Menu

Dark Mode
Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026 Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera ​DPRD Kota Bogor Dukung Inovasi Digitalisasi Adminduk di Gebyar Dukcapil Family Fest 2026

Headline

Dirjen PTKL KLHK Optimis Indonesia Mampu Tekan Deforestasi

badge-check


					Dirjen PTKL KLHK Optimis Indonesia Mampu Tekan Deforestasi Perbesar

Indonesia mampu menekan angka Deforestasi yang selama ini menjadi perhatian berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun dunia Internasional. Hal tersebut disampaikan DirekturJenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (Dirjen PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., dalam kegiatan Puncak Hari Konservasi Alam Nasional di Boyolali, Jumat (30/08/2024).

Menurut Hanif Faisol Nurofiq, meskipun ada peningkatan angka deforestasi pada tahun 2023 yang mencapai 145 ribu hektare, dibandingkan dengan 104 ribu hektare pada tahun sebelumnya. Hal tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang menyebabkan kebakaran hutan. Namun, berkat pengendalian yang sistematis, tingkat kerusakan berhasil ditekan.

“Kami terus melakukan korektif action terhadap kebijakan-kebijakan yang telah kami jalankan. Salah satunya adalah larangan untuk penghentian kegiatan baru pada hutan primer, yang hingga saat ini masih terjaga seluas 66,5 juta hektare dan tidak boleh diganggu,” ujar mantan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan ini, yang juga hoby naik gunung ini.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan, upaya penurunan Deforestasi tidak hanya terbatas pada perlindungan hutan primer, tetapi juga melibatkan rehabilitasi lahan secara masif, pengendalian kerusakan ekosistem gambut dan mangrove, serta penegakan hukum yang ketat.

Dirjen Planologi, Hanif Faisol juga mengakui bahwa tantangan dalam menjaga kredibilitas data Deforestasi Indonesia di mata dunia internasional menjadi hal yang penting. Oleh karena itu, KLHK telah bekerja sama dengan organisasi internasional seperti World Resources Institute (WRI) untuk memastikan data Deforestasi yang dihasilkan dapat dipercaya dan diakses secara luas.

“Kerjasama dengan WRI ini penting untuk meningkatkan akurasi dan transparansi data kita. Data yang dikeluarkan oleh WRI, yang diolah dari data Universitas Maryland, menjadi rujukan banyak pihak. Oleh karena itu, kami telah melakukan klarifikasi bersama mengenai definisi dan metodologi yang digunakan, sehingga ke depannya, tidak ada lagi kesalahpahaman terkait data Deforestasi Indonesia,” jelas Hanif Faisol.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan terus menekan terjadinya Deforestasi sekecil mungkin. Dan upaya dalam penggunaan lahan dan pemanfaatan hutan harus dilakukan dengan selektif dan terkontrol. Serta pemulihan lahan yang telah mengalami deforestasi dan degradasi harus terus diupayakan disemua wilayah.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga agar angka Deforestasi terus menurun, sehingga kita bisa memastikan keberlanjutan lingkungan dan hutan Indonesia di masa depan,” pungkas Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian KLHK ini. Pratama/RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

6 September 2026 - 21:00 WIB

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja

4 September 2026 - 15:12 WIB

PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja

2 September 2026 - 11:35 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Gelar Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

21 August 2026 - 10:52 WIB

Lewat PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kemandirian Penerima Manfaat

21 August 2026 - 10:37 WIB

Trending on Headline