Menu

Dark Mode
Insan Pers Apresiasi Turnamen Tenis Meja PWI Kota Bogor di Momen HPN 2026 Satukan Insan Pers, PWI Kota Bogor Gelar Turnamen Tenis Meja Preorder Tecno Camon 50 Dibuka, Bonus Menggoda & Bocoran Spek Duel 50 Menit! Lele Raksasa Nyaris 3 Meter Ditaklukkan Hollywood Terancam Punah? AI China Bisa Buat Video Ultra Realistis Arsip Email Epstein Dirangkum Jadi Jikipedia, Akurat Nggak?

Kabar Bogor

Napak Tilas Prabu Siliwangi Digelar di Depan Gerbang Perumahan

badge-check


					Napak Tilas Prabu Siliwangi Digelar di Depan Gerbang Perumahan Perbesar

Ribuan masyarakat sunda dari beberapa wilayah di Jawa Barat Minggu, (7/5/2017) mengaku kecewa, karena pelaksanaan acara ritual adat hanya dapat dilaksanakan di depan pintu gerbang perumahan rancamaya Kota Bogor. Padahal kegiatan itu sudah diagendakan sejak lima bulan sebelumnya.

Peserta napak tilas Prabu Siliwangi kesulitan mencapai lokasi situs badigul yang konon katanya, dulu moktanya Raja Padjajaran yaitu Prabu Siliwangi. Menurut informasi yang dihimpun tim kabaronline dari beberapa sumber, lokasi situs tersebut berada di dalam kawasan perumahan Rancamaya dan management Rancamaya belum dapat memberikan izin. Dan akhirnya ritual adat dilaksanakan di depan pintu gerbang perumahan Rancamaya dengan penjagaan ketat security perumahan, kepolisian dan TNI untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Bogor Selatan Kompol. Irwandi yang berada di lokasi mengatakan, pihaknya ikut mendukung namun terkait tidak adanya izin dari pihak polres dan pihak management Rancamaya, mungkin hanya salah komunikasi.

“Namanya ritual inikan budaya ya kita sebagai aparat mendukung saja, tapi untuk masalah perizinannya dari polres tidak ada, dari lokasi juga tidak ada makanya tidak boleh masuk,” ujar Kapolsek.

Sementara Abah Wahyu sebagai ketua pembina panitia sekaligus ketua pembina dari Baraya Kujang Padjajaran saat di temui di lokasi setelah acara ritual selesai dilaksanakan, mengatakan tujuan dari acara itu. Yaitu untuk mengingatkan kembali budaya warisan leluhur dan juga memberi ruang kepada para budayawan yang ingin menjaga sejarah budaya sunda.
“Kita ini sebenarnya didukung, Danrem mendukung, Polres mendukung, Kodim mendukung, Walikota mendukung, cuma ini di sini mentoknya. Tapi alhamdulillah acara berjalan. Mudah-mudahan ke depan Rancamaya mengizinkan,” ujar Wahyu kepada kabaronline.

Arifin Himawan salah satu perwakilan warga Bogor sekaligus mewakili ketua umum Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) mengatakan, jangan lupakan sejarah.

“Harapannya, ya kita jangan lupa dengan sejarah, kita harus hormati sejarah, dan juga jangan membuat sejarah baru dalam arti kata dengan meninggalkan ekses yang tidak baik, tapi saya yakin, para budayawan ini punya niat baik, supaya mewariskan sejarah jaman dahulu ketika jaman Prabu Siliwangi kepada anak muda,”kata Arifin.

Ahmad Jumaedi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Denny Mulyadi: Pramuka Harus Jadi Agen Perubahan Positif

13 February 2026 - 11:32 WIB

Kerjasama Strategis, Perumda PPJ Teken Mou Bareng Kejaksaan

12 February 2026 - 22:12 WIB

Diduga Gara-gara Asmara, Seorang Pria di Bogor Bundir di Kafe

12 February 2026 - 22:05 WIB

Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 08:24 WIB

Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

10 February 2026 - 09:34 WIB

Trending on Kabar Bogor