Menu

Dark Mode
Dedie Rachim Tinjau Sekretariat DPRD Kota Bogor, Dorong Penataan Aset Lebih Optimal Pemerintah Terus Dorong Penurunan Angka Stunting di Daerah TP PKK Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Sinergi Penyebarluasan Informasi Program Pemerintah Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

Headline

Dirjen PTKL KLHK Optimis Indonesia Mampu Tekan Deforestasi

badge-check


					Dirjen PTKL KLHK Optimis Indonesia Mampu Tekan Deforestasi Perbesar

Indonesia mampu menekan angka Deforestasi yang selama ini menjadi perhatian berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun dunia Internasional. Hal tersebut disampaikan DirekturJenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (Dirjen PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., dalam kegiatan Puncak Hari Konservasi Alam Nasional di Boyolali, Jumat (30/08/2024).

Menurut Hanif Faisol Nurofiq, meskipun ada peningkatan angka deforestasi pada tahun 2023 yang mencapai 145 ribu hektare, dibandingkan dengan 104 ribu hektare pada tahun sebelumnya. Hal tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang menyebabkan kebakaran hutan. Namun, berkat pengendalian yang sistematis, tingkat kerusakan berhasil ditekan.

“Kami terus melakukan korektif action terhadap kebijakan-kebijakan yang telah kami jalankan. Salah satunya adalah larangan untuk penghentian kegiatan baru pada hutan primer, yang hingga saat ini masih terjaga seluas 66,5 juta hektare dan tidak boleh diganggu,” ujar mantan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan ini, yang juga hoby naik gunung ini.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan, upaya penurunan Deforestasi tidak hanya terbatas pada perlindungan hutan primer, tetapi juga melibatkan rehabilitasi lahan secara masif, pengendalian kerusakan ekosistem gambut dan mangrove, serta penegakan hukum yang ketat.

Dirjen Planologi, Hanif Faisol juga mengakui bahwa tantangan dalam menjaga kredibilitas data Deforestasi Indonesia di mata dunia internasional menjadi hal yang penting. Oleh karena itu, KLHK telah bekerja sama dengan organisasi internasional seperti World Resources Institute (WRI) untuk memastikan data Deforestasi yang dihasilkan dapat dipercaya dan diakses secara luas.

“Kerjasama dengan WRI ini penting untuk meningkatkan akurasi dan transparansi data kita. Data yang dikeluarkan oleh WRI, yang diolah dari data Universitas Maryland, menjadi rujukan banyak pihak. Oleh karena itu, kami telah melakukan klarifikasi bersama mengenai definisi dan metodologi yang digunakan, sehingga ke depannya, tidak ada lagi kesalahpahaman terkait data Deforestasi Indonesia,” jelas Hanif Faisol.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan terus menekan terjadinya Deforestasi sekecil mungkin. Dan upaya dalam penggunaan lahan dan pemanfaatan hutan harus dilakukan dengan selektif dan terkontrol. Serta pemulihan lahan yang telah mengalami deforestasi dan degradasi harus terus diupayakan disemua wilayah.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga agar angka Deforestasi terus menurun, sehingga kita bisa memastikan keberlanjutan lingkungan dan hutan Indonesia di masa depan,” pungkas Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian KLHK ini. Pratama/RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek

8 September 2026 - 10:03 WIB

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid

7 September 2026 - 10:18 WIB

Trending on Headline