Menu

Dark Mode
Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja Awal Revolusi AI: Server Nvidia Tak Laku, Elon Musk Beli dan Ubah Sejarah

Kabar Lifestyle

Bill Gates Berubah Sikap Soal Perubahan Iklim, Pakar Menyayangkan

badge-check


					Bill Gates berubah sikap soal perubahan iklim. (Foto: Getty Images) Perbesar

Bill Gates berubah sikap soal perubahan iklim. (Foto: Getty Images)

Bill Gates terkenal vokal menyuarakan bahaya perubahan iklim. Bahkan tak jarang dulu ia menyebut jika tak ditanggulangi, fenomena itu dapat mengancam umat manusia. Namun mendadak kini sang pendiri Microsoft melunak.
“Meski perubahan iklim akan membawa konsekuensi serius, terutama bagi masyarakat di negara-negara termiskin, ini takkan menyebabkan kehancuran umat manusia,” tulisnya di blog terbaru.

Intinya kini, Gates berpendapat perubahan iklim masalah serius, tapi bukan akhir dari peradaban. Ia yakin inovasi ilmiah akan mengatasinya. Maka inilah saatnya untuk beralih dari berfokus pada pembatasan kenaikan suhu menjadi memerangi kemiskinan dan mencegah penyakit. Dua hal itu menurutnya lebih berdampak.

Gates mengatakan tujuan utama dunia seharusnya mencegah penderitaan, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi terberat di negara-negara termiskin dan bukan terlalu fokus mencegah perubahan iklim.

Jika diberi pilihan antara memberantas malaria dan peningkatan pemanasan global sepersepuluh derajat, dia akan memilih yang pertama “Saya akan membiarkan suhu naik 0,1 derajat untuk memberantas malaria. Orang-orang tidak memahami penderitaan yang ada saat ini,” kata Gates.

Gates menghabiskan waktu memperjuangkan tujuan Gates Foundation, yang menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk inisiatif perawatan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan, termasuk memerangi HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria. Ia mendirikan Breakthrough Energy tahun 2015 untuk mempercepat inovasi energi bersih.

Ia menyerukan komunitas iklim global mengubah strategi “Prioritaskan hal-hal yang memberi dampak terbesar pada kesejahteraan manusia. Itu cara terbaik untuk memastikan tiap orang, di mana pun mereka lahir, memiliki kesempatan hidup yang sehat dan produktif, apa pun kondisi iklimnya,” tulisnya.

Disayangkan pakar

Perubahan sikap Bill Gates disayangkan beberapa pakar. Sebab setiap pemanasan peningatan suhu berisiko menyebabkan kepunahan spesies, dan membawa dunia lebih dekat ke titik kritis di mana perubahan menjadi tak terelakkan.

Ilmuwan kesehatan masyarakat dan iklim Universitas Washington, Kristie Ebi, setuju dengan Gates bahwa PBB harus fokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan manusia. Namun masalahnya, Gates mengemukakan hanya satu variabel yang berubah, penerapan teknologi hijau untuk mengekang perubahan iklim. Ia menilainya mustahil.

Jeffrey Sachs dari Universitas Columbia, menyebut memo Gates tidak ada gunanya, samar, tidak membantu, dan membingungkan.”Tidak ada alasan membandingkan pengurangan kemiskinan dengan transformasi iklim. Keduanya sangat mungkin dan mudah dilakukan, jika lobi perusahaan minyak besar dikendalikan,” tulisnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba

11 December 2025 - 10:46 WIB

Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air

11 December 2025 - 10:23 WIB

Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram

11 December 2025 - 09:34 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble

11 December 2025 - 09:28 WIB

Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja

10 December 2025 - 23:58 WIB

Trending on Kabar Lifestyle