1

BNN Gelar Turnamen Tenis Meja Nasional

Sebagai salah satu bentuk partisipasi Badan Narkotika Nasional  (BNN) Republik Indonesia dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang ke – 50, BNN RI mengadakan kejuaraan nasional tenis meja “_Smash on Drugs_” _Women’s Doubles Tables Tennis National Championship_, Rabu (1/12).

Acara ini dibuka dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Dr. Petrus R. Golose. Dalam sambutannya, Kepala BNN RI mengungkapkan bahwa olah raga merupakan aktivitas fisik positif yang dapat mengurangi potensi terpapar narkoba sekaligus menambah kepercayaan diri dan mengasah kepribadian tangguh untuk menolak narkoba.  Olah raga juga memberi lingkungan pergaulan positif yang berseberangan dengan narkoba. Prestasi indonesia di dunia olahraga tak hanya didominasi oleh atlet pria.
“Atlet wanita pun memiliki peran dalam mengharumkan nama  bangsa di kancah internasional. Indonesia tercatat  memiliki sejumlah atlet wanita yang sukses menorehkan prestasi gemilang di pentas olah raga dunia. oleh karena  itu,  dalam rangka  memperingati HUT korpri ke – 50,  BNN RI  mempromosikan ”WAR  ON DRUGS” melalui  kejuaraan tenis meja di  lingkungan BNN RI dengan menggandeng para atlet wanita terbaik di Indonesia.” Ujar Kepala BNN RI.
Selain Kepala BNN RI, Ibu Kepala BNN RI, Barbara VD Linden Golose, juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Barbara VD Linden Golose mengungkapkan bahwa perempuan  masa kini adalah  perempuan yang harus sadar bahwa mereka memiliki akses dan  kesempatan yang sama  dengan laki-laki untuk  memperoleh sumber  daya, seperti akses terhadap politik, ekonomi, kesehatan maupun dibidang olahraga. perempuan memiliki potensi yang sama dengan laki-laki untuk dapat meraih prestasi dibidang olahraga. Hal ini dapat terlihat dari prestasi para perempuan dalam olahraga yang sangat luar biasa. Para wanita masuk pada berbagai cabang olahraga dengan semangat yang tinggi sehingga menghapus anggapan bahwa olahraga hanya hegemoni maskulin.
Pada upacara pembukaan tersebut, Ketua Panitia acara dr. Amrita Devi Sp. KJ., , mengungkapkan bahwa acara ini terselenggara berkat dukungan berbagai macam pihak terutama club atau Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia masing – masing provinsi yang juga bekerja sama dengan BNNP. Dalam pertandingan ini juga disiapkan hadiah berupa uang pembinaan, thropy dan piagam.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Balai Besar Rehabilitasi Lido BNN ini bertujuan untuk menumbuhkan ikatan silaturrahmi di internal BNN sendiri. Dalam acara ini turut hadir, Para Pejabat Tinggi Madya, Para Pejabat Tinggi Pratama serta para official dan peserta kegiatan Smash on Drugs.
Pertandingan tenis yang mempunyai tema “Wanita Indonesia Dinamis, Sportif dan Inspiratif” akan dilaksanakan dalam beberapa sesi yang dimulai dari tanggal 1-3 Desember 2021. Peserta pertandingan ini terdiri dari 68 atlet putri/34 pasangan ganda putri, 28 Club/PTMSI provinsi, dan 20 peserta pegawai BNNP yang ikut berpartisipasi. (HTP)
*penulis A Fauzi/rls*



Bangkitkan Usaha Kecil, Dinas Koperasi UKM Launching Gerbang UMKM

Untuk membangkitkan perekonomian daerah pada sektor Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor membuat langkah strategis melalui Gerakan Bangga dan Bangkit (Gerbang) UMKM.
Pencanangan Gerbang UMKM secara resmi dibuka Wali Kota Bogor Bima Arya di di Bubulak Tepi Sawah (BTS), Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (20/11/2021). Dalam kesempatan itu hadir Ketua Dekranasda sekaligus Ketua Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor, Yane Bima Arya.

Untuk kegiatan ini, Bima Arya menekankan tiga hal, yaitu konsisten, kolaborasi dan kreasi. Kepada jajaran Dinas Koperasi dan UKM, ia menyampaikan untuk konsistensi dalam membina dan mengembangkan UMKM di Kota Bogor. Salah satunya dengan menyajikan produk UMKM di Balai Kota Bogor, kantor perangkat daerah hingga aparatur wilayah.
“Kalau kita bangga, kita harus konsisten. Tadi saya mencicipi keripik ikan salmon, rasanya enak. Kalau produk itu di hidangkan di Balaikota menjamu menteri atau tamu, kan lumayan. Kita bantu yang butuh kita besarkan,” kata Bima Arya yang disambut aplaus semua yang hadir.
Kolaborasi yang ada dikembangkan pada tempat dan event lain yang ada di 68 kelurahan dan enam kecamatan. Rencananya pada awal Desember 2021 di Kota Bogor ada pergelaran Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), iapun menginginkan agar UMKM mendominasi di dalam rangkaian kegiatannya, mulai di event, di rumah makan, destinasi wisata hingga dengan dinas-dinas.
“Terus berkolaborasi sehingga semuanya hanya tinggal mengatur. Kolaborasi yang sudah ada terus dievaluasi jadi tidak berhenti sampai di situ,” lanjut Bima Arya yang saat sambutan mengaku kangen mencicipi kuliner yang disajikan stan-stan UMKM.
Untuk kreasi, Bima Arya mengharapkan semua yang terlibat mulai dari dinas terkait, para pelaku UMKM hingga pihak lainnya agar tidak berhenti pada rutinitas yang sudah ada namun terus berpikir yang bisa untuk ditampilkan ke depan. “Semoga dengan 3 K yang saya sebutkan tadi, banyak UMKM Kota Bogor yang naik kelas,” ungkapnya.
Untuk BTS, menurut Bima Arya, menjadi salah satu destinasi wisata alam dengan nuansa alam yang menambah opsi destinasi wisata di Kota Bogor bagian barat, sehingga tidak semua ke pusat Kota Bogor.
Kepada pihak BTS dan aparatur wilayah, wali kota menitipkan pesan agar sawah yang ada untuk diekspos secara betul-betul dan lebih dimaksimalkan lantaran keberadaanya sudah mulai langka di Kota Bogor. “Sawah di Kota Bogor tidak banyak yang ada hanya di Mulyaharja dan di daerah sini,” paparnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, Samson Purba mengatakan melalui pencanangan Gerbang UMKM diharapkan para UMKM kembali bergeliat dan memiliki semangat untuk memajukan usahanya, dengan memperkenalkan dan mempromosikan kembali produk-produk UMKM kepada masyarakat Kota Bogor khususnya melalui kegiatan bazar yang digelar selama 3 pekan ke depan di akhir minggu.
Gerbang UMKM, kata Samson, bertujuan untuk menampung dan menjadi pusat oleh-oleh Kota Bogor, bukan hanya sebagai tempat penjualan namun juga menjadi tempat pelatihan dan wadah aspirasi para UMKM Kota Bogor. “Sinergi yang terjalin antara Pemkot Bogor, dinas terkait, UMKM dan sektor swasta ini diharapkan bisa menciptakan iklim usaha baru yang lebih baik kedepannya pasca pandemic Covid-19.”
Kegiatan bazar di Bubulak Tepi Sawah melibatkan 120 pelaku UMKM dengan pelbagai produk yang berbeda. Seperti cemilan, kuliner dan fashion serta ekraf. Selain stand bazar juga ada aneka perlombaan dan pemeran.
penulis pratama
editor
aldho herman



Bima Arya ‘Pamer’ Bus Kita Trans Pakuan, Lebih Nyaman dan Memudahkan

Pembenahan transportasi di Kota Bogor terus diakselerasi. Sejumlah program pun direalisasikan, mulai dari rerouting (penggabungan trayek), reduksi (peremajaan) hingga konversi (3 angkot menjadi 1 bus).

Program ini tidak saja untuk mengurangi jumlah angkutan perkotaan (angkot) tapi juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga. Terbaru, Wali Kota Bogor Bima Arya memamerkan Bus Kita Trans Pakuan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bogor dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), seperti apa wujudnya?

Bus berukuran ¾ ini dijadwalkan mengaspal pada 2 November 2021 dengan melayani koridor 5 yang melintasi rute Ciparigi, Warung Jambu, Ahmad Yani, Air Mancur, Fly Over Martadinata, Merdeka, Jembatan Merah dan Stasiun Bogor. Kemudian dari Stasiun Bogor kembali lagi menuju Ciparigi melalui Jalan Juanda, Sudirman, Pemuda, Warung Jambu, Sholeh Iskandar, Talang, Simpang Pomad.

Berbagai fasilitas disematkan dalam bus medium jenis terbaru Nucleus 5 ini. Secara eksterior yang paling mencolok adalah fasilitas bracket atau rak khusus sepeda yang dipasang pada moncong bus untuk memudahkan para goweser. Bentuknya futuristik ditambah sentuhan desain Batik Bogor.

Pada interior pastinya terpasang pendingin udara (AC), CCTV, passenger counting system, disability friendly, peralatan keamanan APAR dan pintu emergency. Untuk kapasitas penumpang 35 orang terdiri dari 20 tempat duduk dan 15 berdiri.

Bima Arya mengatakan, Bus Kita Trans Pakuan ini diproyeksikan akan menggantikan angkot-angkot di Kota Bogor dengan sistem konversi. Jadi, 3 unit angkot akan digantikan menjadi 1 unit bus Trans Pakuan jenis ini. Sehingga, dengan hadirnya 49 bus dari BPTJ, maka akan menggantikan 147 angkot sampai akhir tahun 2021.

“Inilah penampilan Bus Kita Trans Pakuan yang sedang diproduksi di karoseri Laksana. Kerjasama dengan BPTJ kemenhub. Insya Allah 49 bus siap meluncur di November ini, menggantikan 147 angkot. Konversi 3 angkot menjadi 1 bus,” ungkap Bima Arya saat melihat proses produksi Bus Kita Trans Pakuan di karoseri Laksana, Semarang, Jumat (29/10/2021).

Lantas, bagaimana dengan nasib sopir angkot tersebut? “Pengemudi angkot jadi pengemudi bus (sistem shift). Yang tidak jadi pengemudi bus akan dilatih menjadi mekanik atau ditempatkan di bagian perawatan,” terang Bima.

Di tempat yang sama, Sekretaris BPTJ Zamrides menyatakan, kehidaran Bus Kita Trans Pakuan ini merupakan implementasi program Buy The Service (BTS). “Ini bentuknya adalah kolaborasi peremajaan transportasi di seluruh Indonesia, khususnya sekarang di Kota Bogor. Karena ini untuk perbaikan transportasi, kita harus mulai dari BTS, ada subsidi kepada penumpang agar mereka mau naik angkutan umum,” kata Zamrides.

Ia menambahkan, awalnya BPTJ merencanakan menghadirkan 75 bus di Kota Bogor. “Namun mengingat waktu yang pendek sisa 2 bulan, jadi hanya bisa 49 bus secara bertahap. Bus Kita Trans Pakuan ini akan soft launching awal November dan sudah langsung beroperasi. Untuk awal gratis (hingga akhir tahun). Nanti kita evaluasi, bisa saja kalau sudah berbayar, bayarnya setengah atau seperti apa skemanya. Tapi tetap ada subsidi,” jelasnya.

Hadirnya kenyamanan dalam BTS ini, lanjutnya, bertujuan agar masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke bus. Dengan menggunakan angkutan umum diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM oleh masyarakat. Di sisi lain, dapat meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan kehilangan waktu akibat dari kemacetan, mengurangi polusi udara yang mencemari lingkungan.

“Kita integrasikan dengan stasiun, dengan terminal, kita integrasikan semua sehingga masyarakat dimudahkan dan diberikan kenyamanan saat menaiki angkutan umum,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo sangat menyambut baik progres penataan transportasi di Kota Bogor ini. Untuk menyukseskan program BTS ini, beberapa persiapan dilakukan antara lain pembekalan dan pelatihan bagi pengemudi bus, cek halte, sosialisasi kepada masyarakat hingga survey kondisi lalu lintas.

“BTS ini merupakan batu loncatan untuk penataan transportasi selanjutnya. Kami berharap, tentunya ini menjadi momentum dan semangat baru bari insan transportasi dan Pemkot Bogor untuk bekerja sama menata transportasi yang baik ke depan,” ujarnya.

“Silahkan masyarakat menikmati bus ini tidak berbayar alias gratis sampai akhir Desember. Kelebihannya sangat banyak. Nyaman, kecepatan waktu karena tidak ngetem, dan fasilitas lainnya,” ajak Eko.




Dedie Rachim Buka Pameran ‘Rekam Wabah’ PFI, Digelar Tiga Hari

Pandemi Covid-19 yang berjalan hampir dua tahun meninggalkan banyak cerita. Perjalanan itu kemudian menjadi momentum membingkai suatu peristiwa.

Semua perjalanan itu terekam dalam lensa para anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor yang menggelar pameran foto ‘Rekam Wabah’ yang digelar selama tiga hari, 29-31 Oktober di Bogor Creative Centre (BCC), Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Pembukaan pameran langsung dilakukan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Jumat (29/10/2021). Satu persatu, Dedie melihat perjalanan peristiwa di masa pandemi dalam bingkaian foto para pewarta. Mulai dari momentum wabah pertama merebak, hingga vaksinasi di berbagai tempat.

“Ini sebuah flashback, dimana satu setengah tahun ini ini ternyata kita melewati berbagai kisah, berbagai situasi yang sangat dahsyat kalau diukur dari sejarah manusia. Dan Bogor ternyata menjadi bagian dari proses perjuangan kita memutus rantai Covid-19,” ungkap Dedie usai melihat pameran foto para pewarta.

Dari karya jurnalis foto ini, sambung Dedie, semua bisa menggambarkan bagaimana situasi kedahsyatan Covid-19. Usai melihat sendiri foto – foto disana, Dedie hanya bisa mengagumi betapa ke-sensitifitas seorang jurnalis foto ini bisa merekam sebuah peristiwa yang menggambarkan dahsyat. Yakni pandemi Covid-19.

“Saya memberikan apresiasi kepada jurnalis foto yang saat ini memamerkan karyanya. Mudah-mudahan masyarakat bisa hadir disini untuk melihat ternyata perjuangan kita ini luar biasa. Dan kalau tidak direkam oleh para jurnalis foto kita menganggap hal ini seperti sesuatu yang biasa saja,” urainya.

Lewat karya – karya yang meruntuhkan hati ini, Dedie mengucap banyak terima kasih kepada para pewarta foto. Dengan foto, Dedie berharap para pewarta bisa terus berkarya membuat masyarakat termotivasi untuk memutus rantai Covid-19.

“Foto yang paling berkesan tentu yang ada kaitannya bagaimana perjuangan ini berada di antara hidup dan mati. Dan disini tergambar situasi yang krusial, dan itu mestinya menjadi refleksi untuk kita semua. Bagaimana menghadapi dan menyikapi agar permasalahan Covid-19 bisa tuntas dan tidak terulang kembali di suatu saat,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua PFI Bogor, Hendi Novian menjelaskan, pameran tersebut dilangsungkan tiga hari hingga Minggu (31/10). Pameran foto jurnalistik ‘Merekam Wabah’ menyajikan 80 karya Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor.

Hendi mengatakan, pameran foto ini menjadi wujud karya nyata para pewarta foto Bogor yang setiap hari bertugas mengabarkan berbagai peristiwa lewat jepretannya.

Pameran ini menampilkan berbagai sisi pandemi Covid-19. Dampak yang begitu dahsyat dipotret meski dengan risiko tinggi. Dalam keseharian, karya-karya pewarta foto ini juga menghiasi media tempat mereka bekerja. Mengabarkan berbagai peristiwa untuk masyarakat.

“Yang jelas, dalam setiap peliputan, para pewarta berkomitmen menjaga kesehatan dan keselamatan satu sama lain dengan terus menerapkan protokol kesehatan ketat. Ini adalah buah dedikasi dan semangat mewartakan secara jujur tentang apa yang terjadi,” ujar Hendi.

Menurutnya, Rekam Wabah diharapkan menjadi pengingat tentang ganasnya pandemi yang menyerang negeri. Rekam Wabah juga menjadi pengingat bagaimana tenaga kesehatan dan elemen lainnya yang berjibaku bertaruh nyawa berada di garda terdepan penanganan Covid-19.

“Pameran ini kami persembahkan bagi masyarakat, dan tentunya rekan-rekan PFI Bogor sebagai kado kecil pengabdian dalam mengabadikan berbagai momen setiap harinya di kota maupun Kabupaten Bogor. Rekam Wabah adalah pengingat kita bersama bahwa Covid-19 pernah ada dan masih ada hingga kini,” kata Kojer sapaannya.




15 Guru Terjangkit Virus Corona di Daerah Ini

Sebanyak 15 guru dan karyawan sekolah terjangkit virus Corona di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Tapi tidak ada satu pun anak didik yang terjangkit covid-19. Karena belum diberlakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

“Bisa dibilang kini muncul klaster pendidikan, walaupun sekolah itu belum dibuka,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2020).

Menurut Benyamin, dua diantara dari orang tersebut diketahui sudah sembuh setelah mendapat perawatan.

Namun, Benyamin enggan menjelaskan lokasi penyeberan dan jumlah guru yang terinfeksi virus corona tipe 2. Dia hanya memastikan tidak ada siswa di sekolah tersebut yang tertular Covid-19.
Hal itu karena kegiatan pembelajaran tatap muka memang belum dilakukan dan hanya guru beserta karyawan yang sudah beraktivitas di sekolah.


Baca juga: Maksimalkan Potensi PAD, Bapenda Sosialisasikan AFE


“Yang memang terkena Covid-19 sudah 15. Hari ini dua sembuh, hasil swab terakhirnya negatif Covid-19,” kata dia seraya mengungkapan memang ini menjadi klaster baru di kita, dan ini harus dicermati betul.

Untuk diketahui, total kasus positif Covid-19 di Kota Tangsel hingga Minggu (30/8/2020) mencapai 782 kasus. Dari jumlah tersebut, 636 pasien dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan bertambah tujuh orang dari data terakhir pada Sabtu (29/8/2020).Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 tidak bertambah, tetap 45 orang.

Saat ini, terdapat 101 pasien positif Covid-19 di wilayah Tangsel yang masih dirawat atau isolasi mandiri. Adapun jumlah kasus suspek yang masih aktif tercatat dua orang, sedangkan kasus kontak erat yang masih aktif sebanyak sembilan orang.

Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat tetap menjadi satu-satunya wilayah di Tangsel yang sampai saat ini bebas dari kasus positif Covid-19.
Di sisi lain, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang menjadi wilayah dengan kasus positif tertinggi di Tangsel, yakni 49 kasus positif Covid-19.

Sumber:
Editor: Adi Kurniawan




Maksimalkan Potensi PAD, Bapenda Sosialisasikan AFE

Alat Fiskal Elektronik (AFE) disosialisasikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor bersama PT. Cartenz kepada  Wajib Pajak (WP) di Kota Bogor via aplikasi zoom, Senin (31/8/2020) dan Selasa (1/9/2020).

Menurut Kepala Bapenda Kota Bogor, Deni Hendana, sejak awal tahun 2020 pihaknya mencoba mengembangkan beberapa jenis alat sesuai alat perekaman transaksi oleh WP, mulai dari tapping box hingga dikembangkan menjadi AFE. Selain perekapan yang sudah diterapkan, AFE ini ada tapping server, kemudian ada payment onlinenya dan ada alat lain yang masih merekam manual bagi wajib pajak.

“Jadi ada empat jenis alat yang sesuai dipergunakan oleha WP. Total hingga tahun 2021 kurang lebih akan ada alat dari hibah PT. MoU akan dipinjampakai kan sekitar ribu alat, kemudian PT Subaga yang ditunjuk oleh Bank Jabar Banten (BJB) ada sekitar 250 alat dan dari PT Jakarta Infrastruktur Propertindo atau anak perusahaan Jakpro pinjam pakai sekitar 50 alat,” ungkap Deni kepada wartawan.

Deni melanjutkan, pembayaran pajak tetap bisa melalui BJB, sehingga transaksi ini akan terinput otomatis apabila pihak WP menginput di cash register nya. Seperti restoran dicashirnya ataupun hotel direceptionis nya berapa orang yang datang ke hotel. Jadi untuk pembelian, pemakaian kamar serta untuk hiburan jumlah pengunjung bisa terhitung.

“Sesuai amanat Wali Kota Bogor Bima Arya agar Bapenda Kota Bogor terus berinovasi dimasa pandemi Covid-19 Kota Bogor, kami mengurangi pertemuan antara petugas pajak dengan WP. Kami juga menyesuaikan penyediaan alat-alat dengan kondisi keuangan yang ada. Untuk hal ini kami anggaran dari pulsa saja total kami anggarkan untuk pulsa Rp100 juta termasuk penggunaan telepon kami,” tambahnya.

Deni menjelaskan, untuk pengawasannya tetap diperhatikan karena alat ini bukan segalanya bisa mengontrol perhitungan, alat ini dititipkan di WP diharapkan WP mengentri semua transaksinya serta alat yang dipinjamkan dirawat dengan baik.

“Saya lakukan imbauan saat sosialisasi kepada WP ini, karena teorinya kalau kita mengentri dengan benar maka hasilnya akan benar. Kalau tidak benar, maka hasilnya tidak benar. Tentunya kami secara tahapan awal kalau ada diskoneksi pada satu WP, dicek dahulu dan tidak diklaim ada ketibenaran. Kami pantau terus, mana yang terkoneksi atau mana yang tidak ada transaksi sama sekali. Semua dilakukan dikantor oleh petugas, kalau harus terjun ke lapangan kalau ada gangguan benar-benar diperhatikan ini. Karena uang rakyat harus kembali ke rakyat dan jangan mampir ke kantong Pejabat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap 320 WP hotel restoran hiburan parkir dilaksanakan dua hari.

“Tadi Webinar sosialisasinya sesi satu ada penyampaian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). AFE ini alat untuk memaksimalkan pembayaran pajak hotel, hiburan dan restoran” ujarnya.

Terpisah, Direktur PT Cartenz, Bernadus Hernanto mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, pihaknya ingin berkontribusi dengan memberikan bantuan bagi Pemerintah Kota Bogor dengan memberikan hibah aplikasi jejak dan pinjam pakai AFE. Sementara terkait pinjam pakai device AFE ke Bapenda, bertujuan untuk memaksimalkan potensi pendapatan pajak dan retribusi daerah dengan menyasar Wajib Pajak (WP) dari mulai Hotel, Restoran, Hiburan dan Parkir. Pasalnya, dengan AFE transaksi di keempat WP tersebut dapat dipantau secara real-time.

“Harapan kami dengan kerja sama ini Bogor bisa terus berlari dengan kondisi aman, nyaman dan terlindungi bersama jejak dan alat fiskal elektronik,” pungkasnya.