Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Dirjen PTKL KLHK Optimis Indonesia Mampu Tekan Deforestasi

badge-check


					Dirjen PTKL KLHK Optimis Indonesia Mampu Tekan Deforestasi Perbesar

Indonesia mampu menekan angka Deforestasi yang selama ini menjadi perhatian berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun dunia Internasional. Hal tersebut disampaikan DirekturJenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (Dirjen PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., dalam kegiatan Puncak Hari Konservasi Alam Nasional di Boyolali, Jumat (30/08/2024).

Menurut Hanif Faisol Nurofiq, meskipun ada peningkatan angka deforestasi pada tahun 2023 yang mencapai 145 ribu hektare, dibandingkan dengan 104 ribu hektare pada tahun sebelumnya. Hal tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang menyebabkan kebakaran hutan. Namun, berkat pengendalian yang sistematis, tingkat kerusakan berhasil ditekan.

“Kami terus melakukan korektif action terhadap kebijakan-kebijakan yang telah kami jalankan. Salah satunya adalah larangan untuk penghentian kegiatan baru pada hutan primer, yang hingga saat ini masih terjaga seluas 66,5 juta hektare dan tidak boleh diganggu,” ujar mantan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan ini, yang juga hoby naik gunung ini.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan, upaya penurunan Deforestasi tidak hanya terbatas pada perlindungan hutan primer, tetapi juga melibatkan rehabilitasi lahan secara masif, pengendalian kerusakan ekosistem gambut dan mangrove, serta penegakan hukum yang ketat.

Dirjen Planologi, Hanif Faisol juga mengakui bahwa tantangan dalam menjaga kredibilitas data Deforestasi Indonesia di mata dunia internasional menjadi hal yang penting. Oleh karena itu, KLHK telah bekerja sama dengan organisasi internasional seperti World Resources Institute (WRI) untuk memastikan data Deforestasi yang dihasilkan dapat dipercaya dan diakses secara luas.

“Kerjasama dengan WRI ini penting untuk meningkatkan akurasi dan transparansi data kita. Data yang dikeluarkan oleh WRI, yang diolah dari data Universitas Maryland, menjadi rujukan banyak pihak. Oleh karena itu, kami telah melakukan klarifikasi bersama mengenai definisi dan metodologi yang digunakan, sehingga ke depannya, tidak ada lagi kesalahpahaman terkait data Deforestasi Indonesia,” jelas Hanif Faisol.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan terus menekan terjadinya Deforestasi sekecil mungkin. Dan upaya dalam penggunaan lahan dan pemanfaatan hutan harus dilakukan dengan selektif dan terkontrol. Serta pemulihan lahan yang telah mengalami deforestasi dan degradasi harus terus diupayakan disemua wilayah.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga agar angka Deforestasi terus menurun, sehingga kita bisa memastikan keberlanjutan lingkungan dan hutan Indonesia di masa depan,” pungkas Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian KLHK ini. Pratama/RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline