Menu

Dark Mode
Waspada Firmware Router Kena Serangan Siber, Bisa Berujung Bobol Akun Perairan di Papua Viral Dipenuhi Batu Apung, Ini Penjelasan BMKG Bos Valve Buat Kapal Rp 14,6 Triliun, Mau Ungkap Misteri Lautan Ngeri! Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir di China Ratusan Satelit Starlink Dibakar SpaceX di Atmosfer, Picu Kekhawatiran Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi

Kabar Bogor

Horee Tol Bogor Inner Ring Road Dilanjut

badge-check


					Horee Tol Bogor Inner Ring Road Dilanjut Perbesar

Setelah sempat tertunda beberapa waktu lalu, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali membahas rencana lanjutan pembangunan jalan Tol Bogor Inner Ring Road (BIRR). Hal tersebut terungkap usah digelar rapat pembahasan tol BIRR yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kamis (8/10/2020).

Menurut Dedie, ke depan Kota Bogor akan membangun beberapa akses jalan baru, salahsatunya tol BIRR. “Pembangunan BIRR memang menjadi salah satu yang masuk ke dalam rencana tata ruang dan masterplan secara keseluruhan. Ini harus bisa diprioritaskan, mana yang paling mungkin kita bangun dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kemudian proses pengadaan tanahnya juga tidak terlalu rumit. Kebetulan, untuk BIRR ini ada lima pengembang dan satu yayasan yang tanahnya terdampak,” kata  Dedie.

Untuk kelima pengembang dan 1 yayasan yang tanahnya terkena rencana proyek BIRR, lanjut Dedie, Pemkot membuat satu skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pengembang dan yayasan  tersebut.


Baca juga: Diduga Karena Ini, Legislator Senayan Meninggal Dunia


“Paling tidak kalau lima pengembang dan satu yayasan ini bisa mengkontribusikan lahannya kepada pemerintah, maka tugas pemerintah untuk pengadaan lahan hanya paling sekitar 10 persenan. Kelima pengembang tersebut yakni PT. GNA, Royal Tajur, Rancamaya, dan sebagian yang sudah selesai di Bogor Nirwana Residence (BNR). Nanti akan di panlok, lalu diukur oleh BPN, baru kita ketahui mana yang harus kita bebaskan atau kontribusi dari pengembang,” jelasnya.

Hal senada dituturkan Kepala Bappeda Kota Bogor, Hanafi. Menurutnya, sejak 2012 lalu, memang sudah pernah ada perjanjian yang disepakati dengan beberapa pengembang. Namun karena satu dan lain hal, prosesnya tertunda.

“Pekerjaan ini perlu kolaborasi antara pemerintah dan pengembang. Hari ini baru pertemuan pertama untuk menyamakan persepsi dulu, berkomitmen, siapa berbuat apa. Baik pemerintah maupun pihak pengembang,” katanya.

Menanggapi rencana Pemkot Bogor yang akan melanjutkan proyek BIRR, Hendra warga Pamoyanan Bogor Selatan, mengaku senang dan sangat mendukung rencana tersebut.

“Rencana BIRR akan mencairkan kepadatan arus lalulintas di tengah kota. Selain itu akan berdampak pada perekonomian warga. Tanah warga yang tadinya tidak ada akses jalan dan harganya murah, ke depan bisa mahal harganya setelah BIRR beroperasi,” katanya.

penulis pratama

editor aldhoherman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi

8 July 2026 - 17:45 WIB

Legalitas Wakaf Alun-Alun Empang Teruji dan Sesuai Aturan

7 July 2026 - 18:29 WIB

Video Keributan di Tipzy Bearrs Bogor Viral,  Komisi I DPRD Panggil Satpol PP

6 July 2026 - 19:00 WIB

KADIN dan PWI Kota Bogor Siap Kolaborasi Majukan UMKM

3 July 2026 - 14:10 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Dedie Rachim Apresiasi Polresta Bogor Kota

1 July 2026 - 23:00 WIB

Trending on Kabar Bogor