Menu ✖

Dark Mode
Tren Agentic AI Mulai Geser Era Call Center Tradisional Demokrat Menang, Saham Para Raksasa Teknologi Hancur Sejarah Times New Roman, Tahun Berapa Diciptakan? Starlink Mau Bangun Jaringan 5G Sendiri, Siap Saingi Operator Seluler Indonesia Targetkan PLTN Pertama Dibangun 2032, BRIN Soroti Aspek Ini Tim Judo Kota Bogor Tambah Satu Emas di Porprov XV Jabar 2026

Headline

TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

badge-check


					TNI dan warga kompak bangun jembatan. (foto: puspen TNI) Perbesar

TNI dan warga kompak bangun jembatan. (foto: puspen TNI)

Sukabumi-Wujud nyata kekuatan TNI dengan rakyat kembali terlihat dalam pembangunan jembatan gantung di wilayah Koramil 2214/Surade, Kodim Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025). Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat pemulihan akses masyarakat.

Sebelumnya, jembatan lama yang menjadi akses utama warga hanyut dan rusak akibat terjangan deras Sungai Cikarang pada banjir bulan Maret 2025 lalu. Sejak saat itu, setiap hari puluhan pelajar dari kedua kampung terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan arus yang kuat demi bisa tetap bersekolah, karena tak memiliki pilihan lain.

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 50 meter yang selama ini menjadi satu-satunya penghubung benar-benar lenyap, membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan akses pendidikan, ekonomi, serta layanan kesehatan terisolasi. Jembatan gantung yang kini dibangun kembali tersebut membentang sepanjang 80 meter melintasi Sungai Cikarang dan menjadi penghubung vital antara Kampung Bojong Koneng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, dengan Kampung Citaropong, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade.

Keberadaan jembatan ini sangat penting bagi mobilitas warga dari dua wilayah yang memiliki total lebih dari 4.400 kepala keluarga, yakni 2.437 KK di Desa Sirnasari dan 2.058 KK di Desa Mekarmukti. Selain itu, jembatan ini juga menjadi akses utama menuju 14 fasilitas pendidikan yang terdiri dari 8 PAUD, 4 SD, 1 MI, dan 1 MTs, serta 1 unit puskesmas yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.

Dalam proses pembangunan, prajurit TNI bahu-membahu bersama warga setempat, menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Kehadiran TNI tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memberi rasa aman dan optimisme bagi warga yang selama ini terdampak keterbatasan akses. Masyarakat pun menyambut antusias dan turut aktif membantu pengerjaan di lapangan.

Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat kembali membuka akses transportasi, memperlancar kegiatan ekonomi, pendidikan, serta layanan kesehatan masyarakat. Sinergi yang terbangun antara TNI, pemerintah, dan rakyat dalam proses pembangunan ini menjadi cerminan nyata kekuatan gotong royong bangsa Indonesia. Kebersamaan tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun kembali infrastruktur wilayah tersebut, mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat, sekaligus memperkokoh persatuan dan ketahanan nasional. Saefulloh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Korupsi Rp 6,7 Miliar Demi Judol, Eks Pimpinan Bank di Sleman Resmi ditahan

5 November 2026 - 14:41 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Trending on Headline