Banyak pihak, termasuk Valve sendiri, sepakat bahwa harga rilis PC mini Steam Machine masih jauh dari kata ideal. Namun, hal itu tidak menghentikan perangkat keras terbaru ini dari masalah keterbatasan pasokan sejak hari pertama peluncurannya.
Di tengah ketidakmampuan perusahaan untuk menekan harga jual, muncul beberapa sorotan menarik dari komunitas dan sisi perangkat lunak, salah satunya adalah modifikasi unik pada perangkat Steam Controller.

Hanya beberapa minggu setelah mendarat di tangan pengguna, fitur unik dari Steam Controller dengan cepat menginspirasi komunitas untuk membuat inovasi modifikasi yang sangat menghibur.
Seorang pengembang sekaligus blogger bernama Ray Foss baru-baru ini mendemonstrasikan sebuah program yang membuat Steam Controller bisa bergerak dan bergeser melintasi permukaan meja yang datar menuju tempat pengisian daya miliknya secara otomatis.
Bagi kebanyakan pengguna, controller gaming PC yang terbilang mahal ini mungkin akan menjadi satu-satunya perangkat keras baru dari Valve yang bisa mereka cicipi untuk saat ini, mengingat stok unit Steam Machine yang sangat tipis di pasaran.
Meluncur Mahal, Langsung Jadi Target Penimbun
Inovasi dari komunitas ini hadir di tengah derasnya kritik terkait banderol harga produk flagship Valve tahun 2026 tersebut, demikian dikutip dari detikiNET, Selasa (30/6/2026).
Valve awalnya menargetkan PC berwajah konsol ini di harga sekitar USD 750 (sekitar Rp 12,2 juta). Namun, lonjakan ekstrem harga komponen memori global dan kurangnya kekuatan daya tawar Valve dalam rantai pasokan (berbeda dengan raksasa seperti Apple atau Sony) memaksa mereka mematok harga mulai dari USD 1.049 (sekitar Rp 17,2 juta).
Para teknisi Valve mengakui bahwa mereka sangat ingin menurunkan harganya, namun prospek tersebut sangatlah tipis. Harapan itu semakin meredup setelah perusahaan manufaktur Micron baru-baru ini memutuskan untuk mengunci harga memori pada tingkat tertingginya selama lima tahun ke depan.
Kondisi suplai yang gaib ini tak pelak memicu kemunculan para penimbun barang. Di platform eBay, harga jual listing Steam Machine dilaporkan sudah meroket melampaui angka USD 2.000, dan bahkan ada yang menyentuh batas USD 3.000 atau sekitar Rp 53 jutaan.
Parahnya lagi, para scalper ini belum mendapat perangkat tersebut; sebagian besar listing hanya memajang tangkapan layar (screenshot) bukti notifikasi daftar tunggu reservasi mereka.
Sumber: detik.com















