Biang Macet, Parkir Tempat Usaha di Bogor Dikaji Ulang

KEPALA Dinas Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Suharto, Rabu (03/09/14) menyebutkan, pihaknya akan mengkaji ulang rekomendasi surat izin analisis dampak lingkungan (andal) lalu-lintas terhadap sejumlah tempat usaha yang tidak menyediakan ruang parkir kendaraannya secara memadai.

Hal itu dikatakan Suharto, menanggapi maraknya tempat-tempat usaha terutama restoran dan kafe yang kini banyak bermunculan di Kota Bogor namun tidak dibarengi dengan lahan parkir yang luas.

Pasalnya, mayoritas dari para pemilik atau pengelola tempat usaha ini dengan seenaknya malah memanfaatkan area publik untuk parkir kendaraan pengunjungnya. Mereka kerap memanfaatkan trotoar dan bahu jalan.

Selain melanggar aturan, banyaknya parkir kendaraan yang hingga memakan badan jalan itu pun mengakibatkan kemacetan lalu-lintas di sekitar area tempat usaha tersebut.

“Sebelum surat izin andal lalu-lintas diturunkan, saya sudah bilang kepada para pengusaha untuk menyiapkan lahan parkir. Tapi memang nyatanya hanya sedikit yang mengikuti peraturan itu,” kata Suharto.

Oleh karena itu, sambungnya, DLLAJ akan berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait terutama yang berkaitan dengan bagian perizinan untuk melakukan pencabutan izinnya bagi pemilik atau pengelola tempat usaha yang membandel.

”Kami akan kembangkan dahulu hasil di lapangan seperti apa. Apabila terbukti menggunakan badan jalan dan tempat pejalan kaki menjadi lahan parkir, tentunya itu melanggar. Bisa saja izin andal lalu-lintasnya dicabut,” tegas Suharto.

Sekadar informasi, kawasan-kawasan restoran atau kafe (pusat kuliner) ini banyak dan tersebar di sejumlah titik lokasi di Kota Bogor.

Sebut diantaranya di Jalan Pajajaran, Jalan Pangrango, dan Jalan Salak di Bogor Tengah. Jalan Ahmad Yani di Tanah Sareal, juga di Jalan Bangbarung Raya di kawasan Bantar Jati, Bogor Utara. DA

print

You may also like...