Menu

Dark Mode
Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN Pemkot Ajak Konsistensi Jaga Kebersihan Kota Bogor April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras? Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

Kabar Lifestyle

Misi Artemis II Resmi Meluncur, Manusia Kembali Menuju Bulan

badge-check


					NASA meluncurkan misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun. Empat astronaut akan mengorbit Bulan untuk uji sistem navigasi dan kehidupan. (Foto: REUTERS/Joe Skipper) Perbesar

NASA meluncurkan misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun. Empat astronaut akan mengorbit Bulan untuk uji sistem navigasi dan kehidupan. (Foto: REUTERS/Joe Skipper)

NASA resmi meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Peluncuran ini menandai momen bersejarah sebagai misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir.

Roket lunar baru NASA, Space Launch System (SLS) lepas landas pada Rabu (1/4) pukul 18.35 waktu setempat atau pada Kamis (2/4) pukul 5.35 WIB.

Melansir Space, misi ini membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika Serikat (AS), serta Jeremy Hansen dari Kanada. Menggunakan wahana antariksa Orion, mereka dijadwalkan untuk mengorbit Bulan tanpa mendarat, guna menguji sistem navigasi dan pendukung kehidupan di ruang angkasa dalam.

Kehadiran Koch dan Glover dalam misi ini juga mencatatkan sejarah baru sebagai perempuan dan orang kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan menuju satelit alami Bumi tersebut.

Selama perjalanan, para astronot akan melakukan serangkaian uji coba komunikasi laser berkecepatan tinggi dan manuver kedekatan orbital yang akan menjadi standar baru dalam eksplorasi ruang angkasa modern.

Artemis II merupakan misi berawak pertama dalam Program Artemis. Misi ini sekaligus menandai penerbangan perdana roket lunar baru NASA, Space Launch System (SLS).

Mereka akan menjalani misi sepuluh hari mengorbit Bulan tanpa mendarat, mirip dengan misi Apollo 8 pada 1968.

Misi ini bertujuan menguji sistem pendukung kehidupan (life support system) pada wahana antariksa Orion untuk memastikan astronaut sebelum pendaratan di permukaan Bulan pada misi Artemis III.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras?

7 April 2026 - 12:37 WIB

Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran

7 April 2026 - 12:33 WIB

Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar

7 April 2026 - 12:28 WIB

Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

7 April 2026 - 12:25 WIB

Steam Hapus Rating IGRS yang Jadi Polemik di Medsos

7 April 2026 - 12:20 WIB

Trending on Kabar Lifestyle