Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Giliran MUI Tangerang Selatan Serukan Boikot Produk Perancis

badge-check


					Giliran MUI Tangerang Selatan Serukan Boikot Produk Perancis Perbesar

Protes kartun Nabi Muhammad SAW masih terus berlanjut. Kartun Rasulullah itu masih terus dipertahankan negara Perancis dan tidak mau dicabut oleh negara terkenal Menara Eiffle tersebut serta segera meminta maaf kepada umat Islam.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang Selatan (Tangsel) ikut menyerukan boikot terhadap produk asal negara Prancis. Sebelumnya, seruan boikot sudah lebih dulu disampaikan MUI pusat yang diwakili Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi dan Sekjen MUI Anwar Abbas dalam keterangan resminya.

Dilansir dari Tribun Jakarta, imbauan boikot produk asal Prancis merupakan bentuk protes tehadap pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang dinilai menghina Nabi Muhammad dan umat muslim.


Baca juga:Protes Kartun Rasulullah, Umat Islam di Medan Injak dan Lindas Poster Presiden Perancis


Sekretaris MUI Tangsel, Abdul Rojak, mencanangkan agar warga Tangsel tidak membeli produk asal Prancis. Hal itu disebutnya sebagai gerakan kesadaran.

“Jadi yang kita lakukan itu sosialisasi dan gerakan kesadaran bagi masyarakat muslim Tangsel, secara pribadi dari keluarga muslim yang ada di Tangsel, yang ada di rumah-rumah untuk tidak membeli produk Prancis. Jadi tidak dengan memaksakan kehendak, enggak. Jadi dengan gerakan membangun kesadaran,” ujar Rojak saat dihubungi TribunJakarta.com, Sabtu (31/10/2020).

Menurut Rojak, boikot tersebut merupakan bentuk protes agar menimbulkan efek jera untuk Macron. Dengan menghindari produk Prancis yang memang sudah kadung banyak digunakan masyarakat Indonesia, termasuk Tangsel, Rojak berharap bisa memberikan dampak secara ekonomi yang signifikan.

“Ya kita harus dimulai dari sekarang. Pembelajaran sekaligus efek jera lah, jadi tidak, sebagai masyarakat muslim terbesar di dunia harus bersikap lah. Sebagai pembelajaran sekaligus efek jera lah. Ya sebagai masyarakat muslim terbesar di dunia harus bersikap lah,” tegasnya.
Rojak bahkan menambahkan, jika ada muslim di Tangsel yang tidak mengikuti aksi boikot tersebut, patut dipertanyakan identitasnya.

“Jadi kalau sudah terbangun kesadaran apa lagi melakukan pembiaran, apalagi bersikap individualis itu gak bener itu, perlu dipertanyakan identitas keIslamannya. Kalau dia sudah terjerat sama sekali. Ya minimal sebagai bentuk kecintaan, kepada Nabi Muhammad ya dia enggak membeli produk-produklah,” jelasnya.

sumber tribunjakarta

Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline