Menu ✖

Dark Mode
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel Dipecat Pegawai Indomaret-Alfamart Terancam Punah, Ada Penggantinya di China Startup Dulu Harga Rp220 Triliun Dijual Cuma Laku Rp23 Triliun Islandia Mau Ngebor Gunung Api untuk Manfaatkan Panas Bumi Deforestasi Hutan Hujan Amazon Cetak Rekor Terendah dalam Sejarah BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter dan Banjir Rob di RI

Kabar Lifestyle

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter dan Banjir Rob di RI

badge-check


					Ilustrasi. BMKG mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut tentang potensi gelombang tinggi hingga 4 meter dan banjir rob di wilayah Indonesia. (Foto: Istockphoto/johnnorth) Perbesar

Ilustrasi. BMKG mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut tentang potensi gelombang tinggi hingga 4 meter dan banjir rob di wilayah Indonesia. (Foto: Istockphoto/johnnorth)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter serta banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (17/10).

Peringatan tersebut disampaikan bersamaan dengan prakiraan cuaca nasional yang mencakup potensi hujan ringan hingga petir, awan tebal, udara kabur, serta kabut atau asap di sejumlah daerah.

Prakirawan BMKG Sufia mengatakan dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi pembentukan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Aceh dan Laut China Selatan bagian selatan Vietnam. Kondisi tersebut memicu terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin.

“Daerah perlambatan angin ini terpantau memanjang di pesisir barat Aceh, Laut Natuna utara, pesisir selatan Vietnam, dan sekitar sirkulasi tersebut,” kata Sufia menyampaikan informasi tersebut dalam siaran pembaruan cuaca di Jakarta, Sabtu.

BMKG juga meminta pengguna transportasi udara mewaspadai pertumbuhan awan kumulonimbus yang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Papua, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan.

Potensi pertumbuhan awan tersebut turut terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Aceh hingga Kepulauan Natuna bagian utara serta Samudra Pasifik utara Maluku.

Berdasarkan prakiraan per wilayah, sejumlah kota di Sumatera berpotensi mengalami hujan ringan, yakni Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, dan Tanjung Pinang. Sementara itu, Bengkulu dan Bandar Lampung diprakirakan berawan tebal.

Kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Jambi dan Pangkal Pinang, sedangkan Palembang diprakirakan mengalami kabut atau asap.

Di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan ringan berpotensi turun di Serang. Adapun Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Kupang diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal. Sementara itu, udara kabur berpotensi menyelimuti Yogyakarta.

Untuk wilayah Kalimantan, Pontianak berpotensi mengalami hujan petir. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Palangkaraya, Tanjung Selor, dan Samarinda, sedangkan Banjarmasin berpotensi mengalami kondisi kabut atau asap.

Di Sulawesi, hujan ringan berpeluang terjadi di Mamuju. Makassar, Kendari, dan Gorontalo diprakirakan berawan hingga berawan tebal, sementara Palu berpotensi mengalami udara kabur dan Manado menghadapi kondisi kabut atau asap.

Adapun di wilayah Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayapura. Udara kabur diprakirakan terjadi di Ternate, Ambon, Jayawijaya, dan Merauke.

Selain prakiraan cuaca tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi laut dan potensi bencana hidrometeorologi. Nelayan serta pengguna transportasi laut diminta berhati-hati terhadap gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter yang berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.

Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir juga diimbau mengantisipasi banjir rob akibat pasang air laut. Potensi tersebut mencakup wilayah pesisir Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Maluku.

BMKG turut mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun cuaca kering masih mendominasi sejumlah wilayah. Potensi hujan sedang hingga lebat secara lokal tetap perlu diantisipasi, bersamaan dengan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pegawai Indomaret-Alfamart Terancam Punah, Ada Penggantinya di China

17 October 2026 - 19:24 WIB

Startup Dulu Harga Rp220 Triliun Dijual Cuma Laku Rp23 Triliun

17 October 2026 - 19:20 WIB

Islandia Mau Ngebor Gunung Api untuk Manfaatkan Panas Bumi

17 October 2026 - 19:16 WIB

Deforestasi Hutan Hujan Amazon Cetak Rekor Terendah dalam Sejarah

17 October 2026 - 19:14 WIB

Heboh Pengunjung Ngaku Kena Tarif Rp129 Ribu di Wisdom Park, Ini Klarifikasi Jubir UGM

17 October 2026 - 10:37 WIB

Trending on Kabar Lifestyle