Menu

Dark Mode
Microsoft Dikabarkan PHK 22 Ribu Karyawan Awal 2026, Imbas AI Evakuasi Astronaut Gegara Sakit Misterius, NASA Jawab Nasib Misi ke Bulan Krisis RAM dan SSD Akibat AI Hantam PC dan Laptop, Harga Bakal Naik Terus Instagram Buka Suara Soal Teror Reset Password & Isu Kebocoran Data Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Marak Deepfake Asusila Pengguna Instagram Dibanjiri Email Reset Password, Ternyata Ada Kebocoran Data

Headline

Dirjen PTKL Sosialisasi Inovasi IHN 2.0

badge-check


					Dirjen PTKL Sosialisasi Inovasi IHN 2.0 Perbesar

Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan, Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PTKL) bekerja sama dengan FAO Indonesia menggelar konsultasi publik terkait pengembangan metode Inventarisasi Hasil Hutan Nasional (IHN) 2.0 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), Erik Teguh Primiantoro, menyampaikan bahwa IHN 2.0 adalah inovasi yang dikembangkan untuk penyempurnaan kegiatan inventarisasi hutan yang dilaksanakan di seluruh Indonesia sejak tahun 1990 hingga 2024. Inovasi yang disebut dengan IHN 2.0 disusun untuk menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya hutan di masa mendatang.

“Hari ini, kita memasarkan atau mempromosikan inovasi baru dalam bidang kehutanan, yaitu IHN 2.0. Metode ini akan menjadi pilar penting dalam mendukung pemerintahan baru dan kabinet baru, serta menjadi bagian dari upaya mencapai Asta Cita untuk pemanfaatan sumber daya hutan yang berkelanjutan,” kata Erik.

Menurutnya, IHN 2.0 menuntut kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, pelaku usaha, serta masyarakat, termasuk generasi muda.

“IHN membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak karena pengelolaan sumber daya hutan tidak bisa hanya dilakukan dari satu pihak saja. Kita juga melibatkan mahasiswa untuk melakukan praktik magang dalam klaster-klaster IHN yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Erik juga menjelaskan pentingnya integrasi data IHN dengan inventarisasi gas rumah kaca di sektor kehutanan, termasuk pelaporan emisi untuk memperbaiki faktor emisi nasional.

“IHN 2.0 mendukung upaya kita membangun era digitalisasi melalui smart forest management system yang dapat terintegrasi dengan berbagai sistem yang sudah ada,” ucapnya.

Melalui lisensi yang sudah dikembangkan, KLHK berharap IHN 2.0 dapat di-upscale secara internasional, sehingga Indonesia dapat menjadi pionir dalam pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan dan terpadu.

“Diharapkan juga dengan lisensi yang sudah banyak kita lakukan dengan berbagai lisensi yang kita punya bisa di upscaling ke internasional,” pungkasnya. RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Operasi Wirawaspada, Imigrasi Bogor Amankan 6 WNA

18 December 2025 - 22:10 WIB

Soal Rangkap Jabatan dan Perpanjangan KTA, Ini Kata Sekjen PWI Pusat

13 December 2025 - 08:46 WIB

Jaga Alam Puncak, Menteri LH Tanam Ribuan Pohon

12 December 2025 - 14:44 WIB

Peringati Hakordia, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Menara Jamsostek Gelar Deklarasi Komitmen Anti Korupsi

10 December 2025 - 14:04 WIB

TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

5 December 2025 - 15:19 WIB

Trending on Headline