Menu

Dark Mode
Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026 Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera ​DPRD Kota Bogor Dukung Inovasi Digitalisasi Adminduk di Gebyar Dukcapil Family Fest 2026

Kabar Bogor

Dedie Rachim Ajak Warga Manfaatkan Lahan

badge-check


					Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memanen pisang. (Foto: Kominfo Kota Bogor) Perbesar

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memanen pisang. (Foto: Kominfo Kota Bogor)

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengapresiasi PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) yang melakukan panen pisang Barangan Jumbo Merah di Demplot Taman Tanah Sareal, Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor, Rabu (27/8/2025).

“Luar biasa pisang yang memerlukan waktu 12 bulan ini, tapi di sini dalam waktu 9 bulan sudah bisa dipanen lantaran kondisi tanah yang subur. Tak hanya itu, teknik tumpang sari yang dilakukan pun bisa menambah nilai ekonomi,” kata Dedie.

Kondisi tanah di Kota Bogor lanjut Dedie, yang subur membuat hasil panen melimpah dan juga memiliki fungsi ekonomi yang tinggi untuk mendukung kemandirian pangan di Indonesia.

“Artinya ada kesempatan bagi yang memiliki lahan yang belum terkelola, untuk bisa berkebun, karena tanah di Kota Bogor ini sangat subur,” katanya.

Dedie menambahkan, dengan teknik tumpang sari ini PT MBi bisa menanam tanaman utama pisang bersamaan dengan kacang Edamame, bayam, kacang tanah, jagung, dan berbagai jenis sayur.

“Kita dukung keberadaan PT MBI ini dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi antara dunia usaha, pemerintah serta perguruan tinggi. Panen perdana ini sebagai langkah awal keberlanjutan, sehingga ke depan lahan-lahan tidur di Kota Bogor dapat dioptimalisasi sehingga bisa menggali potensi untuk peningkatan ekonomi dari sektor pertanian.

Menurut Direktur Utama MBI, Fachri Yulizar, pisang yang ditanam ini berasal dari Sumatera. Namun, ketika pisang ini dibudidayakan di wilayah Jabodetabek-Banten, potensi ekonominya tinggi dan menghasilkan pisang yang berkualitas.

“Total lahan di Jawa Barat, DKI, Banteng 150 hektar, di Tanah Sareal ini panen perdana dengan total hari ini kita panen 100 tandan,” ujarnya.

Fachri mengatakan, permintaan pasar akan pisang Barangan Jumbo Merah ini adalah 10 ton per hari. Saat ini PT MBI baru bisa memenuhi kebutuhan pasar 10 ton selama satu minggu, sehingga ada 60 ton lagi yang masih menjadi potensi pasar.

“Mangkanya kami intensif untuk meluaskan lahan di kota-kota penyangga Jakarta, yaitu Jabodetabek. Sekarang sudah merambah ke area Banten,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam pisang ini untuk memenuhi pasar atau hilirisasi dengan bersinergi dengan dinas-dinas yang ada di Kota Bogor. Bukan hanya dari sisi pisangnya, ini juga menjadi bagian dari agrowisata yang bernama latar hijau ataupun Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Haris Al Basith

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

31 August 2026 - 19:25 WIB

YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

28 August 2026 - 14:30 WIB

JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan

27 August 2026 - 14:56 WIB

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Trending on Kabar Bogor