Menu

Dark Mode
Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya! Pemkot Bogor Silaturahmi ke Alim Ulama di Pekan Terakhir Ramadan PLN UPT Cirebon dan YBM PLN Gelar Berbagi Berkah Ramadhan Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

Headline

Rayap Menyerang, Kota Bogor Rugi 22,7 M Pertahun

badge-check


					Rayap Menyerang, Kota Bogor Rugi 22,7 M Pertahun Perbesar

image

Kota Bogor menderita kerugian hingga Rp 22,7 miliar per tahun karena serangan rayap. Sebagai wilayah dengan suhu hangat dan kelembaban yang tinggi sepanjang tahun, Kota Bogor menjadi surga bagi rayap.

Hal ini disampaikan Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Profesor Dodi Nandika dalam praorasi Guru Besar di Kampus IPB Baranangsiang, Senin (14/9/2015). Bahkan, sebuah sekolah dasar di Bondongan Kota Bogor pernah ambruk karena diserang rayap beberapa tahun lalu.

Bukti lainnya, kata Dodi, ambruknya pohon di Kebun Raya Bogor awal tahun 2015 lalu juga menunjukkan tidak ada tempat aman di Kota Bogor dari serangan rayap. “Secara klimatologis Bogor ini sesuai untuk rayap. Tanah di Bogor juga kaya organik sehingga rayap suka. Kami pernah dapat laporan serangan rayap di Yasmin dan beberapa perumahan lain di Kota Bogor,” ujarnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Jakarta, terutama Jakarta Selatan. Menurut Dodi, banyaknya kayu yang ditebang secara ilegal membuat rayap semakin merajalela. Salah satunya, dulu masyarakat menggunakan jenis kayu jati atau semacamnya yang kuat terhadap rayap. Namun, seiring dengan semakin menipisnya jenis kayu tertentu, kayu untuk kebutuhan rumah lebih banyak dipasok oleh kayu kualitas jelek.

“Kebanyakan kayu yang dipakai untuk rumah adalah kayu yang pendek umurnya sehingga tidak tahan terhadap serangan rayap,” ujar Dodi. Secara global, laporan serangan rayap terjadi di 45 kota se Indonesia. Dari sejumlah laporan itu terdeteksi bahwa ada 300 spesies rayap yang hidup di Indonesia. Jumlah ini sama dengan 13 persen dari spesies rayap di dunia. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

17 March 2026 - 13:39 WIB

Libur Lebaran 1447 H, Ini Layanan Dinkes Kota Bogor

17 March 2026 - 10:24 WIB

Hanif Faisol: Stasiun dan Terminal Harus Miliki Dokumen Persetujuan Lingkungan

15 March 2026 - 18:46 WIB

Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026

15 March 2026 - 15:16 WIB

Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil

14 March 2026 - 11:23 WIB

Trending on Headline