Hampir 900 ular, termasuk kobra berbisa, lepas setelah sebuah fasilitas penangkaran di China selatan diterjang banjir yang dipicu oleh Topan Maysak. Bahkan dilaporkan, salah satu reptil yang lepas tersebut menggigit seorang warga desa setempat, yang kini sedang menerima perawatan darurat.
Ular-ular melarikan diri ketika penangkaran di Hengzhou terendam banjir Senin pagi waktu setempat. Curah hujan lebat menyebabkan dinding dua waduk, yakni Liulan dan Yunbiao, jebol sehingga merendam komunitas dataran rendah dan menyapu beberapa peternakan ular skala kecil di daerah tersebut.

Dikutip dari detikINET, video viral memperlihatkan warga desa berdiri di tengah banjir setinggi pinggang sambil memegang tongkat bambu, berusaha menangkap reptil-reptil tersebut.
Pejabat desa Wu Zhi mengatakan sebagian besar ular itu tidak berbisa dan tim beranggotakan 10 orang telah dikerahkan untuk menangkap mereka menggunakan jaring dan alat kejut listrik.
Ia memperingatkan warga agar tidak mencoba menangkap ular dengan tangan kosong jika menemukannya. Pihak berwenang menerjunkan tim darurat untuk menangkap reptil yang lepas serta mengimbau warga menghindari area banjir selama operasi berlangsung.
Ia memperingatkan warga agar tidak mencoba menangkap ular dengan tangan kosong jika menemukannya. Pihak berwenang menerjunkan tim darurat untuk menangkap reptil yang lepas serta mengimbau warga menghindari area banjir selama operasi berlangsung.
Sumber: detik.com















