08:46 WIB

Prabowo Resmikan Museum Marsinah

16 May 2026 - 11:32 WIB

Pengerjaan Trase Baru Batutulis Segera Dimulai, Malam Ini Alat Berat Masuk

15 May 2026 - 21:32 WIB

Trending on Headline