Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Politik

Pengelolaan Sampah Terintegrasi Jadi Fokus Atang

badge-check


					{ Perbesar

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Persoalan sampah  yang masih belum optimal jadi perhatian utama Calon Wali Kota Bogor, Atang Trisnanto. Atang mengaku memiliki sejumlah program untuk menyelesaikan masalah tata kota, dengan fokus utama pada nilai budaya, sosial, dan kelestarian lingkungan.

“Kota yang modern dan tata kota yang bagus harus melibatkan tiga hal penting yaitu nilai budaya, sosial dan kelestarian lingkungan” ujar Atang.

Program yang diusulkan Atang mencakup beberapa inisiatif, antara lain, pengelolaan sampah terintegrasi, urban farming, kebun komunitas, area sadaya, sungai bersih, serta penataan tiga kawasan tematik di Kota Bogor.

Atang juga menyoroti pentingnya mengembangkan ekonomi berbasis jasa wisata, dengan rencana membangun 68 area sadaya termasuk wisata pekarangan yang berfokus pada pemanfaatan lahan di lingkungan warga.

“Pengelolaan sampah terintegrasi, urban farming, dan wisata pekarangan akan menjadi tiga program yang saling terintegrasi untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan,” kata Atang.

Terkait pengelolaan sampah terintegrasi, Atang memaparkan bahwa hal ini akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan, bukan lagi masalah bagi masyarakat.

“Sampah harus memiliki nilai ekonomi. Konsep bank sampah sudah ada, namun belum diterapkan secara masif di seluruh wilayah,” jelasnya.

Atang juga berencana mendorong rumah tangga memilah sampah menjadi tiga kategori, yaitu sampah organik, sampah yang dapat diolah kembali, dan sampah yang tidak dapat diolah.

“Sampah organik akan dikelola melalui TPS3R untuk menjadi pupuk organik cair dan padat, sementara sampah daur ulang seperti plastik akan dijual di bank sampah. Sampah yang tidak dapat diolah akan dikelola secara khusus,” jelasnya.

Sementara, untuk sistem pengangkutan sampah, Atang merancang mekanisme pengangkutan berdasarkan wilayah.

“Gerobak sampah untuk gang-gang kecil, motor sampah untuk jalan kecil, dan truk sampah untuk jalan besar. Dengan pendekatan ini, diharapkan sampah yang dikirim ke TPA Galuga akan berkurang signifikan,” paparnya.

Atang mengaku telah berdiskusi dengan pimpinan IPB University dan meminta dukungan para profesor untuk membantu menyelesaikan masalah sampah di Kota Bogor jika terpilih sebagai wali kota.

“Ini adalah langkah besar untuk mengatasi masalah sampah yang sudah lama menghantui kota ini,” pungkasnya. pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik