Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Hollywood Terancam Punah? AI China Bisa Buat Video Ultra Realistis

badge-check


					Salah satu hasil Seedance 2.0. Perbesar

Salah satu hasil Seedance 2.0.

Jakarta – Studio-studio besar Hollywood menuntut agar tool video AI baru canggih yang diluncurkan pemilik TikTok asal China, ByteDance, segera menghentikan pelanggaran hak cipta melalui klip-klip yang meniru film dan acara TV yang sudah ada.

Banyak klip tersebut menampilkan aktor sungguhan, acara TV, serta film populer. Asosiasi Film Amerika (Motion Picture Association/MPA) menuding bahwa hanya dalam satu hari, layanan AI China Seedance 2.0 telah melakukan penggunaan karya berhak cipta AS secara tidak sah dalam skala masif.

MPA mewakili studio-studio raksasa AS, termasuk Netflix, Paramount Pictures, Prime Video & Amazon MGM Studios, Sony Pictures, Universal Studios, The Walt Disney Studios, dan Warner Bros Discovery.

Menurut ByteDance, Seedance 2.0 telah menangguhkan fitur yang memungkinkan pengguna mengunggah gambar orang sungguhan. Mereka menyatakan menghormati hak kekayaan intelektual serta perlindungan hak cipta, dan menanggapi potensi pelanggaran dengan serius. Menurut mereka, konten yang dipermasalahkan dibuat sebagai bagian dari fase pengujian terbatas.

Alat AI ini dapat dengan cepat membuat klip sangat realistis hanya dari perintah teks pendek dan sederhana, seperti adegan adu jotos antara Tom Cruise dan Brad Pitt, atau Will Smith melawan monster.

“Dengan meluncurkan layanan yang beroperasi tanpa perlindungan yang berarti terhadap pelanggaran, ByteDance mengabaikan hukum hak cipta yang mapan, yang melindungi hak kreator dan menopang jutaan lapangan kerja di Amerika. ByteDance harus segera menghentikan aktivitas pelanggarannya,” cetus CEO MPA, Charles Rivkin yang dikutip detikINET dari BBC.

Menurut ByteDance, langkah-langkah sedang diambil untuk mengatasinya. Video AI tersebut membanjiri media sosial, di mana pengguna juga mengunggah adegan berdasarkan film seperti Lord of the Rings dan Avengers. ByteDance mempromosikannya sebagai teknologi yang menghadirkan pengalaman imersif ultra realistis.

Kecanggihan Seedance 2.0 membunyikan alarm bahaya di Hollywood. “Saya benci mengatakannya. Sepertinya tamatlah riwayat kita,” kata penulis naskah Deadpool, Rhett Reese.

Ulasan Forbes menilai Seedance 2.0 menawarkan tingkat kreatif mirip sutradara manusia dan memungkinkan pengguna membuat hasil kelas atas tanpa alat produksi rumit.

Reese, yang ikut menulis dan menjadi produser eksekutif film-film Deadpool, mengaku ngeri. “Begitu banyak orang yang saya sayangi terancam kehilangan karier yang mereka cintai. Saya sendiri pun berisiko,” tulisnya.

“Ketika saya menulis ‘Tamatlah riwayat kita’, saya tak bermaksud terdengar angkuh atau meremehkan. Saya terkesima oleh video Pitt lawan Cruise karena hasilnya begitu profesional. Justru itulah yang membuat saya takut. Pandangan pesimis saya adalah Hollywood akan segera direvolusi atau dihancurkan,” ujarnya.

Adapun Heather Anne Campbell, penulis Saturday Night Live dan Rick & Morty, mengatakan bahwa hasilnya mirip dengan fan fiction dan manusia tetap dibutuhkan untuk mencetuskan ide-ide orisinal.

“Semua orang yang memiliki akses ke mesin visualisasi AI terbaru seperti Seedance in, mereka diberi kendali penuh menciptakan apa pun yang bisa mereka bayangkan dan yang mereka hasilkan hanyalah fiksi penggemar,” tulisnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle