Menu ✖

Dark Mode
Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana LPS Beberkan Tantangan Baru Stabilitas Sistem Keuangan di Era M-Banking Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027 Modal Bot dan AI, Pria Ini Raup Ratusan Miliar dari Spotify Lalu Dipenjara AI Anthropic Bikin Geger, Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Polisi

Kabar Bogor

Dedie Rachim Ajak Warga Manfaatkan Lahan

badge-check


					Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memanen pisang. (Foto: Kominfo Kota Bogor) Perbesar

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memanen pisang. (Foto: Kominfo Kota Bogor)

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengapresiasi PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) yang melakukan panen pisang Barangan Jumbo Merah di Demplot Taman Tanah Sareal, Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor, Rabu (27/8/2025).

“Luar biasa pisang yang memerlukan waktu 12 bulan ini, tapi di sini dalam waktu 9 bulan sudah bisa dipanen lantaran kondisi tanah yang subur. Tak hanya itu, teknik tumpang sari yang dilakukan pun bisa menambah nilai ekonomi,” kata Dedie.

Kondisi tanah di Kota Bogor lanjut Dedie, yang subur membuat hasil panen melimpah dan juga memiliki fungsi ekonomi yang tinggi untuk mendukung kemandirian pangan di Indonesia.

“Artinya ada kesempatan bagi yang memiliki lahan yang belum terkelola, untuk bisa berkebun, karena tanah di Kota Bogor ini sangat subur,” katanya.

Dedie menambahkan, dengan teknik tumpang sari ini PT MBi bisa menanam tanaman utama pisang bersamaan dengan kacang Edamame, bayam, kacang tanah, jagung, dan berbagai jenis sayur.

“Kita dukung keberadaan PT MBI ini dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi antara dunia usaha, pemerintah serta perguruan tinggi. Panen perdana ini sebagai langkah awal keberlanjutan, sehingga ke depan lahan-lahan tidur di Kota Bogor dapat dioptimalisasi sehingga bisa menggali potensi untuk peningkatan ekonomi dari sektor pertanian.

Menurut Direktur Utama MBI, Fachri Yulizar, pisang yang ditanam ini berasal dari Sumatera. Namun, ketika pisang ini dibudidayakan di wilayah Jabodetabek-Banten, potensi ekonominya tinggi dan menghasilkan pisang yang berkualitas.

“Total lahan di Jawa Barat, DKI, Banteng 150 hektar, di Tanah Sareal ini panen perdana dengan total hari ini kita panen 100 tandan,” ujarnya.

Fachri mengatakan, permintaan pasar akan pisang Barangan Jumbo Merah ini adalah 10 ton per hari. Saat ini PT MBI baru bisa memenuhi kebutuhan pasar 10 ton selama satu minggu, sehingga ada 60 ton lagi yang masih menjadi potensi pasar.

“Mangkanya kami intensif untuk meluaskan lahan di kota-kota penyangga Jakarta, yaitu Jabodetabek. Sekarang sudah merambah ke area Banten,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam pisang ini untuk memenuhi pasar atau hilirisasi dengan bersinergi dengan dinas-dinas yang ada di Kota Bogor. Bukan hanya dari sisi pisangnya, ini juga menjadi bagian dari agrowisata yang bernama latar hijau ataupun Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Haris Al Basith

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana

10 October 2026 - 18:50 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat

8 October 2026 - 20:42 WIB

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Trending on Kabar Bogor