Menu

Dark Mode
Bahaya Polusi Udara Dalam Ruangan: Filter Air Purifier Mesti Rutin Diganti Cerita Dokter dan Perawat Pakai Gadget Apple untuk Rawat Pasien Steam Machine Valve Diburu Penimbun, Harganya tembus Rp 50 Jutaan Pegawai Kecelakaan Kerja, Dinas PUPR Tuturkan Kronologis Pasar Jambu 2 Jadi Pusat Kuliner Terbesar di Kota Bogor Alun-alun Empang Bogor Mulai Ditata

Kabar Lifestyle

Bahaya Polusi Udara Dalam Ruangan: Filter Air Purifier Mesti Rutin Diganti

badge-check


					Bahaya Polusi Udara Dalam Ruangan: Filter Air Purifier Mesti Rutin 
Diganti. Ilustrasi air purifier. (Foto: Dok. Winix)
Perbesar

Bahaya Polusi Udara Dalam Ruangan: Filter Air Purifier Mesti Rutin Diganti. Ilustrasi air purifier. (Foto: Dok. Winix)

Banyak masyarakat perkotaan kini mengandalkan penjernih udara (air purifier) untuk melindungi keluarga dari polusi. Namun, ada satu kesalahan fatal yang sering tidak disadari pengguna: mengabaikan kondisi dan masa pakai filter di dalam perangkat tersebut.

Sebuah air purifier yang menyala 24 jam dengan filter yang sudah jenuh dan menghitam tidak akan memberikan manfaat apa-apa. Sebaliknya, hal itu justru bisa membiarkan polutan, bakteri, hingga debu mikroskopis tetap bersirkulasi bebas di dalam rumah.

Fenomena inilah yang memicu produsen air purifier asal Korea Selatan, Winix Indonesia, untuk menggelar gerakan edukasi bertajuk “Care Without Words”. Melalui kampanye ini, Winix ingin menggeser paradigma masyarakat bahwa kepedulian terhadap kesehatan keluarga tidak cukup hanya dengan membeli alat, tetapi juga butuh tindakan nyata berupa perawatan perangkat secara rutin.

Polusi dalam ruangan sering kali tidak terlihat dan tidak berbau. Ancaman ini bisa berasal dari senyawa organik mudah menguap (VOC) dari cat atau perabotan, debu, bulu hewan peliharaan, hingga bakteri dan virus.

Untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya laten ini, Winix Indonesia mengambil langkah yang unik. Mereka menginisiasi sebuah gerakan di media sosial yang mengajak para pengguna untuk membongkar air purifier mereka dan melihat langsung kondisi filternya.

Filter yang telah berubah warna menjadi hitam atau abu-abu pekat adalah bukti visual yang nyata tentang seberapa banyak kotoran yang berhasil dicegah agar tidak masuk ke paru-paru penghuni rumah. Dengan melihat langsung tumpukan kotoran tersebut, diharapkan timbul kesadaran kolektif mengenai pentingnya mengganti filter secara berkala.

“Ini adalah cara kami melihat bahwa teknologi bisa menjadi bagian dari kepedulian kita terhadap kesehatan keluarga. Bagi kami, udara bersih adalah bentuk perhatian yang mungkin tidak selalu terlihat, tapi bisa dirasakan setiap hari,” Marketing Communication Winix Indonesia, dalam keterangan yang dikutip dari detikINET, Selasa (30/6/2026).

Untuk memperkuat pesan edukasi ini, Winix menggandeng figur publik sekaligus konten kreator, Natasha Surya. Pemilihan Natasha dinilai relevan karena sosoknya sering membagikan konten seputar manajemen rumah tangga dan gaya hidup keluarga yang sehat.

Melalui narasi “Care Without Words” (Kepedulian Tanpa Kata-kata), edukasi yang dibawa sangat jelas yaitu menghadirkan udara bersih dan merawat perangkat penjernihnya adalah bentuk nyata kasih sayang dan perlindungan kepada keluarga. Tindakan ini berbicara jauh lebih keras dibandingkan sekadar ucapan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cerita Dokter dan Perawat Pakai Gadget Apple untuk Rawat Pasien

30 June 2026 - 14:31 WIB

Steam Machine Valve Diburu Penimbun, Harganya tembus Rp 50 Jutaan

30 June 2026 - 14:25 WIB

Manohara Bongkar Dampak Lingkungan Rusak ke Masyarakat Adat

28 June 2026 - 16:03 WIB

Pantau Bencana, China dan Negara Asia Tengah Bangun Konstelasi Satelit

28 June 2026 - 16:00 WIB

Pendiri Stripe: Gen Z Perlu Punya 2 Ijazah untuk Survive di Era AI

28 June 2026 - 15:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle