Menu

Dark Mode
BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia 3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Kabar Politik

Bogor Masih Macet? Ini Solusi dari Bima Arya-Dedie

badge-check


					Bogor Masih Macet? Ini Solusi dari Bima Arya-Dedie Perbesar

Paslon nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim (Badra), tak mau menyia-nyiakan kesempatan dalam dialog Bertajuk ‘Dialog Politik Membedah Visi Misi Calon Walikota Bogor 2018-2023’ dengan memaparkan program-program unggulannya mulai dari program-program yang sudah, yang akan dan yang belum tercapai.

“Sebagai petahana tentu kewajiban kami adalah menyampaikan secara obyektif apa yang sudah, apa yang belum dan apa yang akan dilakukan. Kami memiliki 6 skala prioritas. Yang pertama adalah problem yang tadi disampaikan, yakni mengenai kemacetan. Betul, ini masih menjadi persoalan serius dan menjadi perhatian warga. Insya Allah proses konversi angkot terus berjalan. Saat ini seluruh angkot 100 persen sudah berbadan hukum. 25 badan hukum ini akan kita dorong untuk segera melanjutkan konversi menjadi bus tarnspakuan dari 3 angkot menjadi satu bus Transpakuan secara bertahap,” ungkap Bima Arya.

Menurut dia, tahun ini proses konversi angkot menjadi transportasi massal sudah berjalan sehingga tahun depan subsidi akan dikucurkan untuk operasionalisasi sistem ini. “Rerouting juga terus berjalan dengan penyempurnaan di lapangan karena ada beberapa hal yang masih menjadi persoalan. Salah satunya kurangnya petugas. Tapi mulai tahun lalu sudah ditambah sekitar 150 orang PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) untuk membantu Dishub mengurai kemacetan di lapangan,” jelas pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Program penutasan kemacetan di Kota Bogor dengan pemberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) di seputaran Istana dan Kebun raya Bogor, kata Bima, masih akan terus dilanjutkan. “Management rekayasa lalu lintas dijalankan, yang paling kentara di pusat kota. Sistem SSA dengan segala pro dan kontranya akan tetap dilanjutkan tapi dengan catatan adanya perbaikan dibeberapa titik yang terdampak SSA,” katanya.

Mengenai pelayanan keberhasilan, strategi utama Bima Arya dan Dedie Rachim yang akan terus dilanjutkan adalah bagaimana mengelola dan mengolah sampah mulai dari hulu. “Jadi kalau kita hanya fokus diujungnya saja tidak akan bisa. Saat ini jumlah Bank Sampah di Kota Bogor ada 233 unit pada 2017 atau naik dari 2014 yang hanya 10 unit. Kemudian TPS 3R ada 26 unit pada 2017 atau naik dari 12 unit pada 2014. Jauh melebihi target, sehingga dua tahun berturut-turut Pemkot Bogor meraih sertifikat Adipura,” bebernya.

Kemudian Bima Arya juga membahas mengenai penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Ia menyatakan masih akan menerapkan prinsip relokasi. “PKL dadakan kita tertibkan, PKL yang lama kita relokasi. Satpol PP dikerahkan untuk memastikan tidak ada PKL dadakan yang baru. Seperti yang sudah berjalan di beberapa tiitik seperti di Jalur R3 pedagang tanaman hias, di Taman Heulang dan PKL di Taman Kencana,” jelas suami dari Yane Ardian itu.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aklamasi Rusli Pimpin Golkar Kota Bogor

31 July 2026 - 20:14 WIB

Rusli Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Kota Bogor

30 July 2026 - 21:33 WIB

Resmi, Pendaftaran Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor Dibuka

28 July 2026 - 22:18 WIB

DPRD Kota Bogor Desak Pemkot Percepat Penanganan Lonjakan Kasus HIV

27 July 2026 - 10:15 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Apresiasi Konsistensi GMKB Tebar Kebaikan di HUT ke-6

26 July 2026 - 09:46 WIB

Trending on Kabar Politik