Menu

Dark Mode
Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026 Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera ​DPRD Kota Bogor Dukung Inovasi Digitalisasi Adminduk di Gebyar Dukcapil Family Fest 2026 YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

Kabar Bogor

Kopi Jadi Bagian Identitas Kota, Bogor Perkuat Cita Rasa Gastronomi

badge-check


					festival kopi legendaris. (foto: kominfo) Perbesar

festival kopi legendaris. (foto: kominfo)

Kota Bogor-Kota Bogor tidak bisa dilepaskan dari sejarah keberadaan kopi di Indonesia karena menjadi titik awal penting persebaran kopi di Nusantara.

Proses aklimatisasi tanaman atau proses adaptasi kopi yang memiliki nilai ekonomi tinggi, pertama kali dilakukan pada masa kolonial di Kota Bogor, khususnya melalui pengembangan awal di area yang kini menjadi Kebun Raya Bogor.

Dari sejarah tersebut, keberadaan produksi biji kopi serta berbagai event kopi, termasuk Festival Kopi Legendaris, menjadi bagian dari upaya penguatan Bogor menuju City of Gastronomy.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, hadir langsung membuka Festival Kopi Legendaris di Lapangan Sempur yang menjadi rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP), Jumat (21/8/2026).

Dalam festival tersebut, Dedie Rachim menjelaskan bahwa kopi pertama kali mendarat di Bogor pada tahun 1817.

“Jadi memang Bogor itu punya sejarah lekat tentang kopi. Kalau sekarang ada namanya Festival Kopi Legendaris, itu juga tidak lepas dari sejarah, karena Bah Sipit aja, kopi legendaris di Kota Bogor, sudah ada sejak tahun 1925 dan dianggap sebagai salah satu pelopor perkopian Bogor,” ungkap Dedie Rachim.

Sebagai kota yang terus memperkuat diri sebagai City of Gastronomy, Dedie Rachim mengatakan Kota Bogor sudah memiliki pondasi untuk membangun ekosistem perkopian.

“Di Bogor itu ada beberapa merek kopi yang sudah terkenal dan menjadi bagian dari gastronomi. Kopi itu kan bagian dari sebuah identitas kota terkait dengan gastronomi. Jadi ada kaitan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidhar Wurjanto. Menurutnya, keberadaan kopi di Bogor dapat menjadi daya dukung menuju City of Gastronomy.

“Saat ini 80 persen dari ekonomi kreatif itu disokong sama F&B, termasuk keberadaan kopi,” katanya.

Ia meyakini bahwa semua tempat F&B yang ada di Kota Bogor memiliki kopi. Menurutnya, selain jenis kopi yang beraneka ragam, meminum kopi juga memiliki cara yang unik.

“Saya yakin hampir semua tempat di Bogor itu pasti ada kopinya. Jadi dampaknya besar, mungkin sekarang kita harus lihat. Tapi apakah dampak besar itu benar-benar terasa, dan acara seperti ini kan mendorong dan membawa kopi menuju ke sana,” ucapnya.

“Ada jenis-jenisnya dan ada cara minum yang unik dari daerah tertentu, mau itu dari bubuk, mau itu dari espresso base, mau itu pakai susu, mau itu pakai gula aren, mau itu benar-benar espressonya saja, kita semua bisa kenalkan dan masing-masing mereferensikan, dan itu ada di Bogor,” tutupnya.kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

31 August 2026 - 19:25 WIB

YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

28 August 2026 - 14:30 WIB

JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan

27 August 2026 - 14:56 WIB

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Trending on Kabar Bogor