Menu

Dark Mode
Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor Aturan Turunan PP Tunas Disahkan, Akun Medsos Anak Bakal Ditutup Tantang Kreativitas dan Inovasi Anggota Muda, Pramuka SMKN 1 Bogor Siap Gelar Tunas 14

Headline

Petani Buah Harus Bergabung di Koperasi

badge-check


					Petani Buah Harus Bergabung di Koperasi Perbesar

image

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspa Yoga meminta petani bergabung dalam koperasi ( foto deni)

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspa Yoga meminta agar para petani buah bergabung menjadi anggota koperasi. Menurut dia, banyak negara yang sukses ketika para petaninya bergabung ke koperasi.

“Di Jepang, Thailand, dan Korea semua masuk koperasi. Di Indonedia ini punya koperasi terbanyak di dunia, tapi banyak yang tidak aktif,” kata Puspa Yoga ketika membuka Temu Bisnis Festival Bunga dan Buah 2015, Jumat (27/11/2015).

Menurut dia, sumbangan PDB koperasi kita untuk perekonomian masih kecil dan stagnan selama puluhan tahun. Dia bahkan mencatat, kontribusi koperasi sejak Indonesia merdeka sampai sekarang hanya 1,7 persen.

“Sementara di Denmark sampai 69 persen lebih,” lanjut Puspa Yoga. Dikatakan Puspa Yoga, ada lebih dari 200.000 koperasi yang ada di Indonesia, tetapi 62.000 di antaranya tidak aktif.

Kementriannya pun sudah memberikan nomor induk koperasi kepada koperasi yang masih aktif untuk memudahkan pengecekan koperasi tersebut. Sementara, 62.000 koperasi yang tidak aktif telah dikeluarkan dari data base kementrian.

Saat ini kementrian juga terus melakukan reorientasi agar kita tidak bangga dengan jumlah koperasi yang banyak tetapi tidak berkualitas. “Walau sedikit yang penting kualitasnya, bukan jumlah badan usahanya,” ucapa Puspa Yoga.
Dia pun berharap para petani bisa bergabung dengan koperasi agar lebih mudah berkembang. Diharapkan koperasi itu bisa memfasilitasi pengadaan bibit, pupuk, hingga pemasaran buah hasil para petani. Dia juga menilai berusaha di koperasi jauh lebih berkembang dibandingkan hanya diberikan bantuan sosial. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal, Eiger Adventure Land Buka Rekrutmen Massal

6 March 2026 - 23:32 WIB

 BPJS Ketenagakerjaan dan Disnakertransgi DKI Jakarta Perkuat Kepatuhan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

5 March 2026 - 12:06 WIB

Menaker: THR Tak Bisa Dicicil, Wajib Dibayar Penuh

5 March 2026 - 11:50 WIB

GAMKI Sumut Apresiasi Kinerja dan Program Strategis Pemprov Sumatera Utara

1 March 2026 - 22:48 WIB

Wamenaker: Audit K3 Tak Boleh Ditawar, Ini Soal Nyawa dan Nasib Usaha

28 February 2026 - 22:48 WIB

Trending on Headline