Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Headline

Antisipasi Corona, 4 Sekolah di Jakarta Izin Libur

badge-check


					Antisipasi Corona, 4 Sekolah di Jakarta Izin Libur Perbesar

Sejumlah sekolah internasional di Jakarta mulai mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru yang diberi nama COVID-19.

Kepala Bidang SMP SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta M Husin mengatakan ada empat sekolah internasional yang meminta libur, yaitu ACG School Jakarta, Australian Independent School (AIS), Jakarta International School (JIS), dan National High School.
Selain itu, ada 3 sekolah internasional yang meminta penyesuaian waktu libur mereka lebih panjang, meski tidak dengan alasan wabah virus corona. Ketiganya adalah New Zealand School, Sekolah Cikal Cilandak dan Highscope TB Simatupang.
“Dinas pendidikan hanya menerima penyampaian penyesuaian waktu belajar. Sekolah tersebut adalah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK), harus berkoordinasi dengan Kemendikbud,” jelas M Husin kepada VOA, Rabu (11/3/2020).
Husin menambahkan permintaan izin libur atau penyesuaian waktu belajar sekolah internasional di Jakarta cukup beragam. Namun, kata dia, batas akhir untuk libur belajar yakni 27 Maret 2020.
Kepala Sekolah SMA International Islamic High School (IIHS) Yoyok Sugiarto menjelaskan kegiatan belajar di sekolahnya belum terdampak penyebaran virus corona jenis baru yang berasal dari Wuhan, China. Ia beralasan para muridnya jarang bersentuhan langsung dengan orang lain karena tinggal di asrama.
Hanya, kata dia, kemungkinan untuk program kunjungan ke luar negeri akan dipertimbangkan kembali dengan melihat perkembangan virus corona di berbagai negara dan Indonesia.
“Nanti mungkin pengaruhnya pada saat program overseas selama 6 bulan kita ke luar negeri. Tahun lalu kita ke Kanada, tahun ini pada bulan Agustus atau September ke UK atau Australia,” jelas Yoyok kepada VOA, Rabu (11/3/2020).
Yoyok menambahkan sekolahnya juga sudah bekerja sama dengan layanan kesehatan setempat untuk sosialisasi pencegahan infeksi virus corona di sekolah. Di samping itu, sekolah juga menyediakan cairan penyanitasi tangan dan membudayakan pola hidup sehat untuk semua orang di sekolah.
Senada Kepala Sekolah Putik Indonesia Nina Estanto menjelaskan wabah virus corona belum berdampak kepada kegiatan belajar di sekolahnya. Ia menuturkan, sejumlah orang tua murid memang sempat cemas dan meminta sekolah diliburkan. Namun, sekolah bisa memberikan pemahaman kepada para orang tua sehingga tidak perlu meliburkan sekolah.
“Dari orang tua yang menuntut misalnya libur dan segala macam, mata pelajaran masih berjalan waktu itu. Untungnya sekarang sudah memasuki masa libur tiga bulanan. Kebetulan pas libur ini ketika wabah heboh-hebohnya. Jadi kita tidak terpengaruh banyak,” jelas Nina Estanto kepada VOA.
Nina menjelaskan imbauan dari pemerintah untuk menerapkan kesehatan juga tidak menyulitkan sekolahnya. Sebab, kata dia, selama ini sekolah sudah memiliki protokol kesehatan. Semisal rutin mengecek suhu tubuh dan tidak boleh masuk 14 hari bagi yang terjangkit penyakit menular.
Hanya, kata Nina, penyebaran virus corona tersebut menambah biaya untuk kesehatan hingga 5 kali lipat seperti harga masker dan cairan penyanitasi tangan atau hand sanitizer.
“Masker biasanya kita beli satu boks hanya Rp30 ribu jadi naik lagi, tiba-tiba menjadi Rp200-300 ribu kemudian naik lagi. Dan hand sanitizer juga melonjak dari Rp 100 ribuan menjadi Rp 300-400 ribu,” tambahnya.
Nina mengatakan telah memiliki sejumlah rencana untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru, yang terus mewabah. Ia juga mengatakan siap bekerja sama dengan pemerintah jika sewaktu-waktu meliburkan kegiatan belajar.
sumber VOAIndonesia.com
foto net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

22 Ribu BPJS PBI Warga Sleman Mendadak Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal Terancam Tak Bisa Berobat

3 November 2026 - 17:43 WIB

DPRD DIY Sayangkan 0 Persen Anggaran untuk Warga Pinggiran Code-Winongo

3 November 2026 - 14:35 WIB

Lahan Pertanian Susut 200 Hektare Pertahun, DPRD DIY Desak Audit Pemilik Bangunan Pelanggar

2 November 2026 - 16:57 WIB

Trending on Headline