Menu

Dark Mode
Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja Awal Revolusi AI: Server Nvidia Tak Laku, Elon Musk Beli dan Ubah Sejarah

Kabar Lifestyle

Bapak AI Peringatkan Semua Pekerjaan Bisa Digantikan AI

badge-check


					Geoffrey Hinton yang kerap dijuluki Bapak AI (Foto: REUTERS/Mark Blinch/File Photo) Perbesar

Geoffrey Hinton yang kerap dijuluki Bapak AI (Foto: REUTERS/Mark Blinch/File Photo)

Geoffrey Hinton yang kerap dijuluki Bapak AI, kerap berbicara suram tentang AI. Dalam percakapan dengan Senator Bernie Sanders di Universitas Georgetown, ilmuwan komputer asal Inggris ini memaparkan prediksi mengkhawatirkan tentang bagaimana AI menjungkirbalikkan tatanan masyarakat menjadi lebih buruk.

Salah satu alasannya adalah penerapan AI yang begitu cepat akan sangat berbeda dengan revolusi teknologi di masa lalu yang justru menciptakan kelas pekerjaan baru. “Orang-orang yang kehilangan pekerjaan tidak akan memiliki pekerjaan lain untuk dituju,” kata Hinton.

“Jika AI menjadi secerdas manusia atau lebih cerdas, pekerjaan apa pun yang mungkin mereka lakukan bisa dikerjakan oleh AI,” imbuhnya, seperti mengutip dari Detik, Minggu (30/11/2025). Menurutnya, para pemimpin teknologi benar-benar bertaruh bahwa AI akan menggantikan banyak pekerja yang jika terjadi, fatal akibatnya.

Hinton memelopori teknik deep learning yang menjadi dasar bagi model AI generatif yang memicu ledakan AI saat ini. Karyanya pada jaringan saraf tiruan membuatnya meraih Turing Award pada 2018, bersama peneliti Universitas Montreal Yoshua Bengio dan mantan kepala ilmuwan AI di Meta, Yann LeCun. Ketiganya dianggap sebagai ‘bapak baptis’ AI.

Ketiga ilmuwan ini telah blak-blakan mengenai risiko teknologi tersebut dengan tingkat kekhawatiran yang berbeda-beda. Namun, Hinton-lah yang pertama kali membuat heboh ketika ia mengatakan menyesali karya hidupnya setelah mundur dari jabatannya di Google pada 2023.

Ia tidak mengubah pendiriannya sejak saat itu. Ia secara konsisten memperingatkan bahwa AI akan menghancurkan lapangan kerja dan menciptakan pengangguran massal. Bulan ini, Hinton menambahkan industri AI tidak akan bisa meraup untung tanpa menggantikan tenaga kerja manusia.

Dalam diskusinya dengan Sanders, Hinton menegaskan kembali risiko-risiko ini. Ia menambahkan bahwa para miliarder yang memimpin AI, seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Larry Ellison, belum benar-benar memikirkan matan fakta bahwa jika para pekerja tidak dibayar, tidak ada yang akan membeli produk mereka.

Sebelumnya, Hinton pernah mengatakan bahwa bukan hal mustahil jika umat manusia dimusnahkan oleh AI. Ia juga percaya bahwa kita tidak terlalu jauh dari pencapaian Artificial General Intelligence (AGI), sebuah sistem AI hipotetis dengan tingkat kecerdasan setara atau melebihi manusia yang mampu melakukan berbagai macam tugas, yang kini sedang mati-matian dibangun oleh industri AI.

“Sampai belum lama ini, saya pikir butuh waktu sekitar 20 hingga 50 tahun sebelum kita memiliki AI serba guna,” kata Hinton pada tahun 2023. “Dan sekarang saya pikir mungkin 20 tahun atau kurang.”

Hinton juga mengklaim model terbaru seperti GPT-5 dari OpenAI sudah tahu ribuan kali lebih banyak dari manusia. Namun sejauh ini, banyak upaya untuk menggantikan pekerja dengan agen AI sering gagal, termasuk dalam peran dukungan pelanggan (customer support) yang diprediksi paling rentan tergantikan. Dengan kata lain, belum bisa dipastikan bahwa teknologi ini akan dengan mudah menggantikan pekerjaan bergaji rendah sekalipun, setidaknya untuk saat ini.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba

11 December 2025 - 10:46 WIB

Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air

11 December 2025 - 10:23 WIB

Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram

11 December 2025 - 09:34 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble

11 December 2025 - 09:28 WIB

Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja

10 December 2025 - 23:58 WIB

Trending on Kabar Lifestyle